Page 424 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 424
Bab VII
Jaringan Intelektual dan
Dinamika Keislaman
Azyumardi Azra
engkaji subyek tentang jaringan ketiga pada masa pasca-kemerdekaan,
intelektual dan keilmuan Islam khususnya sejak akhir 1970-an. Ketiga
MIndonesia atau Asia Tenggara periode ini mencerminkan pergeseran
dengan Islam Timur Tengah, Asia dan perubahan di Timur Tengah yang
Selatan dan kawasan Dunia Islam yang juga mempengaruhi jaringan keilmuan,
sudah terbentuk sejak akhir abad ke- wacana intelektual dan kiprah para
16, ada satu argumen pokok penulis. penuntut ilmu asal Asia Tenggara.
Argumen itu adalah bahwa lulusan Sebaliknya, situasi dan perkembangan
atau mereka yang pernah menimba di tanahair sendiri juga mempengaruhi
ilmu di Timur Tengah—baik yang dinamika jaringan keilmuan dan
tidak mendapat gelar akademis atau intelektualisme dan praksis para
mendapatkannya—khususnya sejak abad penuntut ilmu yang tengah belajar di
ke-17 memiliki peran penting dalam Timur Tengah.
dinamika dan pembentukan tradisi
Islam Indonesia atau Asia Tenggara
secara keseluruhan. Ashab al-Jawiyyin
Bab ini membagi perjalanan historis Tidak ragu lagi, dalam periode pertama,
jaringan intelektual, keilmuan dan yang mencakup setidaknya sejak abad
peranan alumni Timur Tengah dalam ke-17 sampai perempatan terakhir abad
dinamika keagamaan Asia Tenggara ke-19 atau awal abad ke-20, Makkah dan
atau Kepulauan Nusantara atau kini Madinah lagi merupakan tempat utama
lebih terbatas Indonesia, secara kasar para penuntut ilmu yang datang dari
dapat dibagi menjadi tiga periode besar; “bilad al-jawa”—sebagaimana sumber-
pertama, periode sejak abad ke-17 sumber Arab menyebut Kepulauan
sampai perempatan terakhir abad ke-19; Nusantara atau Asia Tenggara sekarang.
kedua, periode akhir abad ke-19 dan Para penuntut ilmu dari “bilad al-Jawa”
awal abad ke-20 sampai masa pergerakan itu, selanjutnya disebut naskah-naskah
nasional dan kemerdekaan; dan dan sumber-sumber Arab lainnya
Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 413

