Page 460 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 460

Jawi, juga mendirikan Dar al-Da`wah     untuk kemudian menginap di rumahnya                         pada 1902, menyatakan terdapat 645     Nineteenth Century. Aboe Bakar tidak
            wa al-Irsyad pada 1912 sebagai “tanda   sebelum mendapatkan pemondokan                              mahasiswa asing; dan tujuh di antaranya   lupa mengingatkan Snouck tentang
            cintanya kepada Islam di Timur Jauh;    permanen (Laffan 2000:165-6).                               adalah “Javanese”, yang dengan pantas   munculnya al-Hijaz al-Jadid di tempat
            murid-murid Jawi dilatih pula untuk                                                                 dapat kita sebut sebagai murid-murid   lain, yang bisa diduga adalah Kairo, di
            menjadi da`i pada institusi ini.        Perhatian dan bantuan Rasyid Rida                           Jawi. Selanjutnya Kairo menerima       mana iklim intelektual dan aktivisme
                                                    kepada para murid Jawi ini tidak luput                      semakin banyak penuntut ilmu           Islam jauh lebih terbuka dan bebas.
            Perhatian khusus Rasyid Rida kepada     dari perhatian dari media di tanah air.                     dari Nusantara. Pada 1904 misalnya
            murid-murid Jawi dapat dilihat pula dari   Majalah al-Munir (Vol. 1, No 2, 15 April                 dilaporkan bahwa dari 14 murid Jawi    Hasilnya bisa diduga. Sejak 1900 murid-
            kenyataan bahwa ia sendiri atau kerabat   1911) yang terbit di Padang, Sumatera                     yang belajar dari Kairo empat di       murid semakin banyak di Kairo. Maka,
            yang dimintanya sering menjemput        Barat, misalnya, menulis tentang                            antaranya adalah keluarga Sultan Riau   pada 1908 pemerintah Belanda mulai
            mereka yang baru datang di Kairo, dan   hal di atas. Dalam edisi ini al-Munir                       Lingga; mereka belajar di madrasah     mendaftar nama murid-murid Jawi
            bahkan menyediakan penampungan          mengungkapkan bahwa Persekutuan                             persiapan sebelum masuk Universitas    di Kairo. Menurut catatan Belanda,
            sementara sebelum akhirnya mereka       Persetiaan di Singapura telah menerima                      al-Azhar. Mereka ini dibawa ke Kairo   murid-murid Jawi di Kairo datang dari
            menemukan akomodasi lain yang lebih     surat tentang telah sampainya dengan                        oleh Syaikh Tahir Jalal al-Din dan tokoh   berbagai tempat di Nusantara; termasuk
            permanen. Hal ini terlihat misalnya     selamat sejumlah murid Jawi di                              Hadrami, Sayyid Syaikh bin Ahmad al-   Lampung, Minangkabau, Sambas (sejak
            dalam pengalaman Muhammad               Suez. Berada di tempat asing, mereka                        Hadi (1967-1934) (Azra 1999e:83-5; Laffan   1910), dan Banten (khususnya sejak 1912).
            Basyuni Imran dan dua murid Jawi        mengontak Syaikh Rasyid Rida, yang                          2000:157).                             Di antara murid-murid ini juga terdapat
            lainnya asal Sambas. Basyuni belajar di   kemudian memerintahkan saudara                                                                   tiga murid yang merupakan keturunan
            Makkah dengan guru-gurunya seperti      laki-lakinya untuk menjemput mereka                         Pertumbuhan komunitas murid-murid      Hadhrami, yang sebelumnya berencana
            `Umar Sumbawa, `Utsman Sarawak,         di Suez, yang selanjutnya menampung                         Jawi tidak lepas dari perhatian dan    menuntut ilmu di Galatasaray Istanbul.
            dan Ahmad Khatib sampai 1906 untuk      mereka di rumahnya; setelah itu baru                        intipan pemerintah kolonial Belanda.   Bahkan terdapat laporan Belanda yang
            kembali ke Sambas. Ia adalah pelanggan   mereka menyewa pemondokan. Mereka                          Sedangkan masyarakat Jawi di Hijaz     menyatakan, bahwa sejak 1900 sampai
            majalah al-Manar (terbit 1898-1936)     bertemu dengan beberapa ulama Mesir                         telah menjadi incaran dan pengawasan   1915 seorang “Jawa” bernama Syaikh
            yang diterbitkan Rasyid Rida. Lebih     yang menanyakan kepada mereka                               Belanda. Snouck Hurgronje bahkan       Umar Tabrani mengajar di Al-Azhar. Dia
            sebagai pelanggan, Basyuni kelihatan    tentang keadaan umat Muslimin dan                           sempat bermukim di Jeddah untuk        lahir di Tegal pada 1878, putra seorang
            juga menjalin kontak pribadi dengan     pendidikan Islam di Nusantara.                              kemudian masuk ke Makkah; dia          pedagang Haji Nawawi. Tabrani diduga
            Rida. Karena itu, tidak heran ketika                                                                dibantu oleh Abou Bakar untuk          sampai di Kairo setelah sebelumnya
            ia dan saudaranya Ahmad Fauzi dan       Pertolongan dan sikap bersahabat                            mengumpulkan berbagai informasi dan    selama empat tahun belajar di Makkah
            teman mereka Ahmad Su`ud menuju         para ulama Mesir ini ikut mendorong                         data tentang masyarakat Jawi di Hijaz.   (Laffan 2000:164).
            Kairo pada Desember 1910, ia mengirim   pertumbuhan julah murid-murid Jawi                          Hasilnya antara lain adalah Tarajim
            kabel kepada Rasid Rida tentang         di Kairo. Hal ini dapat dilihat dalam                       `Ulama Jawi yang menjadi bahan         Dengan terus meningkatnya jumlah
            jadwal kedatanga mereka di Suez. Rida   riwayat berikut. Dodge (1961:164, 165)                      utama bagi Snouck dalam menulis        murid-murid Jawi, maka riwaq Jawi
            meminta saudaranya Salih Rida untuk     mengutip data tentang komposisi                             riwayat sejumlah ulama Jawi dalam      juga semakin padat dan sesak; pada
            menjemput mereka di stasiun Kairo,      mahasiswa Universitas al-Azhar                              karyanya Mekka in the Latter Part of the   1912 dilaporkan terdapat 12 murid



         448    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   449
   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464   465