Page 462 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 462

Jawi yang tinggal di sana. Hal ini      murid-murid Jawi yang baru datang di                        Mereka menyatakan, Kairo memiliki      mahasiswa Nusantara di Kairo, yang
            mendorong Isma`il `Abd al-Mutalib,      Kairo, dan menolong mereka yang telah                       berbagai bentuk dan jenis pendidikan.   terutama belajar di Universitas al-Azhar,
            syaikh riwaq Jawi untuk mengajukan      menjadi mahasiswa di Universitas al-                        Mereka juga mengutip ungkapan yang     meski pada masa-masa ini juga telah
            permohonan kepada Kementerian           Azhar, tetapi mendapat kesulitan dalam                      menyatakan, “orang yang belum pergi    berdiri Dar al-`Ulum, Universitas Kairo.
            Wakaf Mesir untuk menambah kamar.       pelajaran mereka. Maka organisasi                           ke Kairo, maka mereka sesungguhnya     Hasilnya, riwaq Jawi kembali lebih sesak,
            Permintaan yang disampaikan juga        pelajar Jawi yang pertama kali didirikan                    belum melihat dunia”. Bagi mereka,     sehingga kalangan keturunan Hadrami
            kepada Konsul Belanda di Mesir, van     di Kairo adalah Jami`ah Setia Pelajar                       Kairo adalah pusat intelektual yang    mendirikan semacam asrama buat
            Lennep, mendapatkan respon negatif      yang didirikan pada 1913 dan dipimpin                       sempurna (Laffan 2000:168).            mahasiswa Jawi.
            dari Belanda. Meski ada preseden,       Syaikh Isma`il. Pengurus dan sekaligus
            pemerintah kolonial Italia membangun    anggota inti organisasi ini pada awalnya                    Perang Dunia I tidak ragu lagi         Seperti diungkapkan panjang lebar oleh
            riwaq di Kairo untuk murid-murid        berjumlah 12 orang. Sebagaimana                             mempengaruhi pertumbuhan               Roff, mahasiswa Jawi angkatan 1920-
            Muslim yang berasal dari wilayah        juga dilaporkan al-Munir (Vol 2, No 2,                      mahasiswa Jawi di Kairo. Kedatangan    an ini selain aktif dalam perkuliahan,
            jajahannya di Eretria dan Tripolitania,   9 Januari 1913), Jami`ah Setia Pelajar                    mahasiswa Jawi ke Kairo berkurang      juga sangat terlibat dalam isyu-isyu
            pemerintah Belanda atas saran Snouck    juga menerbitkan majalahnya bernama                         secara signifikan, sementara mereka    yang berkaitan dengan nasionalisme
            Hurgronje menolak melakukan             al-Ittihad dengan redaksi Ahmad Fauzi                       yang sedang belajar di negeri ini juga   Indonesia dan Malaya. Meski gagasan-
            hal serupa. Menurut Snouck secara       Sambas dan Muhammad Fadl Allah                              mengalami kesulitan keuangan, yang     gagasan tentang nasionalisme telah
            sinis adalah “aneh jika pemerintah      bin Muhammad Suhaymi Singapura.                             sulit sekali dikirimkan dari tanahair.   mulai terdiseminasidan tersosialisasi
            Belanda sampai mempertimbangkan         Selain mereka, penulis lainnya adalah                       Hal ini mengakibatkan para mahasiswa   di kalangan mahasiswa dalam masa
            “murid-murid Jawi yang telah menjadi    Muhammad Basyuni dan `Abd al-Wahid                          di Kairo terpaksa meminta bantuan      sebelum Perang Dunia I, pada 1920-an
            sampah di tempat pengajaran abad ke-    `Abd Allah Tapanuli. Majalah al-Ittihad                     kepada pemerintah Belanda, termasuk    inilah gagasan-gagasan nasionalisme
            pertengahan seperti Kairo dan Makkah.   diedarkan tidak hanya di lingkungan                         untuk biaya pulang ke tanahair. Khedif,   Melayu melawan kolonialisme Eropa
            Jika pemerintah Belanda menyediakan     mahasiswa Jawi di Kairo, tetapi juga di                     penguasa Mesir, yang prihatin dengan   mengalami “kematangannya” di
            asrama bagi murid-murid Jawi di Kairo,   Makkah, Malaya dan Hindia Belanda,                         kesulitan mereka akhirnya membantu     lingkungan para mahasiswa Jawi.
            maka sebelumnya Belanda harus juga      sehingga dapat mendatangkan manfaat                         dengan pemberian makanan roti dan      Karena itulah, mulai terjadi pergeseran
            menyediakan perumahan bagi ribuan       sebesar-besarnya bagi masyarakat                            bantuan keuangan sebesar 20 piaster    orientasi di kalangan mereka; dari
            masyarakat Jawi di Makkah (dikutip      Melayu umumnya.                                             sebulan.                               semula murni akademis-keilmuan ke
            dalam Laffan 2000:168).                                                                                                                    arah politis sekaligus. Hal ini jelas dari
                                                    Membantah sinisme Snouck Hurgronje,                         Berakhirnya Perang Dunia I yang diikuti   pernyataan mereka sebagaimana dikutip
            Menghadapi sikap pemerintah kolonial    majalah al-Ittihad dalam edisi                              dengan “economic boom”, termasuk       Roff (1970:74); “di Makkah kita bisa hanya
            Belanda seperti itu, maka murid-        pertamanya menurunkan tulisan                               di Nusantara pada 1920 mendorong       mempelajari agama, tetapi di Kairo kita
            murid Jawi tidak punya pilihan lain,    Fadl Allah dan Ahmad Fauzi yang                             terjadinya eksplosi jumlah mahasiswa   juga [mempelajari] politik”.
            kecuali membentuk organisasi tolong     menyatakan, orang Eropa keliru                              yang datang ke Kairo dari berbagai
            menolong di antara mereka. Organisasi   dengan meremehkan Kairo sebagai                             tempat di Asia Tenggara. Pada 1925     Dalam konteks inilah kita bisa
            ini terutama bertujuan membantu         pusat belajar bagi murid-murid Jawi.                        diperkirakan terdapat sekitar 150an    memahami pembentukan “Djamaah



         450    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   451
   457   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467