Page 456 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 456

mereka untuk menuntut dan menggali      sambil mengikuti halaqah-halaqah baik                       Kairo: Intelektualisme dan             Islam di Haramayn. Transmisi
            ilmu, kini tinggal citra tipikal mukimin   di Masjid al-Haram maupun di rumah                       Aktivisme Politik                      modernisme Islam ke Haramayn
            Jawi pada masa silam.                   ulama-ulama Jawi mukimin. Persoalan                                                                dimungkinkan tidak hanya melalui
                                                    visa seperti ini jelas tidak terjadi pada                   Munculnya kritisisme yang tajam        ulama dan aktivis asal Mesir yang
            Bisa dipastikan masih cukup banyak      masa silam. Bagi mukimin sekarang ini,                      terhadap tarekat dari Nawawi           menunaikan ibadah haji, tetapi juga
            anak muda Jawi yang beraspirasi         belajar dalam situasi visa yang tidak                       al-Bantani dan Ahmad Khatib al-        melalui berbagai bentuk penerbitan
            menuntut ilmu di Haramayn. Namun,       menentu seperti itu jelas mempengaruhi                      Minangkabawi, seperti disinggung di    sebagai hasil dari penemuan mesin
            jalan ke sana tidaklah mudah,           suasana batin mereka dalam menuntut                         atas, sesungguhnya mencerminkan        cetak. Hasilnya, kalangan ulama Jawi di
            khususnya menyangkut izin tinggal       ilmu.                                                       terjadinya transisi wacana intelektual   Mekkah, khususnya, tidak lagi kebal dari
            (iqâmah atau visa). Sekarang ini visa                                                               dan gerakan Islam sedikitnya sejak     pengaruh modernisme Islam. Kenyataan
            untuk belajar hanya dikeluarkan untuk   Lebih jauh lagi, keutuhan komunitas                         perempatan abad ke-19. Transisi itu    ini dapat dilihat dari wacana intelektual
            mereka yang ingin belajar di madrasah   Jawi, juga berada dalam transisi yang                       jelas sangat dipengaruhi perubahan-    yang dikembangkan Nawawi al-Bantani
            atau tepatnya universitas negeri. Ini   cukup krusial. Dengan kemampuan                             perubahan wacana intelektualisme       dan Ahmad Khatib al-Minangkabawi.
            juga terbatas hanya bagi mereka yang    petro-dollarnya, pemerintah Saudi                           dan gerakan Islam di Timur Tengah      Sebagaimana dikemukakan di atas,
            menerima beasiswa pemerintah Saudi.     dalam beberapa tahun belakangan ini                         secara keseluruhan. Sejak perempatan   semangat modernisme Islam juga
            Tidak ada visa bagi mereka yang dengan   semakin giat meningkatkan fasilitas-                       terakhir abad ke-19 wacana dan         memunculkan kritisisme mereka
            biaya sendiri ingin mengikuti halaqah   fasilitas fisik yang berkaitan dengan                       gerakan yang sering disebut sebagai    terhadap praktek-praktek tarekat
            di Masjid al-Haram. Karena itu, mereka   ibadah haji. Dalam konteks ini, perluasan                  “modernisme” Islam muncul di Timur     misalnya. Lebih jauh, seperti
            yang ingin menuntut ilmu melalui        besar-besaran Masjid al-Haram,                              Tengah melalui tokoh-tokoh seperti     disimpulkan Riddell, bahkan tafsir
            jalur tradisional, harus menempuh cara   misalnya, tidak hanya menggusur                            Jamal al-Din al-Afghani (al-Asabadi),   karya al-Nawawi, al-Nur Marah Labid,
            yang boleh dibilang “nekad”, yakni      banyak monumen historis penting                             Muhammad `Abduh, Muhammad              juga dipengaruhi semangat modernisme
            bermukim secara gelap: masuk Saudi      dalam sejarah awal Islam, tetapi juga                       Rasyid Rida. Wacana intelektual dan    Islam, khususnya yang dikembangkan
            dengan menggunakan visa umrah           pasar-pasar tradisional, madrasah-                          gerakan modernisme Islam merupakan     `Abduh.
            atau haji. Ini cara yang pada umumnya   madrasah, dan permukiman penduduk.                          perkembangan lebih lanjut dari upaya-
            ditempuh. Ada pula sebagian mereka      Kini di Jabal Qubays, misalnya, tidak                       upaya pembaruan yang sebelumnya        Perempatan terakhir abad ke-19,
            yang datang dengan visa tenaga kerja,   lagi ditemukan pemu kiman penduduk,                         dilakukan di Turki misalnya            dengan demikian, menandai periode
            tetapi kemudian melepaskan kontrak      tetapi istana megah Raja Saudi.                             melalui Tanzimat dan, kemudian di      transisi penting dalam sejarah “murid-
            kerja dengan cara “membeli” visa        Padahal, kawasan Jabal Qubaysh ini                          Mesir melalui tokoh-tokoh seperti      murid Jawi”, tidak hanya dalam lokus
            bebas mukimin yang cukup mahal          secara tradisonal dulu dikenal sebagai                      Muhammad `Ali Pasya, Rifa`ah al-       keilmuan mereka, tetapi juga dalam
            melalui calo-calo tertentu. Mereka      tempat konsentrasi utama komunitas                          Tahtawi dan lain-lain.                 kecenderungan wacana intelektual,
            yang memilih cara ini pada umumnya      mukimin Jawi. Sekarang ini, sebagian                                                               dan pada gilirannya dalam peranan
            kemudian melakukan usaha wiraswasta     besar mukimin hidup terpencar-pencar                        Kebangkitan modernisme Islam di Mesir   mereka ketika kembali ke tanahair kelak.
            kecil-kecilan. Misalnya, membuat tahu   di dalam flat-flat di berbagai kawasan                      khususnya, tidak bisa dielakkan juga   Pergeseran itu terjadi ketika Kairo mulai
            tempe atau makanan Indonesia lainnya,   pemukiman.                                                  mempengaruhi wacana intelektualisme    muncul sebagai tujuan untuk menuntut



         444    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   445
   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461