Page 455 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 455

itu akan memperdalam keprihatinan,   melimpah. Pemerintah Saudi tidak   praktek keagamaan masyarakat luas   al-Bantani sebagai khalifah Tarekat
 khususnya ketika ia dikaitkan dengan   hanya mampu memperkuat mesin   agar sesuai dengan doktrin Wahha-  Naqshabandiyah.
 isu “kelangkaan ulama” yang menjadi   birokrasinya, tetapi juga melakukan   biyah. Walaupun kini tidak lagi seketat
 salah satu topik pembi caraan hangat   perubahan -perubahan sosial ekonomi   ajaran dan praktek Muhammad ibn Abd   Selain itu, daya tarik petro-dollar
 di kalangan kaum Muslimin Indonesia   yang secara signifikan mempengaruhi   al-Wahhab, doktrin resmi Wahhabisme   Saudi juga menyebabkan terjadinya
 dalam dasawarsa terakhir.  kehi dupan intelektual keagamaan dan   tetap tidak mampu menam pung   pergeseran motivasi kedatangan anak-
                                                    anak muda Jawi ke wilayah Saudi,
 pendidikan—khususnya di Haramayn.  keragaman aspirasi batiniah masyarakat
 Kontras dengan peningkatan luar biasa   Haramayn yang kosmopoli tan itu.   khususnya Haramayn. Motivasi utama
 fasilitas-fasilitas fisik peribadatan di   Dalam kerangka ini, pemerintah Saudi   Karena itu, tarekat sufi yang haram   kedatangan sebagian besar mukimin
 Mekah dan Madinah—berbarengan   mempercepat proses modernisasi dan   menurut doktrin Wahhabisme, secara   pada masa terakhir adalah untuk
 dengan pembengkakan jumlah jamaah   sentralisasi pendidikan. Madrasah-  diam-diam tetap dipraktekkan oleh   mencari nafkah, bukan menuntut ilmu
 haji—dalam dekade terakhir, jaringan   madrasah swasta dinegerikan,   sebagian masyarakat tertentu di   agama atau menjadi ulama seperti
 ulama yang berpusat di kedua Kota   kurikulum distan dardisasikan, guru-  Haramayn, khususnya di kalangan   pada masa silam. Kenyataan ini juga
 Suci kaum Muslimin justru mengalami   guru diharuskan memenuhi kualifiaksi   ulama dan murid-murid Jawi. Ironis-  menyebabkan terjadinya perubahan-
 kemerosotan yang amat signifikan.   formal yang ditentukan, dan sebagainya.   nya, kini tidak jarang mursyid tarekat   perubahan signifikan dalam komposisi
 Kemerosotan jaringan ulama, Tulisan   Akibatnya, madrasah-madrasah   berada di Indonesia atau tempat lain di   komunitas Jawi di Haramayn. Dewasa
 ini merupakan usaha lanjutan dalam   tradisional yang selama ini melahirkan   Nusantara, yang kemudian mengangkat   ini, sebagian besar mukirnin Jawi adalah
 mengung kapkan pasang-surutnya   banyak ulama, kehilangan identitas dan   tenaga kerja, baik tenaga kerja Indone-
 wacana intelektual keagamaan ini,   integ rasinya. Sebaliknya, madrasah-  khalifahnya untuk Haramayn. Hal ini,   sia (TKI)—laki-laki—maupun tenaga
            misalnya terjadi pada Syekh Ahmad
 khususnya pada waktu-waktu terakhir,   madrasah dan universitas negeri belum   Damanhuri al-Bantani yang diangkat   kerja wanita (TKW); sedikit sekali yang
 dan peranan ulama Nusantara yang   mampu melahirkan ulama, dalam   bermukim khusus untuk menuntut
 terlibat dalam jaringan tersebut terhada   pengertian bagian terbesar masyarakat   Kiai Dimyati, yang kini bermukim   ilmu. Para TKI dan TKW, sebagai mana
            di Banten, sebagai khalifah Tarekat
 dinamika sosial-intelektual Islam di   Dunia Melayu tentang “ulama”. Lebih   Syadziliyah untuk wilayah Mekah.   kita ketahui, pada umumnya adalah
 Indonesia atau Dunia Melayu pada   jelasnya, lulusan universitas, seperti   tenaga kerja kasar (blue-collar workers),
 umumnya.  Ummul-Qura (Mekah) atau Universitas   Padahal, setidaknya sampai akhir abad   yang jelas tidak mempunyai minat
 Islam Madinah, jika kembali ke   ke-19 atau awal abad ke-l0, mursyid itu   lain kecuali mengumpulkan uang.
 Kemerosotan wacana religio-intelektual   Nusantara sering lebih dipandang   lazimnya berada di Haramayn, yang   Keadaan ini kontras sekali dengan
 ulama Jawi dapat dipastikan banyak   sebagai sarjana atau intelektual Muslim   selanjutnya mengangkat khalifahnya   komposisi komunitas Jawi—misalnya
 disebabkan oleh perubahan-perubahan   daripada ulama.  untuk berbagai wilayah di Nusantara.   pada akhir abad ke-19, sebagaimana
 ekonomi, politik, dan sosial Arab Saudi   Kenyataan ini dapat dilihat dan   dilukiskan Snouck Hurgronje—yang
 yang berlangsung demikian cepat   Dengan semakin kuatnya mesin   pengalaman Abd al-Ra’uf yang diangkat   pada umumnya adalah penuntut
 dalam beberapa dasawarsa terakhir.   birokrasiya, pemerintah Saudi juga   Ahmad al-Qushashi sebagai khalifah   ilmu. Seorang Abd al- Ra’uf atau
 Ekpsloitasi minyak secara besar-besaran   mampu melakukan kontrol lebih ketat   Syattariyah atau Ahmad Khatib Sambas   Ahmad Khatib al-Minangkabawi yang
 telah mendatangkan petro-dollar yang   terhadap pemikiran dan praktek -  yang mengangkat Syekh Abd al-Karim   menghabiskan belasan tahun umur



 442  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   443
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460