Page 410 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 410

berbeda tingginya, rangkang hanya satu   tulisan maupun lisan. Kedua, guru yang                     (Endnotes)                                 History of Modern Indonesia,…. hal.19,
            lantai saja, di kiri kanan gang terdapat   sedang membacakan naskah dikelilingi                     1   Endnotes:. A.H. Johns, 1989: 100       Jones, “Ten Conversion Myths from
            kamar-kamar kecil, masing-masing        muridnya, setelah selesai para murid itu                    2   Dunn 1995: 377-378; Yatim 2012 [III]:   Indonesia”….hal. 136-137.
            berfungsi sebagai kediaman bagi satu    diberikan kesempatan untuk bertanya.                            306).                              15  Lapidus (1967: 110-112)
                                                                                       198
            sampai tiga orang murid.  Ada juga      Dua metode ini dapat dianalogikan                                                                  16  Hisyam 2001: 20-1; de Graaf dan
                                   195
            penduduk yang mewakafkan rumahnya       dengan sorogan dan bandongan (halaqah)                      3   Rahim 1998: 101; 105                   Pigeaud 1985: 53-55.
            kepada guru agama untuk difungsikan     di pesantren Jawa.                                          4   Pires 1944 [I]: 182.
            sebagai rangkang. 196                                                                               5   Yatim 2012 [III]: 307.             17  de Graaf dan Pigeaud 1985: 52, 77
                                                                                                                6   Gibb 1994: IV, 876-7               18  Darban 1988: 34; Yatim 2012 [III]: 314.
            Di setiap rangkang itu ada seorang                                                                                                         19  Burhanudin 2007: 41
            teungku rangkang yang bertugas menjadi                                                              7   Wolters 1970: 175
            guru bantu atau pembimbing siswa.                                                                   8   Kathirithamby-Wells 1986: 256-267.  20  Hisyam 2001: 27.
            Sebenarnya teungku rangkang memiliki                                                                9   Wertheim1965: 286                  21  Hisyam 2001: 19.
            kesamaan fungsi dengan lurah pada                                                                   10  Hill 1960: 56-57; Jones 1979: 129-157  22  Hisyam 2001: 29-30. Mengenai
            pondok pesantren yang berada di pulau                                                               11  Hill 1963: 8; Marco Polo 1903: II, 284.  hierarki penghulu, lihat juga van den
            Jawa, yakni memelihara ketertiban dan                                                               12  Pires 1944: I, 144; 1944: II, 241-242  Berg (1886: 31).
            kebersihan dan memberi bimbingan                                                                                                           23  van den Berg 1882: 31.
            kepada siswa dalam belajar. Dalam hal                                                               13  Winstedt 1939: 177                 24  Rahim 1998: 102-03.
            ini teungku rangkang membantu para                                                                  14  Pada bagian lain Sejarah Melayu    25  Rahin 1998: 106-13.
            siswa melalui pengetahuan praktis,                                                                      diceritakan pula perihal datangnya
            misalnya, membimbing mereka untuk                                                                       ulama penting dari negeri Arab     26  Sebagaimana dicatat Yatim (2012
            memahami buku pikah (fikih) dan usuy                                                                    yang menetap di Malaka untuk           [III]: 316), di Banten baru pada
            (usul fikih) yang berbahasa Melayu                                                                      mengajar agama, serta singgahnya       awal abad ke-17 bahwa jabatan
            seperti Masâ’ilah, Bidâyah dan Sirât al-                                                                dua orang ulama dari Jawa dalam        kadi dipegang oleh orang-orang
            Muttaqîm.  197                                                                                          perjalanan menuju Pasai dan            setempat, yang berasal dari
                                                                                                                    Mekkah. Dua tokoh tersebut kelak       keturunan bangsawan. Orang
            Sedangkan metode mengajar yang                                                                          menjadi wali terkemuka, yakni          yang ditunjuk sebagai kadi setelah
            berlaku di rangkang ada dua: Pertama,                                                                   Sunan Giri dan Sunan Bonang.           kematian Sultan Abdul Mafakhir
            siswa bergantian mendatangi guru                                                                        Tentang ini lihat, Brown, C.C,         pada 1651 adalah seorang pangeran,
            dengan buku pelajaran. Di sisi lain,                                                                    “Sejarah Melayu’ or ‘Malay Annals’:    yaitu Pangeran Jayasantika.
            sang guru memberikan penjelasan yang                                                                    a translation of Raffles MS 18,”       Namun, ia menolak dan memilih
            secukupnya dengan bab tertentu. Setelah                                                                 Journal of the Malayan Branch of the   pergi tinggal di Makkah. Anggota
            guru memberi penjelasan biasanya                                                                        Royal Asiatic Society, Volume 25, No.   keluarga bangsawan lain, Entol
            murid disuruh membuat komentar baik                                                                     2 & 3, 1952, hal. 41-3, Ricklefs, A    Kawista, ditunjuk menduduki



         398    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   399
   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415