Page 413 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 413

jabatan tersebut. Orang ini, secara   perjalana Ibnu Battuta dan sumber-  41  Hodgson dalam hal ini   Journal of Southeast Asian History
 kebetulan, juga merupakan orang   sumber loka semisal Hikayat Raja-  membedakan antara “Islam”   Vol.2, No.2, 1961, hal.10-23. Lihat
 Banten pertama yang diberi gelar   Raja Pasai, bisa diasumsikan dengan   sebagai agama umat Muslim dan   juga, Muhammad Naguib al-Attas,
 Pakih Najmuddin. Yatim 2012 [III]:   kuat bahwa kerajaan Samudra   “Islamicate”sebagai budaya dan   Some Aspects of Sufism as Understood
 316; van Bruinessen 1995: 249  Pasai juga telah memberlakukan   tradisi yang terbentuk dalam   and Practised among the Malays,
 27  Djajadiningrat 1983: 7-8, 42-44. Lihat   sejumlah aturan hukum melalui   masyarakat Muslim. Hodgson 1974   (Singapore: Malaysian Sociological
 juga Van Bruinessen (1995a: 170),   lembaga kadi. Hanya saja, sumber-  [I]: 58.  Research Institute Ltd., 1963), hal. 21.
 Azra (1992: 81).  sumber yang ada mengacu pada   42  Hooker (1984: 5, 33).  63  A.H. Johns (1961: 10-23)
 28  Milner 1983: 26-7  kerajaan Malaka. Oleh karena itu,   43  van Langen 1986: 54.  64  Muhaiman AG, Islam dalam Bingkai
 29  Schrieke 1957 [II]: 241.  pembahasan tentang praktik hukum   44  Lombard 1986: 106-9; Ito 1984: 159-60  Budaya Lokal Potret dari Cirebon,
 30  Yatim 2012 [III] 316; Van Bruinessen   di kerajaan Malaka ini sekaligus   45  van Langen 1986: 52; Ito 1984: 189-9  (Jakarta: Logos, 2001), hal. 338
 meliputi kerajaan Samudra Pasai.
 1995: 253-54.  46  Ito 1984: 184                   65  Badri Yatim, ”Tarekat dan
 31  Van Bruinessen 1995: 254  36  Fang [ed] 1976: 71  47  Ito 1984: 185-6.  Perkembangannya’, dalam Taufik
 32  Dalam studinya tentang kerajaan-  37  Dalam kaitan ini,penting juga   48  van Langen (1986: 51)  Abdullah & AB Lapian (ed.),
 kerajaan Melayu, Gullick   dicatat pandangan Hooker (1984:   Indonesia Dalam Arus Sejarah, Jilid III,
 menghubungkan pengaruh Islam   10-13)yang menyebutkan bahwa   49  Reid 1993: 183  ”Kedatangan dan Peradaban Islam,”
 dengan lembaga qādī, dalam arti   penerapan hukum Islam yang lebih   50  Reid 1993: 182-183.  (Jakarta, Ichtiar Baru van Hoeve,
 bahwa karena “di sana tidak ada   langsun—tanpa disandingkan   51  Reid 1993: 182; Yatim 2012 [III]: 312.  2012), hal. 365
 Kathi… hingga masa proteksi   dengan tradisi hukum pribumi—  52  Reid 1993: 182  66  Alwi Shihab, Islam Sufistik: Islam
 Inggris”, dia menyimpulkan   hanya berlaku dalam peraturan-  Pertama dan Pengaruhnya hingga Kini
 bahwa Islam “sampai taraf tertentu   peraturan mengenai pernikahan.   53  Reid 1993: 182; Steenbrink 1993.  di Indonesia (Bandung: Mizan, 2002),
 bukanlah ‘agama kerajaan’” …dan   Lebih lanjut di juga mencatat bahwa   54  Mattulada 1983: 238-39.  hal.171-72, Abu al-Wafa’ al-Ghanimi
 “doktrin hukum Islam” tak pernah   aturan hukum nikah tersebut secara   55  Mattulada 1983: 239.  al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke
 menjadi “hukum yang berlaku”.   umum merupakan versi sederhana   56  Mattulada 1983: 235; Sewang 1997  Zaman, (Bandung: Pustaka, 1985),
 Gullick (1965: 139); Milner (1984: 23).  dan hasil daptasi hukum mazhab   57  Mattulada 1983: 245-46  hal. 234.
 33  Winstedt 1938: 129  Syafi’i. Untuk kasus hukum ini   58  Mattulada 1983: 246.  67  Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilmu
 34  Winstedt 1938: 157.  dalam Undang-Undang Melaka, bisa   Tarekat: Uraian tentang Mistik (Solo:
 dibaca dalam Fang [ed] 176: 75-85;   59  Amal 2010: 64
 35  Perlu ditegaskan bahwa dengan   127-135.           CV Ramadhani,1985), Cetakan ke-III,
 mengambil kasus Malaka, tidak   60  Amal 2010: 67      hal.74.
 berarti bahwa lembaga serupa tidak   38  Fang [ed]1976: 75  61  Amal 2010: 200  68  Martin Van Bruinessen, Tarekat
 ada di kerajaan Samudra Pasai.   39  Pires 1944 [II]: 248-250; 259-264  62  A. H. Johns, “Sufism as Category in   Naqsyabandiyah di Indonesia
 Bila mempertimbangan catatan   40  Thomaz 1993: 79.  Indonesian Literature and History”   (Bandung: Mizan, 1992), hal. 15



 400  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   401
   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418