Page 420 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 420
kalangan priyayi. Pendidikan di Faqih Saghir Sami’ Syekh Jalaluddin 175 Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan juga Winstedt (1969: 20-25); Rinkes
pesantren merupakan salah satu Ahmad Kuto Tuo menghubungkan Islam Tradisional, h. 63. 1909: 9-10).
bagian pokok dalam perjalanan sejarah Islam dari masa ketika 176 Marsden 1811: 346 181 Badri Yatim, “Perkembangan
menjadi priyayi. Lihat Moertono pertama kali diperkenalkan kepada 177 Wilayah pesisir barat Minangkabau Lembaga Pendidikan Islam”, dalam
(1968: 96-97; juga Abdullah (1987: 93- masyarakat Minangkabau hingga yang pertama kali terislamkan Azyumardi Azra dan Hassan
96). masa pembaruan Islam oleh gerakan adalah Tiku, pelabuhan dagang Muarif Ambary (Ed.). Sejarah
166 Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan Padri. Naskah ini kemungkinan utamanya; Pariaman dan Ulakan Indonesia III. Islam di Indonesia:
Islam Tradisional, h. 8. ditulis pada 1824 dalam bahasa mengikuti setelah ditetapkannya Pembentukan dan Dinamika Tradisi
167 Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan Melayu. Dobbin 1983: 124. Terkait pengawasan Aceh atas pantai (Jakarta: Depbudpar, 2006), hal. 424
Islam Tradisional dalam Transisi dan Studi-studi tentang naskah tersebut tersebut. Dobbin 1983: 119. Untuk 182 Taufik Abdullah, ed., Agama dan
Modernisasi (Jakarta: Logos Wacana lihat J.J. Hollander (1857); juga pembahasan yang lebih rinci Perubahan Sosial (Jakarta: CV
Ilmu, 2003), h. 47. Buku ini adaptasi Steenbrink (1984: 37-43). mengenai topik ini, lihat juga Azra Rajawali, 1983), h. 120. Dulu,
tesis MA Azyumardi Azra, The Rise 171 van Ronkel 1914: 289-290; Azra 1990: (2003: 43-44); Winstedt (1917: 170- memang meunasah itu hanya
and Decline of the Minangkabau Surau: 67-68. 175). berfungsi tempat menginap dan
A Traditional Islamic Educational 172 Mesti dicatat bahwa pada saat Syekh 178 Dobbin 1983: 121 tahap selanjutnya tempat beribadah,
Institution in West Sumatera During Burhanuddin mendirikan Tarekat- 179 Penting untuk ditegaskan di sini, tetapi itu mengalami perkembangan
the Dutch Colonial Period, di Surau Ulakan, di Minangkabau jenis hubungan antara rantau pesat terutama dari segi fungsinya.
Departement of Middle Eastern telah muncul tarekat Sufi lain, dan darek, yang menunjukan 183 Taufik Abdullah, ed., Agama, h. 50.
Langauges and Cultures, Columbia yaitu tarekat Naqsyabandiyah dan pertentangan dan penyesuaian 184 Istilah “dayah”—terkadang
University, New York, 1988. Qādiriyah. Tarekat Naqsyabandiyah antara Islam dan kebiasaan setempat dilafalkan juga dengan de’ah atau
168 Beberapa bidang ilmu diajarkan di kemungkinan besar didirikan pada (adat), dan merupakan salah satu ciri dee’ah—agaknya diturunkan dari
surau adalah ‘ilm nahw, ‘ilm sharf, dekade pertama abad ke-17 oleh utama dinamika dan perkembangan bahasa Arab, zāwiyya, secara harfiah
‘ilm ma’ani, bayan, dan badi’, ‘ilm seorang ulama dari Pasai. Tarekat ini Islam di Minangkabau. Untuk berarti “sudut”. Bagi sejumlah
mantiq, ‘ilm fiqh, ‘ilm tawhid, ‘ilm menyebar terutama di Lima Puluh pembahasan yang menyeluruh sarjana Aceh sekarang ini, dayah
tasawuf, ‘ilm tafsir. Cod Or. 6987 UB Koto dan Tanah Datar. Tarekat tentang hal ini, lihat Abdullah (1966: diyakini telah ada di awal proses
Leiden University, Ontvangen van V. lainnya, Qādiriyah, terutama 1-24; dan 1971: 1-25). masuknya Islam di wilayah itu.
van Os, 31 December 1885. berpusat di wilayah pesisir pantai 180 Dobbin (1983: 121) menyatakan Lihat misalnya Hasjmi (1975:
5-38); Amiruddin (1994: 41-42);
169 Yunus 1979: 20-21. dan Agam. Lihat Azra (2003: 63-64); bahwa praktik-praktik sufi dengan dan lihat juga Snouck Hurgronje
Dobbin (1983: 121); juga Steenbrink
170 Kutipan di atas berasal dari Hikayat penyebutan nama Tuhan berulang- (1906 I: 63-64). Cukup mengejutkan
Jalaluddin, satu-satunya naskah (1984: 177-185). ulang, bernyanyi, dan menari bahwa Snouck Hurgronje tidak
Melayu yang memuat sejarah Islam 173 Dobbin 1983: 124. dengan musik adalah juga di antara memberikan penjelasan yang rinci
di Minangkabau. Dalam Hikayat ini, 174 Abdullah 1966: 8-9. praktik agama perdukunan. Lihat tentang keberadaan dayah.
408 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 409

