Page 453 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 453

Selain itu, interaksi keilmuan murid-  Di luar itu, ia mengantarkan kajiannya   Ma laysia atau Patani, apalagi kalangan   dan kemasyhuran yang melebihi ulama
 murid dan ulama Jawi dengan ulama   dalam bahasa Arab, dengan anggota   Anak Benua India atau Arab, yang   Saudi asli.
 non-Jawi juga kelihatan semakin   halaqah tetap. Penciutan keterlibatan   pada masa lampau sering mengikuti
 menciut. Akibatnya, jaringan ulama yang   ulama Jawi dalam halaqah-halaqah di   dan mengembangkan ilmu melalui   Masih berkaitan dengan hal di atas,
 berjaya pada masa-masa lampau kini   al-Masjid al-Haram ini jelas kontras   halaqah-halaqah yang diselenggarakan   sekarang sangat sulit di Haramayn
 ikut memudar. Guru-guru utama murid-  sekali dengan kenyataan pada masa-  ulama Jawi. Dengan demikian, interaksi   memperoleh kitab-kitab ulama Jawi
 murid Jawi dan kalangan non-Jawi, kini   masa sebelumnya. Menjelang pergantian   keilmuan pada tingkat murid juga   yang sudah diterbitkan. Memang kitab
 tinggal Syekh Ismail al-Yamani, Syekh   abad XIX ke abad XX, misalnya, Abu   menciut ke ambang minimal.  Marah Labîd Tafsîr al-Nûr karya Syekh
 Muhammad Alwi al-Maliki, dan Syekh   Bakr, dalam naskah Tarâjim al’Ulamâ’   Nawawi al-Bantani masih dijual di
 Ahmad Nurshef. Sekitar satu dasawarsa   al-Jawâh bi Makkah al-Mukarramah—  Penciutan ruang gerak aktivitas dan   toko buku tertentu, tetapi orang bisa
 lampau, mereka bersama dengan guru-  yang dipersiapkannya untuk Snouck   spektrum interaksi keilmuan ini lebih   frustrasi rnencari kitab-kitab ulama
 guru lain seperti Syekh Abd al-Yamani   Hurgronje—mengemukakan bahwa   parah lagi diikuti dengan semakin   Jawi Iainnya. Karena itu, tidak aneh
 (almarhum) dan Syekh Ali al-Sabuni   dari 13 ulama Jawi yang dicatatnya,   sulitnya penerbitan dan peredaran kitab-  jika Abdurrahman Wahid pernah
 (sebelum “diusir” secara halus oleh   sebagian besar memiliki halaqah di al-  kitab karya ulama Jawi di Haramayn.   menyatakan kepada saya di Mekkah,
 pemerintah Saudi) memiliki halaqah   Masjidal-Haram, selain mengajar dan   Pada masa lampau, ketika percetakan   bahwa kitab-kitab beredar secara
 di Masjid al-Haram. Namun, setelah   menyelenggarakan kuttab di rumahnya   huruf Arab masih langka di Haramayn,   underground. Hanya melalui informan
 “peristiwa Juhaimah” (1979), izin mereka   masing-masing.  bisa dipahami kalau karya-karya ulama   dan jalur khusus, kita mendapatkan
 mengajar di mesjid ini dicabut. Karena   Jawi dicetak di Kairo atau Istanbul.   karya-karya mereka di pasar.
 itu, mereka terpaksa memindahkan   Selain itu, banyak pula ulama dan   Namun, pada masa-masa lebih akhir,   Perubahan-perubahan sosial, politik, dan
 halaqah-nya ke rumah masing-masing.  guru Jawi dalam waktu-waktu bela-  ketika percetakan sudah tidak lagi sulit
 kangan ini terpaksa melepaskan   ditemukan di Haramayn, sulit dipahami   ekonomi Arab Saudi sangat meningkat
 Pengetatan perizinan untuk mengajar   pekerjaan mereka mengajar di berbagai   mengapa kitab-kitab ulama Jawi tetap   sejak dasawarsa 1980. Kebangkitan
 di Masjid al-Haram juga menimbulkan   madrasah, khususnya karena dinilai   hampir tidak ada yang diterbitkan di   Arab Saudi sebagai nation state modern,
 korban di kalangan ulama Jawi. Dalam   pemerintah tidak memiliki kualifikasi   kawasari ini; karya mereka umumnya   khususnya setelah eksploitasi minyak
 dekade 1970-an, beberapa ulama Jawi,   untuk mengajar. Akibatnya, ruang gerak   dikeluarkan penerbit Kairo atau Beirut.   secara besar-besaran, telah mendorong
 termasuk Syekh Yasin, mengajar   hampir seluruh ulama Jawi sekarang   Bahkan, menurut berbagai narasumber,   penguatan mesin birokrasi negara ini,
 di al-Masjid al-Haram. Kini, satu-   ini terbatas pada halaqah-halaqah yang   kecil kemungkinan naskah-naskah   yang pada gilirannya mempengaruhi
 satunya ulama yang memiliki halaqah   diselenggarakan di ru mah-rumah.   Syekh Yasin dapat diterbitkan di Arab   perkembangan dan dinamika religio-
 dan mengajar di mesjid ini tinggal   Kenyataan ini, selain mengakibatkan   Saudi. Persoalannya, menurut dugaan   intellectual discourse di Haramayn.
 Syekh Abd al-Karim al-Banjiri. Pada   penciutan kuantitas pe serta halaqah, lebih   beberapa narasumber, terletak pada   Dampak kemerosotan jaringan ulama
 musim haji, ia memberikan pengajian   parah lagi ikut mempengaruhi kualitas   adanya semacam kecenderungan   ini terhadap perkembangan Islam
 dalam bahasa Indonesia, karena yang   halaqah. Peserta halaqah kini terbatas   pemerintah Saudi untuk tidak lagi   di Asia Tenggara, atau khususnya
 mengikuti halaqah-nya pada kesempatan   pada munid-murid Indonesia. Sedikit   membiarkan ulama keturunan mukimin   Indonesia, memerlukan pengkajian
 itu umumnya jemaah haji dari Indonesia.   sekali peserta halaqah yang berasal dari   berkiprah mencapai tingkat kepakaran   tersendiri. Tetapi yang jelas, kenyataan



 440  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   441
   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458