Page 398 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 398

Dipandang dari sudut ini, keberadaan    Harry J. Benda (1983) berpandangan                          pesat, penggunaannya juga semakin      kepada lembaga pendidikan Islam yang
            sekolah-sekolah agama dapat dikaitkan   bahwa perkembangan politik                                  berkurang.                             di dalamnya terdapat unsur-unsur kiai
            dengan beralihnya pusat-pusat           tersebut tak hanya menjadi akhir bagi                                                              (pemilik sekaligus guru), santri (murid),
            pengajaran Islam dari kerajaan ke       perkampungan Muslim kota, yang                              Tentang hal ini Azra memberikan        masjid atau mushalla (tempat belajar),
            institusi yang didirikan ulama, yang    dinamis dan agresif, tapi juga menjadi                      penjelasan bahwa ‘pesantren’           asrama (penginapan santri), dan kitab-
            tersebar di wilayah pedesaan. Di Banten,   perkembangan awal bagi Islam yang                        lebih dikenal karena lembaga ini       kitab klasik Islam (bahan pelajaran). 150
            misalnya, ulama lepas dari kerajaan dan   kurang murni dan sinkretis; bentuk                        memiliki kemampuan bertahan dan
            mempertahankan posisi mereka sebagai    keyakinan Islam yang berlangsung                            mengembangkan diri lebih besar         Selain mencetak ahli agama, pesantren
            pemimpin agama independen yang          dalam kerangka budaya tradisional di                        dibandingkan lembaga-lembaga           sedari awal diakui sebagai sumber
            secara aktif terlibat dalam pendidikan   Nusantara.  Kesan yang sama juga bisa                      serupa di tempat lain. Peranan ‘surau’   transmisi dan diseminasi nilai-nilai
                                                              144
            Islam. Mereka mendirikan sekolah        diperoleh dari karya Clifford Geertz,                       sebagai lembaga pendidikan Islam       dan praktik-praktik keagamaan Islam
            agama dan tarekat, dan mengorganisasi   di mana dia menelusuri pembentukan                          di Minangkabau, misalnya, semakin      di kalangan muslim. Dengan fungsinya
            praktik keagamaan di dalam              ajaran tradisional Islam di pesantren                       merosot sejalan dengan munculnya       tersebut, pesantren turut menentukan
            masyarakat. 143                         kepada beralihnya orientasi keagamaan                       sekolah-sekolah modern di wilayah itu   arah perkembangan Islam di Nusantara.
                                                                                                                pada awal abad ke-20 —meskipun pada
                                                                                                                                   146
                                                    dari pesisir ke pedalaman, transformasi                                                            Pandangan ini setidaknya dikuatkan
            Hal ini semakin diperkuat, khususnya    dari Islam yang berorientasi ortodoks,                      periode kontemporer ini ‘surau’ mulai   dengan beberapa fakta atas berfungsinya
            pada abad ke-17, dengan munculnya       kosmopolitan, dan internasional kepada                      mengalami kebangkitan.                 pesantren dalam beberapa hal. Pertama,
            bentuk baru dalam kehidupan ekonomi.    institusi-institusi pengajian semata. 145                                                          pesantren menjadi transmiter ilmu
            Jatuhnya kerajaan-kerajaan maritim                                                                  Kita mulai dari pesantren. Sebagai     pengetahuan Islam dari generasi ke
                                                                                                                lembaga pendidikan keislaman
            di Nusantara membawa dampak pada        Demikianlah, sekolah-sekolah agama                          tradisional, pesantren tersebar di     generasi selama berabad-abad.
            terbentuknya lanskap keagamaan yang     yang didirikan para ulama di masa                           berbagai wilayah Asia Tenggara.
            baru di Nusantara yang pada gilirannya   awal Islamisasi pada gilirannya                            Sementara di Thailand dan Malaysia,    Kedua, pesantren menjadi lembaga
            diikuti oleh berubahnya peran ulama     bertransformasi menjadi pesantren                           lembaga pendidikan ini disebut pondok,   pencetak ahli-ahli Islam atau para ulama
            dari semula pejabat yang diangkat-      di Jawa atau surau di Sumatera Barat                        berasal dari bahasa Arab “funduq” yang   yang paling kredibel dan representatif.
            raja kepada guru agama di institusi     dan dayah (selain juga ‘meunasah’,                          berarti ruang tidur, wisma, atau hotel   Kedua fungsi ini sudah muncul
            pendidikan Islam yang mereka dirikan.   ‘rangkang’, dan ‘balee’) di Aceh. Secara                    sederhana,  di Indonesia, pesantren    sejak awal kehadiran pesantren dan
                                                                                                                         147
            Dalam kaitan kehidupan keagamaan,       istilah, ‘pesantren’ atau ‘pondok                           menjadi lembaga pendidikan Islam       terus bertahan hingga kini. Dengan
            berakhirnya kerajaan-kerajaan maritim   pesantren’ merupakan istilah                                paling tua yang dapat dijumpai di      kedua peran tersebut, pesantren
            di pesisir seringkali dipandang sebagai   yang paling dikenal dan bertahan                          berbagai wilayah Indonesia.            mengejawantahkan dirinya menjadi
            tahap penutup dari Islam kota dan       hingga sekarang ini. ‘Surau’, ‘dayah’,                                                             institusi pendidikan Islam tradisional
            kosmopolitan di pesisir, dan pada saat   ‘meunasah’, ‘balee’, dan ‘rangkang’                        Pesantren berasal dari kata santri, yang   tertua di Indonesia, dan di Asia Tenggara
            bersamaan dianggap sebagai permulaan    tetap dipergunakan oleh masyarakat                          berarti “terpelajar” (learned) atau “ulama”   secara umum. Masyarakat muslim
            dari Islam tradisional yang berbasis di   setempat, tetapi karena perkembangan                      (scholar) —sering disebut pula dengan   menjadikan pesantren sebagai pusat
                                                                                                                      148
            wilayah pedalaman Nusantara.            lembaga-lembaga itu tidak begitu                            istilah ‘pondok pesantren’ —merujuk    studi Islam.
                                                                                                                                       149


         386    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   387
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403