Page 418 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 418
140 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi berarti “orang yang tahu buku-buku Oxvord University Press, 2007), h. yang diberikan oleh para penguasa
Pesantren: Studi tentang Pandangan suci”. Dhofier, Tradisi Pesantren,.... h. 217. kepada para pemuka agama untuk
Hidup Kiyai, Edisi Baru (Jakarta: 18. 154 Abdurrahman Wahid, ”Pesantren tujuan keagamaan. Keberadaan
LP3ES, 2011), h. 28-29. 149 Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai Subkultur”, dalam M. desa perdikan berlanjut selama
141 Laffan, 2001: 38. menyebut ‘pondok’ dan ‘pesantren’ Dawam Rahardjo (ed), Pesantren dan masa Islam di Kerajaan Mataram
142 Martin van Bruinessen, Kitab Kuning, dengan pengertian sama, yaitu Pembaharuan, (Jakarta: LP3ES, 1974), dengan fungsi yang hampir sama.
Pesantren dan Tarekat, Tradisi-tradisi “asrama dan tempat murid-murid h. 40. Untuk pembahasan yang lebih
Islam di Indonesia (Bandung: Mizan, belajar mengaji”. Lihat W.J.S. 155 Abdurrahman Wahid, “Pesantren rinci mengenai desa perdikan, lihat
misalnya Schrieke (1919: 319-
1999), cetakan ke-3, h. 25. Poerwodarminto, Kamus Umum Masa Depan”, dalam Marzuki 432): Fokkens (1886: 477-517); juga
143 Kartodirdjo 1966: 93. Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Wahid, Suwendi, dan Saefuddin Steenbrink (1984: 165-172).
144 Harry J. Benda (1983: 12-13) Pustaka, 1987), h. 446 Zuhri, (ed.), Pesantren Masa 162 Sumber-sumber arsip istana
Depan: Wacana Pemberdayaan dan
145 Geertz 1960a: 231-2. 150 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Transformasi Pesantren, (Bandung: Mataram Yogyakarta dari abad ke-18
Pesantren, h. 44-55.
146 Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan Pustaka Hidayah, 1999), h. 14. menunjukkan bahwa urusan-urusan
Islam Tradisional, h. 146-150. 151 Tentang peran pesantren 156 Nurcholis Madjid, Bilik-Bilik keagamaan merupakan salah satu
147 Tentang pesantren di Thailand sebagai cultural maintenance, lihat Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan, perhatian utama para penguasa
Abdurrahman Mas’ud, “Memahami
Selatan (Pattani) lihat antara lain Agama Damai Dunia Pesantren,” (Jakarta: Paramadina, 1997), hal.3 Jawa, seperti: pembayaran zakat oleh
Hasan Madmarin, The Pondok and Prolog dalam Badrus Sholeh (ed), 157 M. Dawam Rahardjo, ”Dunia istana kepada sejumlah kelompok
Madrasah in Pattani (Bangi: Penerbit Pesantren dalam Peta keagamaan, bantuan bagi para haji
University Kebangsaan Malaysia, Budaya Damai Komunitas Pesantren, Pembaharuan”, dalam M. Dawam dari Jawa ke Mekkah, pemberian
1999); Sedangkan untuk Malaysia (Jakarta: LP3ES, LSAF, dan TAF, Rahardjo (ed), Pesantren dan dana untuk memperbaiki masjid
antara lain Rosnani Hashim, 2007), h. xxii-xxiii. Pembaharuan, (Jakarta: LP3ES, 1984), di wilayah kekuasaan kerajaan,
Educational Dualism in Malaysia, 152 Nurcholish Madjid, “Islamic Roots h. 54. dan memberikan sawah kepada
Implications for Theory and Practice, of Modern Pluralism: Indonesian sejumlah agamawan. Moertono 1968:
(Kuala Lumpur: Oxford University Experiences,” dalam Studia Islamika, 158 Fokkens 1886: 489-497. 83. Lihat juga Carey (1980: 170-176).
Press,1996). Lihat juga Manfred vol. 1, no. 1 (April-Juni), 1994, h. 59. 159 van der Chijs 1864: 218 163 Fokkens 1886: 483; Steenbrink 1984:
Ziemek, Pesantren dalam Perubahan 153 M. Syafii Anwar, “The Clash 160 van der Chijs 1864: 215-219 169).
Sosial (Jakarta: P3M, 1986), h. 98-99. of Religio-Political Thought: 161 Desa Perdikan (arti harfiahnya “desa 164 Dhofier 1982: 44-45
148 Istilah “santri” sering dikaitkan The Contest Between Radical- yang dibebaskan dari kewajiban 165 Dalam jangka waktu tertentu,
dengan istilah “sastri” (Sanskerta) Conservative Islam and Progressive- pajak atau upeti”) datang dari pesantren juga menggelar
dan “sattiri” (Tamil) yang berarti Liberal Islam in Post-Soeharto tradisi politik Jawa pra-Islam, pendidikan keislaman bagi para
“guru mengaji”. Juga dikaitkan Indonesia,” dalam T.N. Srinivasan, khususnya kerajaan Hindu-Budha di petinggi kerajaan Jawa (priyayi),
dengan “shastri” (Hindi) yang The Future of Secularism, (New Delhi: Majapahit, adalah tanah pemberian lebih tepatnya lagi bagi putera
406 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 407

