Page 436 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 436

Seperti disinggung terdahulu, angka-    dialektika itu, yang jelas proses tersebut                  sebagai pelengkap. Ilmu-ilmu inilah    dipraktekkan adalah sufisme yang lebih
            angka ini sebenarnya tidaklah terlalu   mempertegas sosok Haramayn sebagai                          yang paling dibutuhkan kaum Muslimin   sesuai dengan kerangka ortodoksi, yang
            istimewa jika dibandingkan dengan       focalpoints dinamika Islam secara                           di manapun mereka berada. Hanya        menekankan ketaatan dan respek pada
            angka-angka pada kota-kota lainnya di   global. Sebaliknya, kedua kota ini pada                     dengan mendalami bidang-bidang ini,    ketentuan -ketentuan syariah. Dalam
            Timur Tengah. Abd al-Qadir al-Nu’aimi   gilirannya, melalui jaringan ulama                          pemikiran dan praktek keagamaan kaum   kerangka inilah, terjadi reinterpretasi
            mencatat bahwa pada akhir abad ke-      yang dimilikinya, melakukan transmisi                       Muslimin dapat diperbarui, sehingga    atas doktrin-doktrin sufisme yang
            ke-l0 H./10 M., di Mekkah tetap terdapat   gagasan-gagasan intelektual keagamaan                    mampu keluar dari kemunduran dan       dikembangkan Ibn Arabi, al-Jili, dan
            11 madrasah klasik, sementana di        ke berbagai penjuru dunia Muslim                            keterbelakangan. Dengan demikian,      lain -lain. Berbeda dengan doktrin
            Damaskus ada 159 dan di Zabid (Yaman)   lainnya. Dalam banyak hal, mereka                           wacana intelektual keagamaan yang      sufisme yang sebelumnya menekankan
            terdapat lebih 20 buah (al-Dâris fî Târâkh   mendorong pembaruan pemikiran dan                      berkembang pada hakikatnya adalah      immanensi Tuhan, kini interpretasi baru
            al-Madâris, 1948).                      praktek keagamaan masyarakat Muslim                         “kembali kepada ortodoksi”, dengan     yang dikembangkan lebih mene kankan
                                                    yang mempunyai “wakil-wakil”-nya                            doktrin yang lebih skripturalistik.    transendensi-Nya. Selain itu, pandangan
            Akan tetapi angka bukanlah segala-      dalam jaringan ulama.                                                                              dunia sufisme yang dulu bersifat eskapis
            galanya. Melebihi persoalan kuantitas,                                                              Reformisme juga dikembangkan dalam     sehingga cenderung mengabaikan dunia,
            keistimewaan madrasah klasik,           Pembaruan (tajdîd, renewal) tampaknya                       tarekat-tarekat sufi yang berkubu di ribât-  kini diganti dengan persepsi yang positif
            kuttâb, ribat, dan halaqah di Mekah dan   merupakan paradigma yang dominan                          ribât. Sejarahwan al-Fasi—dalam buku   terhadap dunia dan—karena itu—lebih
            Madinah bukan hanya terletak pada       dalam wacana intelektual keagamaan                          yang disebutkan terdahulu—dengan       mendorong dinamika dan aktivisme.
            kosmopolitanisme mereka yang terlibat   yang dikembangkan jaringan ulama ini.                       bagus sekali melukiskan terjadinya     Dengan karakteristik seperti itu, tasawuf
            di dalamnya, melainkan juga dalam       Tema sentral yang menuntun aktivitas                        discourse yang akrab antara sufisme dan   dalam wacana intelektual keagamaan
            sejarah pembentukannya. Jika lembaga-   dan pemikiran jaringan adalah “kembali                      syariah. Konflik yang panjang antara   ini, secara sederhana—meminjam
            lembaga semacam ini di kota-kota lain   kepada Al-Qur‘an dan hadis”. Dalam                          kedua dimensi Islam ini pada masa      tipologi Fazlur Rahman—dapat disebut
            didirikan oleh penguasa-penguasa        konteks ini, Mekkah dan Madinah yang                        lampau, kini menjadi tidak relevan di   “neosufisme”.
            setempat, di Mekah dan Madinah          pada abad-abad awal Islam menjadi                           Haramayn. Dengan demikian, orang
            didirikan dan dikembangkan oleh         pusat terpenting studi Al-Qur’an dan                        bisa menyaksikan bahwa rekonsiliasi    Karakteristik penting lainnya yang
            penguasa Muslim dan ulama manca         hadis—tetapi kemudian merosot—                              syariah dan sufisme yang diusahakan,   juga menonjol dalam religio-intellec-
            negara. Kenya taan ini mengindikasikan   sejak abad ke-ke-9 H./15 M kembali                         khususnya oleh Imam al-Ghazali pada    tual discourse jaringan ulama ini adalah
            bahwa pertumbuhan dan perkembangan      menunjukkan kekuatannya dalam                               abad XI/XII M, menemukan bentuknya     kebebasan dalam mengikuti berbagai
            jaringan ulama di Haramayn merupakan    bidang -bidang ini. Seperti ditulis Abd al-                 yang paling sempurna di Haramayn.      tradisi pemikiran dan aliran Islam yang
            proses yang tidak sederhana; suatu      Rahman Salih Abd Allah dalam Târîkh al-                     Kamus biografi ulama (tarjamah) pada   berbeda, baik dalam bidang kalam, fikih
            dialek tika antara kedudukan Haramayn   Ta’lîm fî al-Makkah al-Mukarramah (1982),                   masa-masa ini menginformasikan bahwa   maupun tasawuf. Keempat mazhab
            yang unik tadi dengan aspirasi tentang   hampir seluruh madrasah klasik dan                         mereka yang terlibat dalam jaringan    fikih mainstream Sunni—Syafi’i, Hanafi,
            kontribusi yang dapat diberikan pada    halaqah pada periode ini memusatkan                         ulama, selain ahli dalam tafsir dan    Hanbali, dan Maliki—dengan bebas
            bagian-bagian dunia Islam lainnya.      diri pada studi Al-Qur’an, tafsir, dan                      hadis, juga pakar dan pengamal tarekat.   mendirikan dan mengembang kan
            Namun, terlepas dan kompleksitas        hadis, selain ilmu-ilmu Islam lainnya                       Sufisme yang dikembangkan dan          halaqah dan madrasah masing-masing.



         424    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   425
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441