Page 446 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 446

wacana dan praktek keagamaan yang       Jawi yang belajar di Universitas al- Azhar                  keagamaan yang sangat terhormat,       disebut Allamah dan termasuk salah satu
            mereka terima di Haramayn kepada        cukup besar. Sebagian dari mereka                           baik di kalangan komunitas Jawi        dan dua orang muhaddits terbesar abad
            generasi baru Muslim, yang kemudian     berhasil mendapat gelar akademis,                           sendiri maupun di antara masyarakat    ke-14/15H.
            menyebarkannya ke tengah masyarakat     dan kembali ke Nusantara. Berbeda                           ulama kosmopolitan Haramayn secara
            luas setelah mereka keluar dan lingkungan   dengan murid-munid Jawi di Haramayn,                    keseluruhan. Dan waktu ke waktu selalu   Melihat keberhasilan ulama Jawi,
            lembaga pendidikan Islam ini. Adapun,   yang dapat ditipologisasikan sebagai                        saja ada ulama Jawi yang mengajar di   pertanyaan menarik untuk diajukan
            melalui tarekat, mereka secara langsung   kelompok tradisional, alumni-alumni                       halaqah-halaqah al-Masjid al-Haram,    adalah lembaga dan proses apakah
            menyebarkan gagasan dan praktek         Universitas al-Azhar pada umumnya                           walaupun sejak akhir dekade 1970-      yang mereka tempuh dalam menggali
            keagamaan kepada kalangan masyarakat    termasuk golongan “modernis”.                               an situasinya semakin sulit. Seperti   ilmu? Abd al-Ra’uf, Muhammad Yusuf
            luas—dalam hal ini, kepada golongan                                                                 diketahui, untuk bisa mengajar di      dan kebanyakan ulama Jawi lainnya,
            santri yang menjadi nucleus dan apa     Terlepas dan persoalan di sekitar                           al-Masjid al-Haram tidaklah mudah.     sampai menjelang akhir abad ke-19,
            yang pernah disebut Geertz sebagai      tipologisasi semacam mi, terdapat                           Seseorang harus mempunyai kapasitas    menyebutkan sejumlah nama guru
            pembawa bendera skripturalisme di dalam   kecenderungan kuat bahwa kaum                             keilmuan yang tinggi. Bahkan sejak     mereka, baik di Haramayn maupun di
            masyarakat. Proses transmisi seperti ini   modernis—termasuk alumnus                                1910-an, mereka yang berminat mengajar   tempat-tempat lain di Timur Tengah.
            tampaknya terus berlangsung hingga      Universitas Al-Azhar—”teralienasi”                          di mesjid ini harus menempuh ujian     Dengan demikian, bisa dipastikan,
            sekarang, meskipun tingkat intensitasnya   dari lembaga-lembaga sosial keagamaan                    yang diselenggarakan oleh suatu komite   mereka belajar di dalam ha!aqah dan
            perlu diuji kembali, mengingat terjadinya   “tradisional” semacam surau atau                        penguji yang terdiri daripada ulama-   kuttab guru-guru mereka itu. Sayangnya,
            perubahan -perubahan, baik dalam dunia   pesantren dan tarekat. Mereka pada                         ulama senior, termasuk beberapa mufti.  kita tidak mempunyai keterangan
            pendidikan tradisional Islam dan lapisan   umumnya bergerak di madrasah-                                                                   yang cukup memadai tentang halaqah
            kepenganutan tarekat maupun dalam       madrasah modern dan sekolah-sekolah                         Demikianlah, lebih daripada sekadar    atau kuttab guru-guru mereka tersebut.
            tradisi wacana intelektual keaga maan di   umum, atau di organisasi -organisasi                     mengajar di halaqah-halaqah al-Masjid   Juga terdapat pertanyaan lebih lanjut,
            Haramayn.                               sosial politik Muslimin, yang secara                        al-Haram, beberapa ulama Jawi lainnya   misalnya, apakah selain belajar di halaqah
                                                    alamiah memiliki karak teristik yang                        berhasil mencapai posisi keilmuan—     atau kuttab, mereka juga menuntut
            Akan tetapi, terlepas dan perubahan-    jauh berbeda dengan lembaga-lembaga                         juga mendapat respek—yang termasuk     ilmu di madrasah kiasik yang ada di
            perubahan itu, modus transmisi          tradisional tadi. Perbedaan modus                           puncak. Untuk menyebut beberapa        Haramayn? Kalau ada, bagaimana
            yang dimiliki ulama Jawi tadi, secara   transmisi tampaknya secara signifikan                       nama, Syaikh Nawawi al-Bantani         posisi mu rid-murid Jawi di madrasah-
            signifikan membedakan dampak            mempengaruhi efektifitas transmisi,                         mendapat gelar “Syekh al-Hijaz”; Syaikh   madrasah tersebut.
            mereka terhadap perkembangan Islam      penyebaran gagasan, dan kedalaman                           Ahmad Khatib al-Minangkabawi pernah
            di Nusantara jika dibandingkan dengan   pengaruh mereka di Nusantara.                               menjadi Mufti Mazhab Syafi’i di Masjid   Informasi yang agak jelas mulai
            mereka yang keluar dan locus religio-                                                               al-Haram; Syaikh Mahfuzh al-Termasi    tersedia setelah berdirinya Madrasah
            intelektual Islam lainnya di Timur      Lebih jauh lagi, signifikansi ulama                         di sebut sumber-sumber Arab sebagai    Saulatiyah di Mekah pada 1291 H/1874
            Tengah, katakanlah dari Universitas al-  Jawi juga terlihat dalam posisi mereka                     “pembangkit kembali ilmu dirayah       M. Saulatiyah merupakan mad rasah
            Azhar, misalnya. Sebagaimana diketahui   di Tanah Suci. Tidak jarang di antara                      hadits di Arabia; dan yang paling akhir,   tradisional yang didirikan di tengah
            sejak tahun 1920-an, jumlah mahasiswa   mereka berhasil mencapai posisi sosial                      Syaikh Muhammad Yasin al-Padani        deru pembaruan pendidikan di Hijaz



         434    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   435
   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450   451