Page 429 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 429

Melayu. Karya-karya seperti ini, yang   tengah bangkit di Timur Tengah,   menunjukkan kenyataan lain; mereka   Muangthai—kemudian Thailand yang
 naskah-naskah menyebar dalam waktu   sementara ulama Jawi ini, khususnya   sebaliknya malah sangat prolific, dan   menaklukkan wilayah Kesultanan
 singkat ke berbagai tempat di Kepulauan   al-Bantani dan Ahmad Khatib al-  produktif banyak karya dalam berbagai   Muslim Patani (1516-1902) sejak awal
 Nusantara tidak ragu lagi memiliki   Minangkabawi juga mengembangkan   bidang kajian Islam. Dan, bahkan kajian-  abad ke-20. Karena itu, para ulama
 peranan penting dalam pembaruan dan   sikap kritis terhadap esotorisme   kajian komparatif seperti yang dilakukan   Patani tidak terlibat langsung dalam
 peningkatan pemahaman terhadap Islam   Islam. Kritisisme mereka tertuju tidak   misalnya oleh Ann Marie Schimmel dan   upaya pengembangan dan penyebaran
 dalam masyarakat Muslim di wilayah   kepada tasawwuf as such, tetapi lebih   Bukhari Lubis tentang intelektualisme   pemikiran Islam Nusantara secara
 ini. Karya-karya produk ulama Jawi abad   kepada tarekat dengan para syaikh dan   Islam di berbagai kawasan Dunia   keseluruhan.
 ke-17—hemat saya—telah mendorong   mursyidnya yang cenderung menuntut   Muslim menunjukkan, bahwa karya-  Meski demikian, beberapa ulama
 terjadinya gelombang pembaruan Islam   taklid dan kepatuhan yang berlebih-  karya ulama Jawi ini merupakan karya   Patani dalam masa Kesultanan Patani
 yang pertama di Kepulauan Nusantara.  lebihan dari para murid anggota tarekat.   intelektual bernilai tinggi dan genius.  berkiprah di Nusantara. Termasuk di
 Selain itu, praktek-praktek tarekat
 Kecenderungan intelektualisme Islam   cenderung bercampur baur dengan   antara mereka misalnya Ali ibn Faqih
 yang berorientasi pada tasawuf amali   bid`ah, khurafat dan takhyul yang,   Jaringan Ulama Patani  al-Patani yang kemudian menjadi Mufti
 terus terlihat dalam wacana intelektual   seperti diketahui, menjadi sasaran   Selain jaringan ulama yang berpusat di   di Kerajaan Mempawah, Abd al-Jalil
 Islam pada abad ke-18 dan 19, seperti   kritikan modernisme Islam yang   Kepulauan Nusantara sejak dari Aceh,   al-Patani yang menetap di Kerajaan
 terlihat dalam karya-karya tokoh ulama   tengah tumbuh. Kritik-kritik seperti ini   Palembang, Banjarmasin, dan beberapa   Sambas.
 seperti al-Palembani, Muhammad Arsyad   hampuir bisa dipastikan mendorong   tempat lain di pulau Jawa, penting pula   Memang dalam masa berikutnya,
 al-Banjari, Nawawi al-Bantani, Ahmad   terjadi pembaharuan dan pemurnian di   disinggung jaringan ulama Patani yang   lebih banyak lagi ulama Patani yang
 Khatib al-Minangkabawi. Sepanjang   lingkungan tarekat, sehingga dapat lebih   kini menjadi wilayah selatan Thailand.   berkiprah di luar tanahair mereka
 abad ke-18 penekanan pada tasawuf   sesuai dengan tuntunan syari`ah dan   Di masa kejayaan jaringan ulama,   sendiri. Kesulitan-kesulitan yang
 amali semakin menguat. Pada saat yang   perkembangan zaman.  ulama-ulama asal Patani memainkan   kian meningkat di Patani mendorong
 sama konsolidasi kekuasaan kolonial   peran penting dalam dinamika keilmuan   mereka untuk menetap dan berkiprah di
 di Kepulauan Nusantara, khususnya   Memandang pengalaman ulama Jawi   baik di Haramayn maupun di Patani dan   Semenanjung Malaya atau Sumatera atau
 Belanda di Indonesia, dan Inggris di   sepanjang abad ke-17 sampai akhir abad   wilayah lain di Asia Tenggara.  Kalimantan. Memang ada juga klaim
 Semenanjung Malaya, mendorong   ke-19, sementara kalangan yang tidak   bahwa ulama asal Patani juga pernah
 terjadinya radikalisasi tarekat, yang   banyak mendalami sejarah wacana   Tetapi penting ditekankan, peranan   aktif di Betawi; tetapi tidak terdapat
 berujung pada perlawanan jihad terhadap   intelektualisme Islam di Kepulauan   ulama Patani dalam dinamika Islam   bukti-bukti kuat yang bisa diverifikasi
 kolonialisme Eropa sepanjang abad ke-19   Nusantara menilai secara terburu-  di Kepulauan Nusantara dapat   untuk mensahihkan klaim tersebut.
 dan awal abad ke-20.  buru, bahwa intelektualisme Islam   dikatakan tidak terlalu signifikan.
 di kawasan ini hanya baru mampu   Hal ini disebabkan kenyataan bahwa   Sedangkan ulama Champa disebut-
 Penting dicatat, pada akhir abad ke-  menjadi “konsumen” belum “produsen”.   pemikiran dan kiprah para ulama   sebut turut sedikit banyak terkait
 19 dan awal 20, antara lain karena   Pengalaman para ulama Jawi   Patani lebih terfokus pada pemeliharaan   dalam perkembangan Islam Nusantara.
 pengaruh “modernisme Islam” yang   dengan karya-karya monumentalnya   Islam dari keganasan penguasa Budhist   Memang ada klaim yang tidak bisa



 416  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   417
   424   425   426   427   428   429   430   431   432   433   434