Page 450 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 450

cukup signifikan sepeninggal Syekh      karyanya Islamischer Inter nationalirnus, im                Pengalaman Madrasah Dar al-Ulum        Benua India. Karena itu, sebe narnya
            Yasin.                                  20. Jahrhundert, 1990.                                      al-Diniyah dan Madrasah Indo-          mereka lebih mempunyai kemampuan
                                                                                                                nesiya al-Makkiyah sedikit banyak      finansial untuk mendukung dan
            Selain Madrasah al-Ulum al-Diniyah,     Peresmian Madrasah Indonesiyya al-                          mengungkapkan dilema-dilema yang       mempertahankan eksistensi madrasah-
            komunitas Jawi di Haramayn juga         Makkiyah dilakukan di rumah Syekh                           dihadapi ulama dan murid-murid         madrasah komunitas Jawi tersebut.
            memiliki Madrasah lndonesiya al-        Muhammad Nur Salim al-Khalidi di                            Jawi di Haramayn di masa moderen.      Tampaknya, kesan beberapa pengembara
            Makkiyah. Madrasah ini didirikan        kawasan Qararah, Mekah, dengan tujuan                       Madrasah Saulatiyah memang masih       Barat tadi benar bahwa jamaah haji
            Syekh Janan Muhammad Taib. Seperti      mengembangkan ilmu dan kebudayaan                           dapat memelihara independensinya       Melayu mempunyai kecenderungan
            dicatat al-Aqawi, Syekh Janan lahir di   Islam, khususnya di kalangan murid-                        dari campur tangan pemerintah Saudi,   kuat menghabiskan uang yang mereka
            Indonesia. Ia tidak mengemukakan        murid mukimin Indonesia dan Ma-                             yang biasanya dilakukan mula-mula      bawa untuk “oleh-oleh” ke Tanah Suci
            di mana dan tahun berapa. Penelitian    laysia. Karena itu, madrasah mi, selain                     melalui subsidi keuangan. Madrasah     daripada mendu kung institusi-institusi
            saya menunjukkan, bahwa ia adalah       mengajarkan bahasa Arab dan ilmu -ilmu                      ini didukung oleh harta wakaf, infak,   pendidikan Jawi di Haramayn.
            putra Minangkabau. Setelah belajar      Islam, juga memberikan pengajaran                           dan sedekah yang cukup memadai
            di Minangkabau, ia melanjutkan          bahasa Melayu. Pelajaran dilang sungkan                     dari penguasa Muslim dan jamaah haji
            pendidikan ke Universitas al-Azhar,     pagi dan sore hari. Madrasah Indonesiya                     Anak Benua India, khususnya. Adapun    Kemerosotan Jaringan Ulama
            Kairo, sampai memperoleh ijazah untuk   al-Makkiyah dipimpin oleh Syekh Janan                       kedua madrasah Indonesia di atas       Haramayn
            mengajar pencarian ilinu ke Haramayn;   sampai ia wafat pada tahun 1365 H./1946                     sulit melakukan hal demikian, karena
            ia menjadi orang Indonesia pertama      M. Kepemim pinan selanjutnya dipegang                       kurangnya dukungan keuangan, baik      Kemunduran eksistensi madrasah-
            yang memperoleh gelar akademis dari     ulama Jawi lainnya sampai madrasah                          dari mukimin maupun jamaah haji        madrasah Jawi jelas ikut bertangggung
            Universitas al-Azhar. Kemudian ia       ini ter paksa ditutup menjelang tahun                       untuk menjamin kelangsungannya.        jawab terhadap penciutan jumlah murid
            pindah ke Mekkah dan mendirikan         1390 H./1970 M. Meskipun Rabitah                                                                   dan ulama Jawi khususnya di Mekah
            Madrasah Indonesiya al-Makkiyah pada    al-Ala al-Islami pernah memberikan                          Akhir riwayat kedua madrasah ini       dewasa ini. Kini, jumlah murid-murid
            tahun 1342 H./1923 M. Syekh Janan       bantuan keuangan, eksistensi madrasah                       bisa diduga; mereka tidak mampu        Jawi jauh berkurang dibandingkan masa-
            jelas termasuk ulama Jawi. Sebagai      ini tidak dapat diselamatkan lagi,                          menghindarkan diri daripada            masa sebelum nya. Bahkan, ulama Jawi
            pemuka komunitas Jawi, ia menjadi       karena ada faktor-faktor penting lain                       menerima subsidi pemerintah, yang      yang menonjol bisa dihitung dengan
            salah seorang anggota delegasi Indone-  yang mempengaruhinya. Seperti                               pada gilirannya turut menentukan       jari. Sekarang nama-nama yang paling
            sia dengan anggota-anggota lainnya      dikemukakan al-Aqawi, penyebab utama                        kebijaksanaan pendidikan di madrasah-  sering disebut adalah Syekh Abd al-Karim
            seperti Umar Said Cokroaminoto, Haji    ditu tupnya madrasah ini adalah semakin                     mad rasah ini secara keseluruhan.      al-Banjari, Syekh Ahmad Damanhuri
            Mas Mansur, Muhammad Bakir, S. Umar     tajamnya persaingan dengan madrasah-                        Padahal, secara tradisional—seperti    al -Bantani, Syekh Fatah Rawa, dan Syekh
            Naji, dan Muhammad Talib—untuk          madrasah negeri, selain kian ketatnya                       dicatat beberapa pengembara Barat yang   Muhammad Badr al-Din Abd al-Qadir
            menghadiri Muslim World Congress        kebijaksanaan sentralisasi pendidikan                       menyelundup masuk Haramayn sejak       al-Mandili. Dalam penilaian seluruh
            yang diselenggarakan di Mekah, pada     yang diberlakukan pemerintah Saudi                          pertengahan abad ke-19—jemaah haji     narasumber kita, tingkat keilmuan mereka
            7 Juni hingga 5 Juli 1926, sebagaimana   terhadap madrasah -madrasah swasta                         Melayu terkenal lebih “kaya” dan lebih   ini belum setara dengan ulama Jawi
            dicatat Reinhard Schulze dalam          semacam ini.                                                mampu dibanding jemaah haji Anak       terdahulu seperti Syekh Yasin al-Padani.



         438    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   439
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455