Page 457 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 457

mereka untuk menuntut dan menggali   sambil mengikuti halaqah-halaqah baik   Kairo: Intelektualisme dan   Islam di Haramayn. Transmisi
 ilmu, kini tinggal citra tipikal mukimin   di Masjid al-Haram maupun di rumah   Aktivisme Politik  modernisme Islam ke Haramayn
 Jawi pada masa silam.  ulama-ulama Jawi mukimin. Persoalan   dimungkinkan tidak hanya melalui
 visa seperti ini jelas tidak terjadi pada   Munculnya kritisisme yang tajam   ulama dan aktivis asal Mesir yang
 Bisa dipastikan masih cukup banyak   masa silam. Bagi mukimin sekarang ini,   terhadap tarekat dari Nawawi   menunaikan ibadah haji, tetapi juga
 anak muda Jawi yang beraspirasi   belajar dalam situasi visa yang tidak   al-Bantani dan Ahmad Khatib al-  melalui berbagai bentuk penerbitan
 menuntut ilmu di Haramayn. Namun,   menentu seperti itu jelas mempengaruhi   Minangkabawi, seperti disinggung di   sebagai hasil dari penemuan mesin
 jalan ke sana tidaklah mudah,   suasana batin mereka dalam menuntut   atas, sesungguhnya mencerminkan   cetak. Hasilnya, kalangan ulama Jawi di
 khususnya menyangkut izin tinggal   ilmu.  terjadinya transisi wacana intelektual   Mekkah, khususnya, tidak lagi kebal dari
 (iqâmah atau visa). Sekarang ini visa   dan gerakan Islam sedikitnya sejak   pengaruh modernisme Islam. Kenyataan
 untuk belajar hanya dikeluarkan untuk   Lebih jauh lagi, keutuhan komunitas   perempatan abad ke-19. Transisi itu   ini dapat dilihat dari wacana intelektual
 mereka yang ingin belajar di madrasah   Jawi, juga berada dalam transisi yang   jelas sangat dipengaruhi perubahan-  yang dikembangkan Nawawi al-Bantani
 atau tepatnya universitas negeri. Ini   cukup krusial. Dengan kemampuan   perubahan wacana intelektualisme   dan Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
 juga terbatas hanya bagi mereka yang   petro-dollarnya, pemerintah Saudi   dan gerakan Islam di Timur Tengah   Sebagaimana dikemukakan di atas,
 menerima beasiswa pemerintah Saudi.   dalam beberapa tahun belakangan ini   secara keseluruhan. Sejak perempatan   semangat modernisme Islam juga
 Tidak ada visa bagi mereka yang dengan   semakin giat meningkatkan fasilitas-  terakhir abad ke-19 wacana dan   memunculkan kritisisme mereka
 biaya sendiri ingin mengikuti halaqah   fasilitas fisik yang berkaitan dengan   gerakan yang sering disebut sebagai   terhadap praktek-praktek tarekat
 di Masjid al-Haram. Karena itu, mereka   ibadah haji. Dalam konteks ini, perluasan   “modernisme” Islam muncul di Timur   misalnya. Lebih jauh, seperti
 yang ingin menuntut ilmu melalui   besar-besaran Masjid al-Haram,   Tengah melalui tokoh-tokoh seperti   disimpulkan Riddell, bahkan tafsir
 jalur tradisional, harus menempuh cara   misalnya, tidak hanya menggusur   Jamal al-Din al-Afghani (al-Asabadi),   karya al-Nawawi, al-Nur Marah Labid,
 yang boleh dibilang “nekad”, yakni   banyak monumen historis penting   Muhammad `Abduh, Muhammad   juga dipengaruhi semangat modernisme
 bermukim secara gelap: masuk Saudi   dalam sejarah awal Islam, tetapi juga   Rasyid Rida. Wacana intelektual dan   Islam, khususnya yang dikembangkan
 dengan menggunakan visa umrah   pasar-pasar tradisional, madrasah-  gerakan modernisme Islam merupakan   `Abduh.
 atau haji. Ini cara yang pada umumnya   madrasah, dan permukiman penduduk.   perkembangan lebih lanjut dari upaya-
 ditempuh. Ada pula sebagian mereka   Kini di Jabal Qubays, misalnya, tidak   upaya pembaruan yang sebelumnya   Perempatan terakhir abad ke-19,
 yang datang dengan visa tenaga kerja,   lagi ditemukan pemu kiman penduduk,   dilakukan di Turki misalnya   dengan demikian, menandai periode
 tetapi kemudian melepaskan kontrak   tetapi istana megah Raja Saudi.   melalui Tanzimat dan, kemudian di   transisi penting dalam sejarah “murid-
 kerja dengan cara “membeli” visa   Padahal, kawasan Jabal Qubaysh ini   Mesir melalui tokoh-tokoh seperti   murid Jawi”, tidak hanya dalam lokus
 bebas mukimin yang cukup mahal   secara tradisonal dulu dikenal sebagai   Muhammad `Ali Pasya, Rifa`ah al-  keilmuan mereka, tetapi juga dalam
 melalui calo-calo tertentu. Mereka   tempat konsentrasi utama komunitas   Tahtawi dan lain-lain.  kecenderungan wacana intelektual,
 yang memilih cara ini pada umumnya   mukimin Jawi. Sekarang ini, sebagian   dan pada gilirannya dalam peranan
 kemudian melakukan usaha wiraswasta   besar mukimin hidup terpencar-pencar   Kebangkitan modernisme Islam di Mesir   mereka ketika kembali ke tanahair kelak.
 kecil-kecilan. Misalnya, membuat tahu   di dalam flat-flat di berbagai kawasan   khususnya, tidak bisa dielakkan juga   Pergeseran itu terjadi ketika Kairo mulai
 tempe atau makanan Indonesia lainnya,   pemukiman.  mempengaruhi wacana intelektualisme   muncul sebagai tujuan untuk menuntut



 444  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   445
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462