Page 461 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 461
Jawi, juga mendirikan Dar al-Da`wah untuk kemudian menginap di rumahnya pada 1902, menyatakan terdapat 645 Nineteenth Century. Aboe Bakar tidak
wa al-Irsyad pada 1912 sebagai “tanda sebelum mendapatkan pemondokan mahasiswa asing; dan tujuh di antaranya lupa mengingatkan Snouck tentang
cintanya kepada Islam di Timur Jauh; permanen (Laffan 2000:165-6). adalah “Javanese”, yang dengan pantas munculnya al-Hijaz al-Jadid di tempat
murid-murid Jawi dilatih pula untuk dapat kita sebut sebagai murid-murid lain, yang bisa diduga adalah Kairo, di
menjadi da`i pada institusi ini. Perhatian dan bantuan Rasyid Rida Jawi. Selanjutnya Kairo menerima mana iklim intelektual dan aktivisme
kepada para murid Jawi ini tidak luput semakin banyak penuntut ilmu Islam jauh lebih terbuka dan bebas.
Perhatian khusus Rasyid Rida kepada dari perhatian dari media di tanah air. dari Nusantara. Pada 1904 misalnya
murid-murid Jawi dapat dilihat pula dari Majalah al-Munir (Vol. 1, No 2, 15 April dilaporkan bahwa dari 14 murid Jawi Hasilnya bisa diduga. Sejak 1900 murid-
kenyataan bahwa ia sendiri atau kerabat 1911) yang terbit di Padang, Sumatera yang belajar dari Kairo empat di murid semakin banyak di Kairo. Maka,
yang dimintanya sering menjemput Barat, misalnya, menulis tentang antaranya adalah keluarga Sultan Riau pada 1908 pemerintah Belanda mulai
mereka yang baru datang di Kairo, dan hal di atas. Dalam edisi ini al-Munir Lingga; mereka belajar di madrasah mendaftar nama murid-murid Jawi
bahkan menyediakan penampungan mengungkapkan bahwa Persekutuan persiapan sebelum masuk Universitas di Kairo. Menurut catatan Belanda,
sementara sebelum akhirnya mereka Persetiaan di Singapura telah menerima al-Azhar. Mereka ini dibawa ke Kairo murid-murid Jawi di Kairo datang dari
menemukan akomodasi lain yang lebih surat tentang telah sampainya dengan oleh Syaikh Tahir Jalal al-Din dan tokoh berbagai tempat di Nusantara; termasuk
permanen. Hal ini terlihat misalnya selamat sejumlah murid Jawi di Hadrami, Sayyid Syaikh bin Ahmad al- Lampung, Minangkabau, Sambas (sejak
dalam pengalaman Muhammad Suez. Berada di tempat asing, mereka Hadi (1967-1934) (Azra 1999e:83-5; Laffan 1910), dan Banten (khususnya sejak 1912).
Basyuni Imran dan dua murid Jawi mengontak Syaikh Rasyid Rida, yang 2000:157). Di antara murid-murid ini juga terdapat
lainnya asal Sambas. Basyuni belajar di kemudian memerintahkan saudara tiga murid yang merupakan keturunan
Makkah dengan guru-gurunya seperti laki-lakinya untuk menjemput mereka Pertumbuhan komunitas murid-murid Hadhrami, yang sebelumnya berencana
`Umar Sumbawa, `Utsman Sarawak, di Suez, yang selanjutnya menampung Jawi tidak lepas dari perhatian dan menuntut ilmu di Galatasaray Istanbul.
dan Ahmad Khatib sampai 1906 untuk mereka di rumahnya; setelah itu baru intipan pemerintah kolonial Belanda. Bahkan terdapat laporan Belanda yang
kembali ke Sambas. Ia adalah pelanggan mereka menyewa pemondokan. Mereka Sedangkan masyarakat Jawi di Hijaz menyatakan, bahwa sejak 1900 sampai
majalah al-Manar (terbit 1898-1936) bertemu dengan beberapa ulama Mesir telah menjadi incaran dan pengawasan 1915 seorang “Jawa” bernama Syaikh
yang diterbitkan Rasyid Rida. Lebih yang menanyakan kepada mereka Belanda. Snouck Hurgronje bahkan Umar Tabrani mengajar di Al-Azhar. Dia
sebagai pelanggan, Basyuni kelihatan tentang keadaan umat Muslimin dan sempat bermukim di Jeddah untuk lahir di Tegal pada 1878, putra seorang
juga menjalin kontak pribadi dengan pendidikan Islam di Nusantara. kemudian masuk ke Makkah; dia pedagang Haji Nawawi. Tabrani diduga
Rida. Karena itu, tidak heran ketika dibantu oleh Abou Bakar untuk sampai di Kairo setelah sebelumnya
ia dan saudaranya Ahmad Fauzi dan Pertolongan dan sikap bersahabat mengumpulkan berbagai informasi dan selama empat tahun belajar di Makkah
teman mereka Ahmad Su`ud menuju para ulama Mesir ini ikut mendorong data tentang masyarakat Jawi di Hijaz. (Laffan 2000:164).
Kairo pada Desember 1910, ia mengirim pertumbuhan julah murid-murid Jawi Hasilnya antara lain adalah Tarajim
kabel kepada Rasid Rida tentang di Kairo. Hal ini dapat dilihat dalam `Ulama Jawi yang menjadi bahan Dengan terus meningkatnya jumlah
jadwal kedatanga mereka di Suez. Rida riwayat berikut. Dodge (1961:164, 165) utama bagi Snouck dalam menulis murid-murid Jawi, maka riwaq Jawi
meminta saudaranya Salih Rida untuk mengutip data tentang komposisi riwayat sejumlah ulama Jawi dalam juga semakin padat dan sesak; pada
menjemput mereka di stasiun Kairo, mahasiswa Universitas al-Azhar karyanya Mekka in the Latter Part of the 1912 dilaporkan terdapat 12 murid
448 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 449

