Page 417 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 417

Hussain (1992), meski dalam   121  Karel Steenbrink, Beberapa Aspek   128  Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan   Janggut, pada 1663. Husni Rahim,
 sejumlah kutipan juga diambil dari   tentang Islam di Indonesia Abad ke-  Islam di Indonesia (Jakarta: Mutiara   Sistem Otoritas, h. 206-207.
 edisi lain yang lebih pendek, yang   19 (Jakarta: Bulan Bintang, 1984),   Sumber Widya, 1995), h. 223.   132  Yatim 2012 [III]
 diselenggarakan Jamsari Jusuf   h. 165-172; Ann Kumar, The Diary   129  Hasan Muarif Ambary, Menemukan   133  Laffan, 2010.
 (1979). Mengenai teks Taj us-Salatin,   of a Javanese Muslim, Religion,   Peradaban Jejak Arkeologis dan Historis
 lihat antara lain Winstedt (1969: 95-7;   Politics and the Pesantren 1883-1889   Islam Indonesia (Jakarta: Logos, 1998),   134  Cortesao, 1994: 182, 241.
 1920: 37-38), Iskandar (1965), Hussain   (Canberra: Faculty of Asian Studies   h. 17.   135  A. Teeuw dan DK. Wyatt, 1970: 71-78
 (1992: xvii-xxv).  Monographs, Australian National   130  Husni Rahim, Sistem Otoritas &   136  Barbara Watson Andaya dan
 110  Hussain 1992: 5.  University, 1985), h. 41-42.  Administrasi Islam: Studi tentang   Leonard Y. Andaya (1982: 58)
 111  Abdullah 1993: 45.  122  Karel Steenbrink, Pesantren,   Pejabat Agama Masa Kesultanan dan   137  Tuan Masha’ikh (nama panggilan
 112  Hussain 1992: 64.  Madrasah, Sekolah, h. 19.  Kolonial di Palembang (Jakarta: Logos,   dan bukan nama asli) tiba di Sulu
                                                        setelah cucu-cucunya menjadi
 113  Hussain 1992: 71-91.  123  Azyumardi Azra, “Education, Law,   1998), h. 110.  kepala Maimbung saat Raja Baginda
 Mysticism”.
 114  Hussain 1992: 156-7.  131  Masjid ini dapat dikatakan sebagai   datang ke Bwansa sekitar 1397 M.
 124  Stephen Feinstein, Marco Polo: Amazing   masjid kesultanan yang ketiga.
 115  Hussain 1992: 159.  Yang pertama adalah masjid    Dia mungkin merupakan yang
 Adventures in China, Great Explorers
 116  Hussain 1992: 14.  of the World, (Enslow Publishers, Inc.,   lama, terletak di kraton Kota   pertama yang datang di Maimbung,
 117  Hussain 1992: 48  2009).  Cawang, tempat menetap pertama   tapi tidak di Sulu. Kenyataan ini
                                                        dapat dihubungkan dengan batu
                rombongan Ki Geding Suro Tua
 118  Uka Tjandrasasmita, The Arrival   125  Ibn Battûtah, Rihlah ibn Battûtah   nisan asing di Bud Dato, dekat Jolo,
 and Expansion of Islam in Indonesia   al-Musammah Tuhfah al-Nazzar fî   sekitar 1552. Ki Geding Suro Tua   tertanggal 710 H (1310 M). Batu
 Relating to Southeast Asia (Jakarta:   Gharâ’ib al-Amshar wa ‘Aia’ib al-Asfar   adalah seorang pangeran asal   nisan tersebut dihubungkan dengan
 Masagung Foundation, 1985)  (T.tp.: Dar al-Kutub al-`Ilmiyyah,   Jawa yang melarikan diri Jawa   Tuan Maqbalu, mungkin nama asli
                menyusul terjadinya kericuhan di
 119  De Graaf dan Piageaud, Kerajaan-  1413 H/1992 M), h. 621. Lihat juga   Kerajaan Demak yang berakibat   dari Tuan Mashaik. Lihat, Cesar
 Kerajaan Islam di Jawa (Jakarta: Grafiti   Ibn Battuta, Travels in Asia and Africa:   berpindahnya kekuasaan Jawa   Adib Majul, 1981: 178.
 Press, 1989), h. 246.  1325 – 1354 (transled by H.A.R.   ke Pajang. Dia kemudian dikenal   138  Cesar Adib Majul menduga Karim
 Gibbs, London, Asian Educational
 120  Clifford Geertz, “The Javanese Kijaji:   sebagai pendidi dinasti Islam Jawa   al Makhdum tiba di Sulu pada
 The Changing Role of a Cultural   Service, 1929). Lihat juga Ross E.   di Palembang. Masjid ini terbakar   10 tahun terakhir Raja Baginda,
 Broker”, Comparative Studies in   Dunn, The Adventures of Ibn Battuta:   ketika ekspedisi Mayor Joan van   yaitu pada 1380 M sebagaimana
 Society and History, Volume II, 1960,   A Muslim Traveler of the 14th Century.   Der Laen ke Palembang pada 1659.   disebutkan juga dalam semua
 h. 231; Karel Steenbrink, Pesantren,   (Edisi Revisi), (Berkeley: University   Setelah itu, Sultan Abdurrahman   tarsila. Cesar Adib Majul, 1981: 178.
 Madrasah, Sekolah, Pendidikan Islam   of California Press, 2005).  membangun masjid baru, masjid   139  Cesar Adib Majul, 1987: 21; H.J. de
 dalam Kurun Modern (Jakarta: LP3ES,   126  Gibb 1994: IV, 876-7  kesultanan kedua, tidak jauh dari   Graaf, 1970: 123-154;Tjandrasasmita,
 1986), h. 19.  127  Yatim 2012 [III]  istana sultan, Dalam Beringin   2009.



 404  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   405
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422