Page 441 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 441

kemasyarakatan di Mekkah dan   Muhammad al-Barzanji, dan sejumlah   Muhsin al-Palimbani; Minangkabau   Garuti (1268-1348 H./1852-1930 M.),
 Madinah karena penyamarannya dengan   ulama terkemuka lain yang tak mungkin   (Sumatera Barat), Ismail al-Khalidi   Junayd al-Batawi, Ahmad Damanhuri
 segera diketahui penguasa Muslim di   diungkapkan di sini satu persatu. Abd   al-Minangkabawi, Ahmad Khatib al-  al-Bantani, dan lain-lain.
 Hijaz. Karena itu, ia terpaksa menyem-  al-Ra’uf diangkat sebagai khalifah   Minangkabawi (1276-1334 H./1816-1916
 bunyikan diri dan meninggalkan Tanah   tarekat Syattariyah oleh Ahmad al-  M.), Muhammad Yasin al-Padani (1335-  Sebagian besar murid-murid Jawi
 Suci. Lolos dari Jeddah, ia ter tangkap   Qushashi dan kembali ke Aceh setelah   1410 H./1917-1990 M.).  ini kembali ke Nusantara. Namun,
 pada 1504 di Aden dan dipenjarakan   gurunya meninggal dunia. Adapun   Sedangkan dari Kalimantan,   ada juga yang bermukim selama-
 selama 50 hari.  Muhammad Yusuf meneruskan         lamanya di Haramayn. Meskipun
 pengembaraan nya dalam menuntut   Muhammad Arshad al-Banjari (1122-1227   demikian, kelompok terakhir ini tetap
 Perintis keterlibatan ulama “Jawi”—  ilmu ke Baghdad. Di sini ia menerima   H./1710-1812 M.), Syekh Muhammad   mempertahankan komitmennya kepada
 Nusantara atau Dunia Melayu secara   otorisasi dari Syekh Abu Barakat—  Nafis al-Banjari (lahir sekitar 1160   masyarakat Muslim Nusantara dengan
 keseluruhan—kelihatannya adalah   seorang alim dan sufi terkenal di Irak—  H./1735 M.), Ahmad Khatib al-Sambasi   mendidik mukimin Jawi di Haramayn
 Nur al-Din al-Raniri (w. 1068/ 1658   sebagai khalifah tarekat Khalwatiyah,   (akhir abad ke-19), Ahmad bin Dato   dan sekaligus menulis dan mengirimkan
 M.), Abd al-Ra’uf al-Sinkili (1024-1105   sekaligus dianugerahi gelar Tâj al-  Imam dan `Abd al-Mokti bin Nassar   karya-karya mereka ke Dunia Melayu.
 H./1615-93 M.), Muhammad Yusuf   Khalwatî (Mahkota al-Khalwati) sebelum   dari Brunei (akhir abad ke-19 dan awal   Suatu kajian tentang pola imigrasi ke
 al-Maqassari (1030-1111 H. / 1629-99   kembali ke Indonesia.  abad ke-20, keduanya memiliki jaringan   Haramayn yang diterbitkan lembaga
 M.) yang telah kita sebut-sebut di atas.   dengan Ahmad Khatib Sambas), dan   penelitian haji Arab Saudi belum lama
 Kedua nama yang disebutkan terakhir   Bisa dipastikan, dan kedua ulama besar   Abd al-Karim al-Banjari.  ini berkesim pulan bahwa mukimin Jawi
 meninggalkan Kepulauan Nusantara   inilah berasal akar-akar keterlibatan   Dari Semenanjung Malaya antara lain   adalah komunitas yang paling kuat
 menjelang pertengahan abad ke-17 dan   murid-murid dan ulama Indonesia di   Abd al-Halim al-Kalantani (Kelantan,   memeli hara ikatan dan komitmen batin
 mengembara sambil menuntut ilmu   dalam jaringan yang kita diskusikan.   abad ke-18); Patani, Daud ibn Abd Allah   mereka dengan negeri asalnya.
 selama belasan tahun di kota-kota kecil   Setelah mereka, muncul, murid-murid   al-Fatani, Ahmad bin Muhammad Zayn
 sepanjang rute perdagangan dan haji   dan ulama Indonesia lainnya yang,   al-Patani.  Adalah menarik untuk menganalisis
 di wilayah timur, tenggara, dan selatan   meskipun dipisahkan oleh rentangan   komposisi murid-murid Jawi di
 Semenanjung Arabia sebelum akhirnya   waktu, tetap berkaitan dengan rumpun   Sedangkan dari pulau Jawa, antara lain:   Haramayn, khususnya dilihat dari
 sampai di Mekkah dan Madinah.  religio-intellectual discourse yang sama.   Nawawi al-Bantani (1230-1314 H./1813-  latar belakang etnik kultural mereka di
 Mereka kemudiàn membentuk semacam   1879 M.), Abd al-Karim al-Bantani (akhir   Nusantara. Kita tidak mempunyai data
 Menurut catatan- catatan mereka   “Southeast Asian Connection”—cabang   abad ke-19), Ahmad Rifai Kalisalak (1200-  demografis, khususnya tentang jumlah
 sendiri, di Mekah, keduanya belajar   jaringan [ulama] di Asia Tenggara, atau   1286 H./1786-1870 M.), Muhammad Saleh   dan komposisi etnis mereka dan waktu
 dan melakukan kontak keilmuan   Nusantara. Beberapa nama yang paling   Darat al-Samarani (Semarang), Syekh   ke waktu. Namun, setidak tidaknya
 dengan berbagai ulama manca negara   menonjol setelah Abd al-Ra’uf dan   Ahmad Nahrawi aI-Banyumasi (wafat di   dan nama-nama, tepatnya laqab—nama
 (internasional); yang paling terkemuka   Muhammad Yusuf hingga waktu paling   Mekkah 1346 H./1928 M.), Muhammad   akhir—mereka yang pa ling menonjol
 di antara mereka adalah Ahmad   berdasarkan daerah adalah: Palembang,   Mahfuz al-Termasi (Termas, 1285-1338   dapat ditarik kesimpulan sementara
 al-Qushashi, Ibrahim al-Kurani,   Abd al-Shamad al-Palimbani, Sayyid   H.! 1842-1920 M.) Hasan Mustafa al-  bahwa hampir seluruh kelompok etnis



 428  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   429
   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446