Page 412 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 412
jabatan tersebut. Orang ini, secara perjalana Ibnu Battuta dan sumber- 41 Hodgson dalam hal ini Journal of Southeast Asian History
kebetulan, juga merupakan orang sumber loka semisal Hikayat Raja- membedakan antara “Islam” Vol.2, No.2, 1961, hal.10-23. Lihat
Banten pertama yang diberi gelar Raja Pasai, bisa diasumsikan dengan sebagai agama umat Muslim dan juga, Muhammad Naguib al-Attas,
Pakih Najmuddin. Yatim 2012 [III]: kuat bahwa kerajaan Samudra “Islamicate”sebagai budaya dan Some Aspects of Sufism as Understood
316; van Bruinessen 1995: 249 Pasai juga telah memberlakukan tradisi yang terbentuk dalam and Practised among the Malays,
27 Djajadiningrat 1983: 7-8, 42-44. Lihat sejumlah aturan hukum melalui masyarakat Muslim. Hodgson 1974 (Singapore: Malaysian Sociological
juga Van Bruinessen (1995a: 170), lembaga kadi. Hanya saja, sumber- [I]: 58. Research Institute Ltd., 1963), hal. 21.
Azra (1992: 81). sumber yang ada mengacu pada 42 Hooker (1984: 5, 33). 63 A.H. Johns (1961: 10-23)
28 Milner 1983: 26-7 kerajaan Malaka. Oleh karena itu, 43 van Langen 1986: 54. 64 Muhaiman AG, Islam dalam Bingkai
29 Schrieke 1957 [II]: 241. pembahasan tentang praktik hukum 44 Lombard 1986: 106-9; Ito 1984: 159-60 Budaya Lokal Potret dari Cirebon,
30 Yatim 2012 [III] 316; Van Bruinessen di kerajaan Malaka ini sekaligus 45 van Langen 1986: 52; Ito 1984: 189-9 (Jakarta: Logos, 2001), hal. 338
meliputi kerajaan Samudra Pasai.
1995: 253-54. 46 Ito 1984: 184 65 Badri Yatim, ”Tarekat dan
31 Van Bruinessen 1995: 254 36 Fang [ed] 1976: 71 47 Ito 1984: 185-6. Perkembangannya’, dalam Taufik
32 Dalam studinya tentang kerajaan- 37 Dalam kaitan ini,penting juga 48 van Langen (1986: 51) Abdullah & AB Lapian (ed.),
kerajaan Melayu, Gullick dicatat pandangan Hooker (1984: Indonesia Dalam Arus Sejarah, Jilid III,
menghubungkan pengaruh Islam 10-13)yang menyebutkan bahwa 49 Reid 1993: 183 ”Kedatangan dan Peradaban Islam,”
dengan lembaga qādī, dalam arti penerapan hukum Islam yang lebih 50 Reid 1993: 182-183. (Jakarta, Ichtiar Baru van Hoeve,
bahwa karena “di sana tidak ada langsun—tanpa disandingkan 51 Reid 1993: 182; Yatim 2012 [III]: 312. 2012), hal. 365
Kathi… hingga masa proteksi dengan tradisi hukum pribumi— 52 Reid 1993: 182 66 Alwi Shihab, Islam Sufistik: Islam
Inggris”, dia menyimpulkan hanya berlaku dalam peraturan- Pertama dan Pengaruhnya hingga Kini
bahwa Islam “sampai taraf tertentu peraturan mengenai pernikahan. 53 Reid 1993: 182; Steenbrink 1993. di Indonesia (Bandung: Mizan, 2002),
bukanlah ‘agama kerajaan’” …dan Lebih lanjut di juga mencatat bahwa 54 Mattulada 1983: 238-39. hal.171-72, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi
“doktrin hukum Islam” tak pernah aturan hukum nikah tersebut secara 55 Mattulada 1983: 239. al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke
menjadi “hukum yang berlaku”. umum merupakan versi sederhana 56 Mattulada 1983: 235; Sewang 1997 Zaman, (Bandung: Pustaka, 1985),
Gullick (1965: 139); Milner (1984: 23). dan hasil daptasi hukum mazhab 57 Mattulada 1983: 245-46 hal. 234.
33 Winstedt 1938: 129 Syafi’i. Untuk kasus hukum ini 58 Mattulada 1983: 246. 67 Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilmu
34 Winstedt 1938: 157. dalam Undang-Undang Melaka, bisa Tarekat: Uraian tentang Mistik (Solo:
dibaca dalam Fang [ed] 176: 75-85; 59 Amal 2010: 64
35 Perlu ditegaskan bahwa dengan 127-135. CV Ramadhani,1985), Cetakan ke-III,
mengambil kasus Malaka, tidak 60 Amal 2010: 67 hal.74.
berarti bahwa lembaga serupa tidak 38 Fang [ed]1976: 75 61 Amal 2010: 200 68 Martin Van Bruinessen, Tarekat
ada di kerajaan Samudra Pasai. 39 Pires 1944 [II]: 248-250; 259-264 62 A. H. Johns, “Sufism as Category in Naqsyabandiyah di Indonesia
Bila mempertimbangan catatan 40 Thomaz 1993: 79. Indonesian Literature and History” (Bandung: Mizan, 1992), hal. 15
400 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 401

