Page 421 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 421

kalangan priyayi. Pendidikan di   Faqih Saghir Sami’ Syekh Jalaluddin   175  Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan   juga Winstedt (1969: 20-25); Rinkes
 pesantren merupakan salah satu   Ahmad Kuto Tuo menghubungkan   Islam Tradisional, h. 63.  1909: 9-10).
 bagian pokok dalam perjalanan   sejarah Islam dari masa ketika   176  Marsden 1811: 346  181  Badri Yatim, “Perkembangan
 menjadi priyayi. Lihat Moertono   pertama kali diperkenalkan kepada   177  Wilayah pesisir barat Minangkabau   Lembaga Pendidikan Islam”, dalam
 (1968: 96-97; juga Abdullah (1987: 93-  masyarakat Minangkabau hingga   yang pertama kali terislamkan   Azyumardi Azra dan Hassan
 96).  masa pembaruan Islam oleh gerakan   adalah Tiku, pelabuhan dagang   Muarif Ambary (Ed.). Sejarah
 166  Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan   Padri. Naskah ini kemungkinan   utamanya; Pariaman dan Ulakan   Indonesia III. Islam di Indonesia:
 Islam Tradisional, h. 8.  ditulis pada 1824 dalam bahasa   mengikuti setelah ditetapkannya   Pembentukan dan Dinamika Tradisi
 167  Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan   Melayu. Dobbin 1983: 124. Terkait   pengawasan Aceh atas pantai   (Jakarta: Depbudpar, 2006), hal. 424
 Islam Tradisional dalam Transisi dan   Studi-studi tentang naskah tersebut   tersebut. Dobbin 1983: 119. Untuk   182  Taufik Abdullah, ed., Agama dan
 Modernisasi (Jakarta: Logos Wacana   lihat J.J. Hollander (1857); juga   pembahasan yang lebih rinci   Perubahan Sosial (Jakarta: CV
 Ilmu, 2003), h. 47. Buku ini adaptasi   Steenbrink (1984: 37-43).  mengenai topik ini, lihat juga Azra   Rajawali, 1983), h. 120. Dulu,
 tesis MA Azyumardi Azra, The Rise   171  van Ronkel 1914: 289-290; Azra 1990:   (2003: 43-44); Winstedt (1917: 170-  memang meunasah itu hanya
 and Decline of the Minangkabau Surau:   67-68.  175).  berfungsi tempat menginap dan
 A Traditional Islamic Educational   172  Mesti dicatat bahwa pada saat Syekh   178  Dobbin 1983: 121  tahap selanjutnya tempat beribadah,
 Institution in West Sumatera During   Burhanuddin mendirikan Tarekat-  179  Penting untuk ditegaskan di sini,   tetapi itu mengalami perkembangan
 the Dutch Colonial Period, di   Surau Ulakan, di Minangkabau   jenis hubungan antara rantau   pesat terutama dari segi fungsinya.
 Departement of Middle Eastern   telah muncul tarekat Sufi lain,   dan darek, yang menunjukan   183  Taufik Abdullah, ed., Agama, h. 50.
 Langauges and Cultures, Columbia   yaitu tarekat Naqsyabandiyah dan   pertentangan dan penyesuaian   184  Istilah “dayah”—terkadang
 University, New York, 1988.  Qādiriyah. Tarekat Naqsyabandiyah   antara Islam dan kebiasaan setempat   dilafalkan juga dengan de’ah atau
 168  Beberapa bidang ilmu diajarkan di   kemungkinan besar didirikan pada   (adat), dan merupakan salah satu ciri   dee’ah—agaknya diturunkan dari
 surau adalah ‘ilm nahw, ‘ilm sharf,   dekade pertama abad ke-17 oleh   utama dinamika dan perkembangan   bahasa Arab, zāwiyya, secara harfiah
 ‘ilm ma’ani, bayan, dan badi’, ‘ilm   seorang ulama dari Pasai. Tarekat ini   Islam di Minangkabau. Untuk   berarti “sudut”. Bagi sejumlah
 mantiq, ‘ilm fiqh, ‘ilm tawhid, ‘ilm   menyebar terutama di Lima Puluh   pembahasan yang menyeluruh   sarjana Aceh sekarang ini, dayah
 tasawuf, ‘ilm tafsir. Cod Or. 6987 UB   Koto dan Tanah Datar. Tarekat   tentang hal ini, lihat Abdullah (1966:   diyakini telah ada di awal proses
 Leiden University, Ontvangen van V.   lainnya, Qādiriyah, terutama   1-24; dan 1971: 1-25).  masuknya Islam di wilayah itu.
 van Os, 31 December 1885.  berpusat di wilayah pesisir pantai   180  Dobbin (1983: 121) menyatakan   Lihat misalnya Hasjmi (1975:
                                                        5-38); Amiruddin (1994: 41-42);
 169  Yunus 1979: 20-21.  dan Agam. Lihat Azra (2003: 63-64);   bahwa praktik-praktik sufi dengan   dan lihat juga Snouck Hurgronje
 Dobbin (1983: 121); juga Steenbrink
 170  Kutipan di atas berasal dari Hikayat   penyebutan nama Tuhan berulang-  (1906 I: 63-64). Cukup mengejutkan
 Jalaluddin, satu-satunya naskah   (1984: 177-185).  ulang, bernyanyi, dan menari   bahwa Snouck Hurgronje tidak
 Melayu yang memuat sejarah Islam   173  Dobbin 1983: 124.  dengan musik adalah juga di antara   memberikan penjelasan yang rinci
 di Minangkabau. Dalam Hikayat ini,   174  Abdullah 1966: 8-9.  praktik agama perdukunan. Lihat   tentang keberadaan dayah.



 408  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   409
   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425   426