Page 438 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 438

Seorang murid penganut mazhab Syafi’i   hanya dan segi nama, melainkan bisa                         Tokoh-tokoh ini, beserta murid-        Jaringan Ulama dan Wacana
            boleh saja belajar kepada syekh mazhab   jadi juga dari segi doktrin dan tradisi                    muridnya, pada umumnya menekan-        Intelektual-Keagamaan
            Hanafi dan lain-lain. Perbedaan persepsi   ketasawufan masing-masing. Dengan                        kan pembaruan yang lebih bersifat
            dan pemahaman keagamaan tidak           begitu, kita menyaksikan se orang Abd                       evolusioner. Dengan karakteristik      Keterlibatan ulama Nusantara dalam
            dijadikan sebagai kotak-kotak sempit    al-Ra’uf adalah khalîfah (wakil otoritatif)                 dis course yang disinggung di atas, bagi   jaringan ulama yang berpusat di
            yang dapat mematikan suasana dialog     Tarekat Syattariyah dan Qadiriyah                           mereka pembaruan lebih merupakan       Haramayn, sejauh penelitian yang saya
            dan discourse. Ahmad al-Qushashi,       dalam waktu yang bersamaan; atau                            proses dialektika intelektual yang tidak   lakukan, sedikitnya bermula sejak paruh
            seperti dikutip Ibrahim al-Kurani—      Syekh Yusuf yang menjadi khalîfah                           dapat dipaksakan. Meskipun demikian,   kedua abad ke-17. Mulai periode inilah
            keduanya termasuk guru Abd al-Ra’uf     Tarekat Naqshabandiyah, Qadiriyah                           jelas tidak semua yang terlibat dalam   kita memiliki sumber- sumber yang dapat
            al-Sinkili dan Syekh Yusuf al-Maqassari   dan Khalwatiyah secara berbarengan.                       jaringan ulama ini me nempuh cara-cara   dipercaya tentang keikutsertaan mereka
            (dari Makassar)—dalam manuskrip         Tekanan tampaknya lebih diberikan                                                                  dalam wacana intelektual keagamaan
            berjudul Sharh fî Tuhfah al-Mursalah    pada integrasi daripada memperbesar                         damai dalam pembaruannya. Sebagian     jaringan ulama. Memang, setidaknya
            ilâ Rûh al-Nabî yang ditulisnya pada    perbedaan di antara berbagai tarekat.                       kecil, yang tidak sabar dengan proses   seabad sebelumnya, Muslimin dan
            pertengahan abad ke-17, menyatakan                                                                  evolusioner menempuh cara-cara yang    “Lesser India” (Kepulauan India Kecil--
            bahwa seorang syekh tidak dapat         Dari wacana intelektual keagamaan                           lebih radikal. Radikalisme paling      Nusantara) telah ditemukan di Mekkah.
            menjamin murid-muridnya masuk           semacam itulah lahir banyak pembaru,                        menonjol, misalnya, diperlihatkan      Ludivico Varthema, pengembara terkenal
            surga dengan mengikut mazhabnya.        yang pada gilirannya mendorong                              Muhammad ibn Abd al-Wahhab—tokoh       dari Roma, dengan menyamar sebagai
            Karena itu, ia tidak boleh memaksa      bermacam-macam manifestasi                                  Wahhabi yang pernah menjadi murid      Muslim, adalah orang Eropa pertama
            murid-muridnya mengikuti pandangan      pembaruan di kalangan masyarakat                            Muhammad Hayyah al-Sindi—atau          yang berhasil memasuki Haramayn
            keagamaan atau mazhabnya. Syekh         Muslim di berbagai penjuru dunia.                           Syekh Uthman dan Fodio—murid Syekh     tahun 1502. Ia juga diklaim sebagai
            hanya bertugas membuka kalbu murid      Generasi pertama jaringan ulama ini                         Ahmad Jibril—yang memaklumkan          orang Eropa yang pertama menyebut
            terhadap ilmu; pandangan mana           (abad ke-17 sampai pertengahan abad                         gerakan jihad memerangi sebagian       “Kepulauan Rempah-Rempah” dengan
            yang akan dia anut terserah pada        ke-18) mencakup nama-nama besar                             Muslimin lain di Semenanjung           “Jawah”. Varthema mencatat tentang
            pertimbangan dan keputusannya           seperti Syekh Sibghat Allah, Ahmad                          Arabia dan Afrika Barat yang mereka    kehadiran orang-orang Melayu di
            sendiri.                                al- Qushashi, Ibrahim al-Kurani, Shah                       pandang tidak menjalankan ajaran       Tanah Suci yang, selain melakukan
                                                                                                                                                       ibadah haji, juga berdagang secara kecil-
            Begitu juga dalam kepengikutan          Wali Allah, Ahmad Sirhindi, Muham-                          Islam sebenarnya. Radikalisme dalam    kecilan. Ia tidak menjelaskan apakah
            kepada tasawuf. Seorang syekh dan       mad Hayyah al-Sindi, Muhammad                               tingkat yang jauh lebih rendah juga    di antara orang-orang Melayu ini ada
            muridnya bisa mengikuti tarekat sufi    al-Barzanji, Abu Tahir al-Kurani, dan                       diperlihatkan Syekh Ahmad Khatib       yang menuntut ilmu dari ulama yang
            yang berbeda. Bahkan, kepengikutan      Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Mereka                          al- Minangkabawi dengan sikapnya       bermukim di Hara mayn. Ia juga tidak
            tasawuf tidak terbatas pada satu tarekat   disusul oleh generasi ulama berikutnya                   yang cenderung antitarekat. Bagi nama-  merinci berapa besar komunitas “Jawi”
            tertentu. Hampir setiap mereka yang     seperti Muhammad Abd al-Karim al-                           nama ini, pendulum pembaharuan dan     di Haramayn pada waktu itu. Ia memang
            terlibat dalam jaringan ulama mengikuti   Sammani, Murtada al -Zabidi, Ahmad                        pemurnian tasawuf dan tarekat kembali   tidak mempunyai banyak kesempatan
            beberapa tarekat; yang ber beda bukan   Damanhuri al-Masri, dan Ahmad Jibril.                       bergerak lebih kencang kepada syariah.  untuk mencatat secara detil kehidupan



         426    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   427
   433   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443