Page 411 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 411

berbeda tingginya, rangkang hanya satu   tulisan maupun lisan. Kedua, guru yang   (Endnotes)  History of Modern Indonesia,…. hal.19,
 lantai saja, di kiri kanan gang terdapat   sedang membacakan naskah dikelilingi   1   Endnotes:. A.H. Johns, 1989: 100  Jones, “Ten Conversion Myths from
 kamar-kamar kecil, masing-masing   muridnya, setelah selesai para murid itu   2   Dunn 1995: 377-378; Yatim 2012 [III]:   Indonesia”….hal. 136-137.
 berfungsi sebagai kediaman bagi satu   diberikan kesempatan untuk bertanya.    306).  15  Lapidus (1967: 110-112)
 198
 sampai tiga orang murid.  Ada juga   Dua metode ini dapat dianalogikan   16  Hisyam 2001: 20-1; de Graaf dan
 195
 penduduk yang mewakafkan rumahnya   dengan sorogan dan bandongan (halaqah)   3   Rahim 1998: 101; 105  Pigeaud 1985: 53-55.
 kepada guru agama untuk difungsikan   di pesantren Jawa.  4   Pires 1944 [I]: 182.
 sebagai rangkang. 196  5   Yatim 2012 [III]: 307.  17  de Graaf dan Pigeaud 1985: 52, 77
            6   Gibb 1994: IV, 876-7                18  Darban 1988: 34; Yatim 2012 [III]: 314.
 Di setiap rangkang itu ada seorang                 19  Burhanudin 2007: 41
 teungku rangkang yang bertugas menjadi   7   Wolters 1970: 175
 guru bantu atau pembimbing siswa.   8   Kathirithamby-Wells 1986: 256-267.  20  Hisyam 2001: 27.
 Sebenarnya teungku rangkang memiliki   9   Wertheim1965: 286  21  Hisyam 2001: 19.
 kesamaan fungsi dengan lurah pada   10  Hill 1960: 56-57; Jones 1979: 129-157  22  Hisyam 2001: 29-30. Mengenai
 pondok pesantren yang berada di pulau   11  Hill 1963: 8; Marco Polo 1903: II, 284.  hierarki penghulu, lihat juga van den
 Jawa, yakni memelihara ketertiban dan   12  Pires 1944: I, 144; 1944: II, 241-242  Berg (1886: 31).
 kebersihan dan memberi bimbingan                   23  van den Berg 1882: 31.
 kepada siswa dalam belajar. Dalam hal   13  Winstedt 1939: 177  24  Rahim 1998: 102-03.
 ini teungku rangkang membantu para   14  Pada bagian lain Sejarah Melayu   25  Rahin 1998: 106-13.
 siswa melalui pengetahuan praktis,   diceritakan pula perihal datangnya
 misalnya, membimbing mereka untuk   ulama penting dari negeri Arab   26  Sebagaimana dicatat Yatim (2012
 memahami buku pikah (fikih) dan usuy   yang menetap di Malaka untuk   [III]: 316), di Banten baru pada
 (usul fikih) yang berbahasa Melayu   mengajar agama, serta singgahnya   awal abad ke-17 bahwa jabatan
 seperti Masâ’ilah, Bidâyah dan Sirât al-  dua orang ulama dari Jawa dalam   kadi dipegang oleh orang-orang
 Muttaqîm.  197  perjalanan menuju Pasai dan            setempat, yang berasal dari
                Mekkah. Dua tokoh tersebut kelak        keturunan bangsawan. Orang
 Sedangkan metode mengajar yang   menjadi wali terkemuka, yakni   yang ditunjuk sebagai kadi setelah
 berlaku di rangkang ada dua: Pertama,   Sunan Giri dan Sunan Bonang.   kematian Sultan Abdul Mafakhir
 siswa bergantian mendatangi guru   Tentang ini lihat, Brown, C.C,   pada 1651 adalah seorang pangeran,
 dengan buku pelajaran. Di sisi lain,   “Sejarah Melayu’ or ‘Malay Annals’:   yaitu Pangeran Jayasantika.
 sang guru memberikan penjelasan yang   a translation of Raffles MS 18,”   Namun, ia menolak dan memilih
 secukupnya dengan bab tertentu. Setelah   Journal of the Malayan Branch of the   pergi tinggal di Makkah. Anggota
 guru memberi penjelasan biasanya   Royal Asiatic Society, Volume 25, No.   keluarga bangsawan lain, Entol
 murid disuruh membuat komentar baik   2 & 3, 1952, hal. 41-3, Ricklefs, A   Kawista, ditunjuk menduduki



 398  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   399
   406   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416