Page 401 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 401

Ketiga, pesantren berfungsi baik sebagai   menjadi media yang memungkinkan   Wahid menyebut pesantren sebagai sub-  merupakan hasil dari inisiatif
 pemelihara tradisi Islam maupun budaya   berlangsungnya proses tersebut.   kultur. Wahid mendasari pendapatnya   masyarakat, sehingga pesantren
 lokal.  Pesantren berfungsi dalam   Syarah, penjelasan atas teks asli yang   dengan sejumlah kriteria: (1) keberadaan   memiliki basis kuat di tengah
 151
 pemeliharaan budaya lokal, karena   berasal dari ulama Timur Tengah,   pesantren sebagai lembaga kehidupan   masyarakat. Meski tumbuh bersamaan
 perannya dalam mempertahankan   menjadi media ulama pesantren untuk   yang menyimpang dari pola kehidupan   dengan proses Islamisasi dan
 praktik lokal yang telah lama   menyampaikan ajaran Islam kepada   umum di negeri ini, (2) terdapatnya   menggunakan simbol-simbol Islam,
 berkembang. Imbas dari masuknya   khalayak di lingkungannya sesuai   sejumlah penunjang yang menjadi   pesantren pada dasarnya adalah produk
 Islam bukan melalui jalur militer,   pemahaman dan pemikiran mereka.   tulang punggung kehidupan pesantren,   budaya asli Indonesia.
 melainkan dengan apa yang disebut   Untuk tujuan tersebut, para ulama   (3) berlangsungnya proses pembentukan
 sebagai penetrasi damai (penetration   pesantren melakukan kontekstualisasi   tata nilai tersendiri dalam pesantren,   Inilah sebabnya mengapa pesantren,
 pacifique),  yang dimotori oleh kelompok   gagasan-gagasan teks asli.  lengkap dengan simbol-simbolnya, (4)   seperti diutarakan Nurcholis Madjid,
 152
 sufi, dan sebagian lagi kaum pedagang   adanya daya tarik ke luar, sehingga   dianggap sebagai artefak peradaban
 cum-pendakwah, membuat praktik   Kelima, pesantren menjadi basis sosio-  memungkinkan masyarakat sekitar   Indonesia yang dibangun sebagai
 sinkretisme menjadi tak terhindarkan.  intelektual pemikiran Islam. Dengan   menganggap pesantren sebagai alternatif   lembaga pendidikan keagamaan
 sumber keislaman yang kaya, para   ideal bagi sikap hidup yang ada di   bercorak tradisional dan unik.
 Berkembangnya pesantren di pedalaman   alumnus pesantren memiliki modal   masyarakat, dan (5) berkembangnya   Menurutnya, dari segi histroris
 Jawa tidak lantas menghancurkan   yang memadai untuk berbicara tentang   suatu proses saling mempengaruhi   pesantren tidak hanya identik
 praktik budaya lokal yang telah   Islam. Dengan basis pengetahuan   dengan masyarakat di luarnya yang   dengan makna keislaman tetapi juga
 berkembang selama berabad-abad.   keislaman yang mereka peroleh di   akan berkulminasi pada terbentuknya   mengandung makna keaslian Indonesia
 Sebaliknya, pesantren berupaya   pesantren, pemikiran Islam yang   bila-nilai baru yang diterima kedua   (indigenous). Sebabnya, lembaga yang
 mengakomodasi budaya lokal, dan   dikembangkan oleh para intelektual   belah pihak. 154  serupa pesantren ini sebenarnya sudah
 menggabungkannya dengan ajaran   muslim santri ini memiliki pijakan kuat   ada sejak masa kekuasaan Hindu-Budha.
 Islam. Penggunaan alat kesenian lokal   pada tradisi Islam yang berkembang   Lebih jauh, Wahid menyebut tiga elemen   Sehingga Islam tinggal meneruskan
 dalam dakwah Islam oleh para Wali   dalam sejarah Islam, yang diwariskan   utama yang menopang keberadaan   dan mengislamkan lembaga pendidikan
 Sanga adalah contoh yang paling nyata   di pesantren-pesantren. Dengan kata   pesantren sebagai subkultur: (1) pola   yang sudah ada. 156
 terlihat. Dengan adanya penerimaan,   lain, melalui basis keislaman yang kaya   kepemimpinan pesantren yang mandiri
 akulturasi, dan sinkretisme budaya   dari pesantren, para intelektual Muslim   dan tidak terko-optasi oleh negara, (2)   Kondisi tersebut dalam batas tertentu
 tersebut, tumbuh satu tradisi toleransi   santri ini akhirnya memiliki modal yang   kitab-kitab rujukan umum yang selalu   semakin membawa pesantren pada
 dan keterbukaan dalam Islam yang   cukup untuk bicara tentang Islam. 153  digunakan dari berbagai abad, dan (3)   posisi yang kuat di tengah-tengah
 berkembang di Indonesia.  sistem nilai yang digunakan adalah   masyarakat. Terlebih ketika nyatanya,
 Pesantren berkembang menjadi sistem   bagian dari masyarakat luas. 155  pesantren berhasil melahirkan
 Keempat, pesantren menjadi tempat   pendidikan tersendiri yang khas, dengan   sejumlah ulama—termasuk para
 berlangsungnya kontekstualisasi ajaran   kemampuan daya tahan yang unik.   Penting dicatat di sini bahwa hampir   pemimpin agama baik di lokal
 Islam. Tradisi kitab kuning dan syarh   Cukup beralasan jika Abdurahman   semua pesantren yang didirikan   maupun nasional—yang dalam



 388  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   389
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406