Page 419 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 419

140  Zamakhsyari Dhofier, Tradisi   berarti “orang yang tahu buku-buku   Oxvord University Press, 2007), h.   yang diberikan oleh para penguasa
 Pesantren: Studi tentang Pandangan   suci”. Dhofier, Tradisi Pesantren,.... h.   217.  kepada para pemuka agama untuk
 Hidup Kiyai, Edisi Baru (Jakarta:   18.  154  Abdurrahman Wahid, ”Pesantren   tujuan keagamaan. Keberadaan
 LP3ES, 2011), h. 28-29.  149  Kamus Besar Bahasa Indonesia   sebagai Subkultur”, dalam M.   desa perdikan berlanjut selama
 141  Laffan, 2001: 38.  menyebut ‘pondok’ dan ‘pesantren’   Dawam Rahardjo (ed), Pesantren dan   masa Islam di Kerajaan Mataram
 142  Martin van Bruinessen, Kitab Kuning,   dengan pengertian sama, yaitu   Pembaharuan, (Jakarta: LP3ES, 1974),   dengan fungsi yang hampir sama.
 Pesantren dan Tarekat, Tradisi-tradisi   “asrama dan tempat murid-murid   h. 40.  Untuk pembahasan yang lebih
 Islam di Indonesia (Bandung: Mizan,   belajar mengaji”. Lihat W.J.S.   155  Abdurrahman Wahid, “Pesantren   rinci mengenai desa perdikan, lihat
                                                        misalnya Schrieke (1919: 319-
 1999), cetakan ke-3, h. 25.  Poerwodarminto, Kamus Umum   Masa Depan”, dalam Marzuki   432): Fokkens (1886: 477-517); juga
 143  Kartodirdjo 1966: 93.  Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai   Wahid, Suwendi, dan Saefuddin   Steenbrink (1984: 165-172).
 144  Harry J. Benda (1983: 12-13)  Pustaka, 1987), h. 446  Zuhri, (ed.), Pesantren Masa   162  Sumber-sumber arsip istana
                Depan: Wacana Pemberdayaan dan
 145  Geertz 1960a: 231-2.  150  Zamakhsyari Dhofier, Tradisi   Transformasi Pesantren, (Bandung:   Mataram Yogyakarta dari abad ke-18
 Pesantren, h. 44-55.
 146  Azyumardi Azra, Surau, Pendidikan   Pustaka Hidayah, 1999), h. 14.  menunjukkan bahwa urusan-urusan
 Islam Tradisional, h. 146-150.  151  Tentang peran pesantren   156  Nurcholis Madjid, Bilik-Bilik   keagamaan merupakan salah satu
 147  Tentang pesantren di Thailand   sebagai cultural maintenance, lihat   Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan,   perhatian utama para penguasa
 Abdurrahman Mas’ud, “Memahami
 Selatan (Pattani) lihat antara lain   Agama Damai Dunia Pesantren,”   (Jakarta: Paramadina, 1997), hal.3  Jawa, seperti: pembayaran zakat oleh
 Hasan Madmarin, The Pondok and   Prolog dalam Badrus Sholeh (ed),   157  M. Dawam Rahardjo, ”Dunia   istana kepada sejumlah kelompok
 Madrasah in Pattani (Bangi: Penerbit   Pesantren dalam Peta   keagamaan, bantuan bagi para haji
 University Kebangsaan Malaysia,   Budaya Damai Komunitas Pesantren,   Pembaharuan”, dalam M. Dawam   dari Jawa ke Mekkah, pemberian
 1999); Sedangkan untuk Malaysia   (Jakarta: LP3ES, LSAF, dan TAF,   Rahardjo (ed), Pesantren dan   dana untuk memperbaiki masjid
 antara lain Rosnani Hashim,   2007), h. xxii-xxiii.  Pembaharuan, (Jakarta: LP3ES, 1984),   di wilayah kekuasaan kerajaan,
 Educational Dualism in Malaysia,   152  Nurcholish Madjid, “Islamic Roots   h. 54.  dan memberikan sawah kepada
 Implications for Theory and Practice,   of Modern Pluralism: Indonesian   sejumlah agamawan. Moertono 1968:
 (Kuala Lumpur: Oxford University   Experiences,” dalam Studia Islamika,   158  Fokkens 1886: 489-497.  83. Lihat juga Carey (1980: 170-176).
 Press,1996). Lihat juga Manfred   vol. 1, no. 1 (April-Juni), 1994, h. 59.  159  van der Chijs 1864: 218  163  Fokkens 1886: 483; Steenbrink 1984:
 Ziemek, Pesantren dalam Perubahan   153  M. Syafii Anwar, “The Clash   160  van der Chijs 1864: 215-219  169).
 Sosial (Jakarta: P3M, 1986), h. 98-99.  of Religio-Political Thought:   161  Desa Perdikan (arti harfiahnya “desa   164  Dhofier 1982: 44-45
 148  Istilah “santri” sering dikaitkan   The Contest Between Radical-  yang dibebaskan dari kewajiban   165  Dalam jangka waktu tertentu,
 dengan istilah “sastri” (Sanskerta)   Conservative Islam and Progressive-  pajak atau upeti”) datang dari   pesantren juga menggelar
 dan “sattiri” (Tamil) yang berarti   Liberal Islam in Post-Soeharto   tradisi politik Jawa pra-Islam,   pendidikan keislaman bagi para
 “guru mengaji”. Juga dikaitkan   Indonesia,” dalam T.N. Srinivasan,   khususnya kerajaan Hindu-Budha di   petinggi kerajaan Jawa (priyayi),
 dengan “shastri” (Hindi) yang   The Future of Secularism, (New Delhi:   Majapahit, adalah tanah pemberian   lebih tepatnya lagi bagi putera



 406  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   407
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424