Page 449 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 449

yang dilancarkan Dinasti Usmani.   menyatakan bahwa Saulatiyah   Jawi, ia juga belajar di Madrasah   Namun, sebagaimana banyak madrasah
 Madrasah ini didirikan oleh Syekh   merupakan locus (kancah) murid-murid   Saulatiyah. Ia tamat dari madrasah ini   swasta lainnya di Arab Saudi, karena
 Muhammad Rahmat Allah yang berasal   Jawi. Ia menambahkan, banyak murid   pada tahun 1347/1928, dan mengajar di   berbagai alasan, ia terpaksa menerima
 dan Delhi, India. Meskipun Madrasah   Jawi yang belajar langsung dan Syekh   almamaternya selama 6 tahun, sebelum   subsidi dari pemerintah dan, dengan
 Saulatiyah sering diasosiasikan dengan   Muhammad Rahmat Allah, mendirikan   ia mendirikan madrasah sendiri yang   demikian, kehilangan independensinya.
 Muslimin Anak Benua In dia, keterlibatan   madrasah-madrasah ketika mereka   bernama Madrasah Dar al-Ulum al-
 murid-murid Jawi di dalamnya cukup   kembali ke Asia Tenggara. Menurutnya,   Diniyah, ter letak di Shi’b Ali, Mekkah.  Syekh Yasin al-Padani sebelum
 signifikan. Seorang penulis anonim   sebagian madrasah itu masih ada   wafat pada musim haji 1990 bisa
 asal India, seperti dikutip Abd al-Latif   sampai sekarang. Sayangnya, ia tidak   Madrasah ini, sebagaimana bisa diduga,   dipastikan merupakan ulama Jawi
 Abd Allah Dohaish dalam History of   menyebutkan nama murid-murid   khususnya menampung murid-murid   paling terkemuka dalam zaman
 Education in the Hijaz up to 1925 (1978),   tersebut beserta madrasah dan tempat   dan Nusantara—Indonesia, Malaysia,   kontemporer. Syekh Yasin yang juga
 mengungkapkan lebih jelas posisi murid-  mereka di Asia Tenggara. Tampak-  Singa pura, dan lain-lain. Selain   tamatan Madrasah Saulatiyah adalah
 murid Jawi (Indonesia) pada Madrasah   nya, diperlukan pelacakan lebih lanjut   Sayyid Muhsin, termasuk pengurus   ulama hadis yang termasyhur. Prof.
 Saulatiyah. Ia memberikan angka-angka   tentang genealogi intelektual lulusan   dan pengajar pada masa-masa awal   Dr. Abd al-Wahhab Ibrahim Abu
 persis jumlah murid pada tahun 1912,   Madrasah Saulatiyah dengan lembaga-  madrasah ini, antara lain Amir Tengku   Sulayman menyatakan, Syekh Yasin
 salah satu periode puncak dalam sejarah   lembaga pendidikan Islam, khususnya   Mukhtar, Mubsin al-Musawi, Zubayr   telah menghidupkan kembali berbagai
 madrasah ini. Dan jumlah total 537   surau atau pesantren, di dunia Melayu.  Ahmad al-Mandili, Abd al-Rasyid   cabang ilmu hadis yang cenderung
 mu rid, komposisi mereka secara kasar   al-Palimbani, Abd al-Wahid al-Jambi,   dilupakan kalangan terpelajar Muslimin
 dilihat dari negeri asal adalah sebagai   Namun, di Mekkah sendiri, murid-  Ya’qub Firaq, Raden Atmojo, dan Abd al-  sekarang ini. Karena itu, tidak aneh
 berikut: Turki 13 orang, Hijaz 4, Yaman   murid Jawi lulusan Saulatiyah, secara   Majid. Sepanjang sejarahnya hingga 1990   kalau ia disebut sebagai salah satu
 6, Indonesia 178, Irak 8, Syria 3, In dia 74,   alamiah setelah tamat berusaha   lalu, Madrasah Dar al-Ulum al-Diniyah   dan dua muhaddits terbesar abad VIV/
 Afghanistan 4, dan Bukhara 22. Adapun   mendirikan madrasah mereka sendiri.   dipimpin oleh 4 kepala madrasah, yaitu,   XV H. Syekh Yasin menulis karyanya
 Laporan Tahunan Saulatiyah (1913)   Salah satuya adalah Madrasah Dar al-  secara berurutan: Muhsin al- Musawi   mengenai usul fikih, fikih, mantiq,
 mengemukakan data yang mungkin   Ulum al-Diniyah, Mekah. Seperti dicatat   (1353-1354 H./1934-1935 M.), Zubayr   dan bahasa Arab. Salah satu karya
 Iebih akurat. Komposisi murid itu   Abd al-Rahman al-Salih, dalam Târîkh   Ahmad (1354-1359 H./1935-45 M.),   terbesarnya—sayangnya masih berupa
 sebagai berikut: Hijaz 186 orang, India   al-Ta’lîm fî al-Makkah al-Mukarramah   Ahmad Mansuri (1359-1384 H./1940-1964   manuskrip—adalah biografi ulama Jawi
 108, Indonesia 156, Bukhara 23, Af-  (1982), madrasah ini didirikan oleh   M.), dan Muhammad Yasin al-Padani   dalam jaringan dengan ulama-ulama
 ghanistan 18, Iraq 6, Iran 6, Yaman 8, dan   Sayyid Muhsin al- Palimbani pada   (1384-1410 H./1964-1990 M.). Madrasah   Mekkah sepanjang abad XIlI-XIV H.
 Hadramaut 7 orang.  1353/1934. Sayyid Muhsin berangkat   ini termasuk madrasah yang secara   Studi mendalam diperlukan untuk
 dari Palembang me nunaikan ibadah haji   gigih mempertahankan pola pendidikan   mengungkapkan wacana intelektual
 Melihat angka-angka di atas, bisa   pada 1340/1922. Selesai ibadah haji, ia   tradisional; berusaha mempertahankan   keagamaan Syekh Yasin; begitu pula
 dipahami kalau Faisal Abd Allah al-  malah memutuskan bermukim di Mekah   independensinya dan campur tangan   tentang Madrasah Dar al-Ulum al-
 Aqawi, dalam al-Ta’lîm al-Ahli li al-Banîn   untuk memperdalam ilmu agamanya.   pemerin tah Saudi, baik dalam   Diniyah yang, menurut observasi
 Makkah al-Mukarramah (1404/1984),   Selain mengikuti halaqah-halaqah ulama   kurikulum maupun anggaran belanja.   sementara mengalami kemunduran yang



 436  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   437
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454