Page 458 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 458
ilmu. Haramayn tentu saja masih tetap tak kurang pentingnya, Nawawi al- pada setiap kali waktu makan adalah belajar di Universitas al-Azhar; dan
sentral, namun Kairo yang semakin Bantani pada 1870-an juga mengadakan sebanyak 11 potong. Riwaq Jawi yang tentu saja kemenakannya yang lebih
meningkat perannya sebagai lokus perjalanan ke Kairo, di mana dia juga memiliki sebuah perpustakaan kecil terkenal, Muhammad Tahir Jalal al-
Islam juga mulai menarik minat para dilaporkan bertemu dengan Muhammad ini dipimpin oleh Syaikh Muhammad Din (1869-1956) yang belajar di Makkah
penuntut ilmu dari Nusantara. Dalam `Abduh dan sekaligus memberikan al-Jawi. Mengutip data dari Ignaz antara 1880-1895) kemudian menuntut
perjalanan waktu semakin banyak ceramah di lingkungan al-Azhar. Goldziher, Abaza yang mengungkapkan, ilmu di Universitas al-Azhar selama
murid-murid Jawi yang juga melakukan pada 1871 terdapat enam murid Jawi empat tahun, khususnya ilmu falak.
rihlah `ilmiyyah dan talab al-`ilm di Kairo Tetapi sejarah kehadiran “murid-murid yang tinggal di riwaq Jawi tersebut, Muhammad Tahir Jalal al-Din yang
untuk belajar khususnya di Universitas Jawi” yang secara sengaja datang ke tetapi pada 1875 mereka keluar dari sana. kemudian juga terkenal dengan laqab
al-Azhar. Dan mereka kemudian menjadi al-Azhar untuk menuntut ilmu bisa al-Azhari al-Minangkabawi mengadakan
transmitters terpenting gagasan-gagasan dilacak pula melalui sejarah “riwaq Syaikh Muhammad al-Jawi yang kontak dengan Abduh dan membangun
modernisme Islam ke Nusantara. Jawi” yang terdapat di lingkungan disebutkan Ali Mubarak tadi menurut kerjasama dan persahabatan dengan
kampus Universitas al-Azhar. “Riwaq” Laffan (2000:156) agaknya adalah Isma`il Rasyid Rida. Karena itu, tidak heran,
Sejarah kemunculan Kairo sebagai salah yang merupakan pemondokan para Muhammad al-Jawi al-Minangkabawi kalau ia kemudian, setelah kembali
satu sumber penting intelektualisme penuntut ilmu di Universitas al-Azhar yang riwayat hidupnya dipaparkan ke Nusantara menerbitkan jurnal al-
Islam Nusantara sebenarnya sudah yang datang dari wilayah yang sama. Aboe Bakar dalam makhtutah berjudul Imam di Singapura; jurnal ini terkenal
mulai sejak abad ke-17 ketika murid- Sejarah riwaq bermula sejak zaman Tarajim `Ulama Jawi (Cod.Or.7111). Tetapi sebagai mouthpiece jurnal al-Manar yang
murid Jawi, seperti al-Singkili ketika Mamluk, yang dibangun dari wakaf juga ada Syaikh Isma`il `Abd al-Mutalib diterbitkan Rida dan memiliki pengaruh
belajar di Haramayn mengadakan orang-orang kaya atau penguasa. Pada al-Minangkabawi yang lahir di Padang, penting dalam perkembangan gerakan
kontak dan belajar dari ulama-ulama setiap riwaq terdapat “syaikh” yang Sumatera Barat, pada 1869 dan sampai modernisme Islam di Nusantara secara
al-Azhar yang mengadakan perjalanan bertanggungjawab mencatat nama para di Kairo sekitar 1894 setelah belajar keseluruhan.
ibadah haji dan menetap selama penghuni dan kehadiran mereka belajar beberapa tahun di Makkah. Syaikh
beberapa waktu di Makkah dan di al-Azhar. Isma`il yang terakhir ini adalah murid Jaringan murid-murid Jawi dengan
Madinah. Kontak dan pembelajaran Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi tokoh pewaris modernisme Islam
seperti ini semakin meningkat pada abad Menurut sejarawan terkemuka Mesir di Makkah. Syaikh Isma`il ini sangat di Kairo, persisnya dengan Rasyid
ke-18 ketika murid-murid Jawi seperti Ali Mubarak pada pertengahan abad mungkin sama dengan Syaikh Isma`il Rida, selanjutnya berkembang lebih
al-Palimbani dan Muhammad Arsyad ke-19 telah terdapat “riwaq Jawi” yang al-Minangkabawi yang sangat aktif luas. Hubungan murid-murid Jawi
al-Banjari juga belajar pada beberapa terletak di antara “riwaq Salmaniyyah” menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyyah dengan Rasyid Rida kelihatan cukup
ulama dan bahkan Syaikh al-Azhar yang (yang menampung murid-murid dari yang reformis di Singapura dan erat. Menurut majalah al-Munir, Rida
datang ke Mekkah. Bahkan `ulama abad Afghanistan dan Khurasan) dan “riwaq Kepulauan Riau pada akhir abad ke-19. sendiri memberikan perhatian khusus
ke-19 seperti Ahmad Rifai Kalisalak al-Syawwam” (pemondokan murid- kepada murid-murid Jawi yang sangat
yang belajar di Makkah selama hampir murid Syria). Riwaq al-Jawi ini kelihatan Ahmad Khatib sendiri juga mengirim prihatin dengan kondisi pendidikan dan
dua dasawarsa juga menyebutkan dihuni 11 “murid Jawi”, karena terdapat dua putranya `Abd al-Karim (wafat keilmuan Islam di Nusantara. Karena
gurunya kalangan ulama al-Azhar. Dan data bahwa jumlah roti yang dibagikan 1947) dan `Abd al-Hamid (w. 1962) untuk itu, Rida selain membantu murid-murid
446 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 447

