Page 466 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 466

Kajian penulis sendiri (1999f) tentang   Di tengah semua perkembangan                               Penutup                                Research, Balitbang Depag RI dan Pusat
            surutnya jaringan ulama pada masa       di Timur Tengah ini—dan juga                                                                       Penelitian IAIN Jakarta pada 1999,
            kontemporer di Makkah khususnya         perkembangan di Indonesia sendiri—                          Sangat sulit untuk mengetahui          diungkapkan misalnya latar belakang
                                                                                                                secara persis peranan alumni Timur
            berkaitan banyak dengan perkembangan    maka agaknya seperti disarankan Ropi                                                               pendidikan kiyai pada 130 pesantren
            politik di Arab Saudi. Bangkitnya       dan Kusmana [2001:12-3] corak wacana                        Tengah dalam masa-masa terakhir ini.   yang terdapat di 27 kabupaten di enam
                                                                                                                Kesulitan ini bukan hanya karena tidak
            Saudi sebagai negara “petro-dollar”     intelektual alumni Timur Tengah                             tersedianya data yang pasti tentang    provinsi. Di antara para kiyai pesantren
            sejak 1970-an menghasilkan semakin      sekarang ini tidak lagi monolitik, seperti                                                         ini, ternyata sebagian besar adalah
            menguatnya kontrol negara terhadap      pada abad ke-17 sampai abad ke-19 yang                      jumlah alumni Timur Tengah, tetapi     lulusan PGA dan Madrasah Aliyah (27,7
                                                                                                                juga karena tidak adanya informasi
            proses-proses pendidikan. Madrasah-     didominasi “tradisionalisme Islam”, atau                    dan data tentang lapangan pekerjaan    persen). Urutan terbanyak kedua adalah
            madrasah mengalami nasionalisasi;       akhir abad ke-19 dan 20 yang bercorak                       yang mereka tekuni. Meski demikian,    alumni SR/pesantren sendiri sebanyak
            halaqah-halaqah di Masjid al-Haram      “modernisme Islam”. Sebaliknya terdapat                     agaknya bisa diasumsikan, bahwa        23,1. Pada urutan ketiga adalah alumni
            dan Masjid Nabawi dikontrol ketat,      tiga kecenderungan pokok wacana                             sebagian besar mereka bergerak dalam   Timur Tengah (23 persen) yang terdiri
            bukan hanya untuk menjamin agar         intelektual di lingkungan alumni Timur                      bidang pendidikan Islam dan dakwah;    dari alumni al-Azhar 11,5 persen, alumni
            tidak terjadi penyebaran paham dan      Tengah secara keseluruhan.                                  dan organisasi sosial-keagamaan Islam.   Umm al-Qurra, Makkah, 7,7 persen, dan
            praktek keagamaan yang berbeda          Pertama, kelompok revivalis, yakni                          Sebagian kecil lagi terjun ke dunia    alumni Madinah 3,8 persen. Pada urutan
            dengan Wahabisme, tetapi agar halaqah   para alumni Timur Tengah yang                               politik, berkat terbukanya peluang     selanjutnya adalah alumni IAIN (20,8
            tidak terasuki isu-isu politik yang bisa   cenderung memahami al-Qur’an dan                         untuk berkiprah dalam politik pada     persen), dan terakhir lulusan Perguruan
            mengancam statusquo kekuasaan. Para     Hadits secara sangat ketat dan literal.                     era reformasi dan liberalisasi Indonesia   Tinggi Umum (PTU) sebanyak 5,4 persen
            penuntut ilmu yang ingin belajar di     Mereka juga cenderung menolak kreasi,                       setelah jatuhnya Presiden Soeharto dari   (Jabali & Jamhari (eds) 2002:112-3).
            Saudi dibatasi hanya buat mereka yang   inovasi intelektual dan pemahaman                           kekuasaannya pada Mei 1998. Selain     Penting dicatat, penelitian yang sama
            mendapat beasiswa dari pemerintah.      baru terhadap doktrin-doktrin Islam.                        itu, terdapat pula sejumlah lebih kecil   menunjukkan, dari 729 ustadz (guru)
            Tidak ada iqamah (visa) bagi mereka     Kedua, kelompok [neo]-tradisionalis,                        alumni Timur Tengah yang bergerak      yang diteliti pada 130 pesantren tersebut
            yang ingin belajar, misalnya, di halaqah-  yakni mereka yang tetap bertumpu                         dalam usaha-usaha wiraswasta, media-   ternyata alumni IAIN menduduki tempat
            halaqah yang telah sangat diawasi ruang   pada khazanah klasik (al-turats), tetapi                  massa dan lain-lain.                   terbanyak (36,8 persen). Pada urutan
            geraknya. Karena itu, hanya TKI yang    pada saat yang sama secara terbatas                                                                kedua terbanyak adalah adalah lulusan
            “lari” dari majikannya yang bisa secara   berusaha dan menerima penafsiran-                         Sebagai sebuah indikator tentang       PGA/MA sebanyak 25,91 persen; ketiga
            sembunyi-sembunyi ikut halaqah atau     penafsiran baru. Ketiga, kelompok                           peranan alumni Timur Tengah dalam      lulusan SR/pesantren sebanyak 21,40
            belajar dari ulama Indonesia mukimin.   reformis yang bahkan cenderung liberal,                     dunia pendidikan dapat dikemukakan     persen; keempat alumni Timur Tengah
            Akibat akhirnya adalah merosotnya       yang mendorong proses “liberalisasi”                        data yang diperoleh penelitian         (10,1 persen) terdiri dari alumni Makkah
            secara signifikan jaringan ulama        Islam dari kungkungan tradisi dan,                          tentang “Peranan Pesantren dalam       4,25 persen, al-Azhar 3,56, dan Madinah
            Makkah, khususnya sejak tahun 1990      sebaliknya, menyarankan “pribumisasi”                       Penyelenggaraan dan Akselerasi Wajar   2,20. Pada urutan terakhir adalah alumni
            ketika Syaikh Muhammad Yasin bin Isa    dan “kontekstualisasi” Islam dengan                         9 Tahun”. Dalam penelitian yang        PTU sebanyak 6,58 persen. Angka-angka
            al-Padani wafat.                        perubahan-perubahan yang terus terjadi.                     diselenggarakan Institute for Educational   di atas menunjukkan, bahwa peran



         454    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   455
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471