Page 467 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 467

Kajian penulis sendiri (1999f) tentang   Di tengah semua perkembangan   Penutup  Research, Balitbang Depag RI dan Pusat
 surutnya jaringan ulama pada masa   di Timur Tengah ini—dan juga   Penelitian IAIN Jakarta pada 1999,
 kontemporer di Makkah khususnya   perkembangan di Indonesia sendiri—  Sangat sulit untuk mengetahui   diungkapkan misalnya latar belakang
            secara persis peranan alumni Timur
 berkaitan banyak dengan perkembangan   maka agaknya seperti disarankan Ropi   pendidikan kiyai pada 130 pesantren
 politik di Arab Saudi. Bangkitnya   dan Kusmana [2001:12-3] corak wacana   Tengah dalam masa-masa terakhir ini.   yang terdapat di 27 kabupaten di enam
            Kesulitan ini bukan hanya karena tidak
 Saudi sebagai negara “petro-dollar”   intelektual alumni Timur Tengah   tersedianya data yang pasti tentang   provinsi. Di antara para kiyai pesantren
 sejak 1970-an menghasilkan semakin   sekarang ini tidak lagi monolitik, seperti   ini, ternyata sebagian besar adalah
 menguatnya kontrol negara terhadap   pada abad ke-17 sampai abad ke-19 yang   jumlah alumni Timur Tengah, tetapi   lulusan PGA dan Madrasah Aliyah (27,7
            juga karena tidak adanya informasi
 proses-proses pendidikan. Madrasah-  didominasi “tradisionalisme Islam”, atau   dan data tentang lapangan pekerjaan   persen). Urutan terbanyak kedua adalah
 madrasah mengalami nasionalisasi;   akhir abad ke-19 dan 20 yang bercorak   yang mereka tekuni. Meski demikian,   alumni SR/pesantren sendiri sebanyak
 halaqah-halaqah di Masjid al-Haram   “modernisme Islam”. Sebaliknya terdapat   agaknya bisa diasumsikan, bahwa   23,1. Pada urutan ketiga adalah alumni
 dan Masjid Nabawi dikontrol ketat,   tiga kecenderungan pokok wacana   sebagian besar mereka bergerak dalam   Timur Tengah (23 persen) yang terdiri
 bukan hanya untuk menjamin agar   intelektual di lingkungan alumni Timur   bidang pendidikan Islam dan dakwah;   dari alumni al-Azhar 11,5 persen, alumni
 tidak terjadi penyebaran paham dan   Tengah secara keseluruhan.  dan organisasi sosial-keagamaan Islam.   Umm al-Qurra, Makkah, 7,7 persen, dan
 praktek keagamaan yang berbeda   Pertama, kelompok revivalis, yakni   Sebagian kecil lagi terjun ke dunia   alumni Madinah 3,8 persen. Pada urutan
 dengan Wahabisme, tetapi agar halaqah   para alumni Timur Tengah yang   politik, berkat terbukanya peluang   selanjutnya adalah alumni IAIN (20,8
 tidak terasuki isu-isu politik yang bisa   cenderung memahami al-Qur’an dan   untuk berkiprah dalam politik pada   persen), dan terakhir lulusan Perguruan
 mengancam statusquo kekuasaan. Para   Hadits secara sangat ketat dan literal.   era reformasi dan liberalisasi Indonesia   Tinggi Umum (PTU) sebanyak 5,4 persen
 penuntut ilmu yang ingin belajar di   Mereka juga cenderung menolak kreasi,   setelah jatuhnya Presiden Soeharto dari   (Jabali & Jamhari (eds) 2002:112-3).
 Saudi dibatasi hanya buat mereka yang   inovasi intelektual dan pemahaman   kekuasaannya pada Mei 1998. Selain   Penting dicatat, penelitian yang sama
 mendapat beasiswa dari pemerintah.   baru terhadap doktrin-doktrin Islam.   itu, terdapat pula sejumlah lebih kecil   menunjukkan, dari 729 ustadz (guru)
 Tidak ada iqamah (visa) bagi mereka   Kedua, kelompok [neo]-tradisionalis,   alumni Timur Tengah yang bergerak   yang diteliti pada 130 pesantren tersebut
 yang ingin belajar, misalnya, di halaqah-  yakni mereka yang tetap bertumpu   dalam usaha-usaha wiraswasta, media-  ternyata alumni IAIN menduduki tempat
 halaqah yang telah sangat diawasi ruang   pada khazanah klasik (al-turats), tetapi   massa dan lain-lain.  terbanyak (36,8 persen). Pada urutan
 geraknya. Karena itu, hanya TKI yang   pada saat yang sama secara terbatas   kedua terbanyak adalah adalah lulusan
 “lari” dari majikannya yang bisa secara   berusaha dan menerima penafsiran-  Sebagai sebuah indikator tentang   PGA/MA sebanyak 25,91 persen; ketiga
 sembunyi-sembunyi ikut halaqah atau   penafsiran baru. Ketiga, kelompok   peranan alumni Timur Tengah dalam   lulusan SR/pesantren sebanyak 21,40
 belajar dari ulama Indonesia mukimin.   reformis yang bahkan cenderung liberal,   dunia pendidikan dapat dikemukakan   persen; keempat alumni Timur Tengah
 Akibat akhirnya adalah merosotnya   yang mendorong proses “liberalisasi”   data yang diperoleh penelitian   (10,1 persen) terdiri dari alumni Makkah
 secara signifikan jaringan ulama   Islam dari kungkungan tradisi dan,   tentang “Peranan Pesantren dalam   4,25 persen, al-Azhar 3,56, dan Madinah
 Makkah, khususnya sejak tahun 1990   sebaliknya, menyarankan “pribumisasi”   Penyelenggaraan dan Akselerasi Wajar   2,20. Pada urutan terakhir adalah alumni
 ketika Syaikh Muhammad Yasin bin Isa   dan “kontekstualisasi” Islam dengan   9 Tahun”. Dalam penelitian yang   PTU sebanyak 6,58 persen. Angka-angka
 al-Padani wafat.  perubahan-perubahan yang terus terjadi.  diselenggarakan Institute for Educational   di atas menunjukkan, bahwa peran



 454  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   455
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472