Page 432 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 432
Wacana Intelektualisme Indonesia sendiri sering diremehkan dan filologi ‘murni’ yang hanya terpusat pada dan kajian yang mengintegrasikan
Jaringan Ulama diabaikan. keaslian dan perubahan pada naskah berbagai ulama itu, yang dalam dan satu
tertentu, tetapi juga keterkaitannya hal terkait melalui jaringan tertentu.
Sejarah sosio-intelektual Asia Tenggara Tak kurang pentingnya pendekatan dengan naskah-naskah lain. Bahkan, Sementara itu, terdapat pula sejumlah
sejak 1990-an sampai sekarang kian ini juga membukakan perspektif baru kajian-kajian filologis juga mulai studi yang lebih memusatkan perhatian
berkembang. Sejak kajian rintisan tentang dinamika sosial yang mengitari menggunakan berbagai teori ilmu sosial pada peran keagamaan dan politik
penulis tentang sejarah sosial-intelektual para ulama, yang dapat disebut sebagai dan humaniora. ulama tertentu dalam kurun tertentu
jaringan ulama Nusantara dan Timur ‘intelektual lama’ (old intellectuals’) sejarah Nusantara.
Tengah dalam abad XVII dan XVIII sebagai bandingan dari ‘intelektual baru’ Perkembangan dalam kajian sejarah
terbit pada 1992 dan 2004 semakin (new intellectuals), yang pada gilirannya sosial-intelektual ulama seperti itu, Oleh sebab itu, sangat penting yang
banyak kajian penelitian dan penulisan mengungkapkan tentang interplay jelas sangat memperkaya pengetahuan menekankan salah satu aspek terpenting
yang memusatkan perhatian pada di antara pemikiran mereka dengan tentang para ulama dan pemikirannya. keulamaan, yakni tentang modus
jaringan intelektual yang berpusat pada lingkungan sosial, budaya, keagamaan Pada saat yang sama sekaligus wacana intelektual keagamaan dan
sejumlah ulama terkemuka, baik di dan politik yang ada. Atau sebaliknya mengintegrasikan studi-studi yang proses sosio-historis yang mereka
tingkat internasional Dunia Muslim, sekaligus memperlihatkan bagaimana tetap saja masih relatif terbatas tempuh dalam mewujudkan eksistensi
regional misalnya di wilayah Asia intelektualisme dan pemikiran tentang biografi ulama (Ar. Tarjamah, keulamaan mereka. Dengan begitu,
Tenggara, Timur Tengah, Afrika Barat, mereka mempengaruhi dinamika dan tarajim; Ing, biographical dictionaries). kita dapat melihat dinamika sosio-
Afrika Timur, Asia Selatan, Asia Tengah, perkembangan intelektualisme, wacana Jika kajian biografi ulama Indonesia intelektual ulama secara integratif dan
maupun tingkat lokal seperti Aceh, dan praksis sosial, budaya, keagamaan dapat dikembangkan, akhirnya dapat komprehensif.
Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan politik kaum Muslimin secara dihasilkan genre tabaqat atau tarajim, Lebih dan itu, studi mendalam
Sulawesi Selatan dan seterusnya. keseluruhan. yang lazim dalam historiografi Arab dan komprehensif tentang ulama
sejak masa awal Islam. Nusantara dalam hubungannya dengan
Kajian-kajian seperti ini dengan Kajian-kajian atas berbagai naskah
pendekatan sejarah sosial-intelektual Islam Kepulauan Nusantara dalam Dengan demikian, kajian biografis ulama pergumulan intelektual Islam secara
tidak hanya membukakan perspektif bahasa lokal tertentu dengan juga penting. Tetapi kajian biografis, global dapat mengungkapkan perspektif
lebih jelas tentang kaitan mereka dengan
baru dalam ilmu sejarah, tetapi sekaligus menggunakan pendekatan filologi seperti lazimnya terlalu memusatkan wacana intelektual keagamaan Islam
juga mengungkapkan tentang warisan yang sejak dasawarsa awal tahun 2010 pada ulama bersangkutan, sehingga lebih luas. Dengan cara ini pula kita
dan kekayaan intelektualisme Islam, kian berkembang di kalangan sarjana cenderung terlepas dan konteks sosio- sekaligus dapat melihat hubungan
khususnya di Asia Tenggara, Indonesia dan peneliti Muslim Indonesia sendiri intelektual yang mengitari mereka. dinamika Islam di Nusantara dengan
dan provinsi tertentu di tanah air. memberikan kontribusi penting bagi Padahal, sosok ulama lengkap dengan perkembangan Islam di kawasan dunia
Melalui kajian-kajian seperti ini dapat pengetahuan lebih akurat tentang corak pemikiran dan kiprahnya tidak imun Muslim lainnya.
terlihat ketinggian intelektualisme dan dinamika intelektualisme Islam dari pengaruh lingkungan sosial,
Islam Indonesia yang oleh sebagian Indonesia. Kajian-kajian filologis ini juga budaya, keagamaan dan politik di sekitar Tulisan ini merupakan usaha lanjutan
Islamisis dan kalangan sarjana Muslim kian berkembang; tidak lagi sekedar mereka. Karena itulah perlu penelitian dalam mengung kapkan pasang-surutnya
420 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 421

