Page 459 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 459

ilmu. Haramayn tentu saja masih tetap   tak kurang pentingnya, Nawawi al-  pada setiap kali waktu makan adalah   belajar di Universitas al-Azhar; dan
 sentral, namun Kairo yang semakin   Bantani pada 1870-an juga mengadakan   sebanyak 11 potong. Riwaq Jawi yang   tentu saja kemenakannya yang lebih
 meningkat perannya sebagai lokus   perjalanan ke Kairo, di mana dia   juga memiliki sebuah perpustakaan kecil   terkenal, Muhammad Tahir Jalal al-
 Islam juga mulai menarik minat para   dilaporkan bertemu dengan Muhammad   ini dipimpin oleh Syaikh Muhammad   Din (1869-1956) yang belajar di Makkah
 penuntut ilmu dari Nusantara. Dalam   `Abduh dan sekaligus memberikan   al-Jawi. Mengutip data dari Ignaz   antara 1880-1895) kemudian menuntut
 perjalanan waktu semakin banyak   ceramah di lingkungan al-Azhar.  Goldziher, Abaza yang mengungkapkan,   ilmu di Universitas al-Azhar selama
 murid-murid Jawi yang juga melakukan   pada 1871 terdapat enam murid Jawi   empat tahun, khususnya ilmu falak.
 rihlah `ilmiyyah dan talab al-`ilm di Kairo   Tetapi sejarah kehadiran “murid-murid   yang tinggal di riwaq Jawi tersebut,   Muhammad Tahir Jalal al-Din yang
 untuk belajar khususnya di Universitas   Jawi” yang secara sengaja datang ke   tetapi pada 1875 mereka keluar dari sana.  kemudian juga terkenal dengan laqab
 al-Azhar. Dan mereka kemudian menjadi   al-Azhar untuk menuntut ilmu bisa   al-Azhari al-Minangkabawi mengadakan
 transmitters terpenting gagasan-gagasan   dilacak pula melalui sejarah “riwaq   Syaikh Muhammad al-Jawi yang   kontak dengan Abduh dan membangun
 modernisme Islam ke Nusantara.  Jawi” yang terdapat di lingkungan   disebutkan Ali Mubarak tadi menurut   kerjasama dan persahabatan dengan
 kampus Universitas al-Azhar. “Riwaq”   Laffan (2000:156) agaknya adalah Isma`il   Rasyid Rida. Karena itu, tidak heran,
 Sejarah kemunculan Kairo sebagai salah   yang merupakan pemondokan para   Muhammad al-Jawi al-Minangkabawi   kalau ia kemudian, setelah kembali
 satu sumber penting intelektualisme   penuntut ilmu di Universitas al-Azhar   yang riwayat hidupnya dipaparkan   ke Nusantara menerbitkan jurnal al-
 Islam Nusantara sebenarnya sudah   yang datang dari wilayah yang sama.   Aboe Bakar dalam makhtutah berjudul   Imam di Singapura; jurnal ini terkenal
 mulai sejak abad ke-17 ketika murid-  Sejarah riwaq bermula sejak zaman   Tarajim `Ulama Jawi (Cod.Or.7111). Tetapi   sebagai mouthpiece jurnal al-Manar yang
 murid Jawi, seperti al-Singkili ketika   Mamluk, yang dibangun dari wakaf   juga ada Syaikh Isma`il `Abd al-Mutalib   diterbitkan Rida dan memiliki pengaruh
 belajar di Haramayn mengadakan   orang-orang kaya atau penguasa. Pada   al-Minangkabawi yang lahir di Padang,   penting dalam perkembangan gerakan
 kontak dan belajar dari ulama-ulama   setiap riwaq terdapat “syaikh” yang   Sumatera Barat, pada 1869 dan sampai   modernisme Islam di Nusantara secara
 al-Azhar yang mengadakan perjalanan   bertanggungjawab mencatat nama para   di Kairo sekitar 1894 setelah belajar   keseluruhan.
 ibadah haji dan menetap selama   penghuni dan kehadiran mereka belajar   beberapa tahun di Makkah. Syaikh
 beberapa waktu di Makkah dan   di al-Azhar.  Isma`il yang terakhir ini adalah murid   Jaringan murid-murid Jawi dengan
 Madinah. Kontak dan pembelajaran   Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi   tokoh pewaris modernisme Islam
 seperti ini semakin meningkat pada abad   Menurut sejarawan terkemuka Mesir   di Makkah. Syaikh Isma`il ini sangat   di Kairo, persisnya dengan Rasyid
 ke-18 ketika murid-murid Jawi seperti   Ali Mubarak pada pertengahan abad   mungkin sama dengan Syaikh Isma`il   Rida, selanjutnya berkembang lebih
 al-Palimbani dan Muhammad Arsyad   ke-19 telah terdapat “riwaq Jawi” yang   al-Minangkabawi yang sangat aktif   luas. Hubungan murid-murid Jawi
 al-Banjari juga belajar pada beberapa   terletak di antara “riwaq Salmaniyyah”   menyebarkan Tarekat Naqsyabandiyyah   dengan Rasyid Rida kelihatan cukup
 ulama dan bahkan Syaikh al-Azhar yang   (yang menampung murid-murid dari   yang reformis di Singapura dan   erat. Menurut majalah al-Munir, Rida
 datang ke Mekkah. Bahkan `ulama abad   Afghanistan dan Khurasan) dan “riwaq   Kepulauan Riau pada akhir abad ke-19.  sendiri memberikan perhatian khusus
 ke-19 seperti Ahmad Rifai Kalisalak   al-Syawwam” (pemondokan murid-  kepada murid-murid Jawi yang sangat
 yang belajar di Makkah selama hampir   murid Syria). Riwaq al-Jawi ini kelihatan   Ahmad Khatib sendiri juga mengirim   prihatin dengan kondisi pendidikan dan
 dua dasawarsa juga menyebutkan   dihuni 11 “murid Jawi”, karena terdapat   dua putranya `Abd al-Karim (wafat   keilmuan Islam di Nusantara. Karena
 gurunya kalangan ulama al-Azhar. Dan   data bahwa jumlah roti yang dibagikan   1947) dan `Abd al-Hamid (w. 1962) untuk   itu, Rida selain membantu murid-murid



 446  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   447
   454   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464