Page 464 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 464

al-Chairiyyah al-Talabijjah al-Djawijjah”   jauh. Abaza (1993) ketika menyinggung                   mereka dalam bidang pendidikan dan     mengandung gagasan yang sekularistik
            pada 14 September 1923, yang kemudian   tentang alumni Kairo pada masa-masa                         dakwah.                                yang, karena itu, tidak kompatibel
            juga menerbitkan jurnal Seruan Azhar.   ini hanya menyebut keterlibatan Kahar                                                              dengan Islam. Dan wacana terakhir ini,
            Pengasuh jurnal ini adalah Fath al-     Muzakir dalam perumusan “Piagam                                                                    pada gilirannya, menimbulkan respon
            Rahman Kafrawi (pemimpin umum);         Jakarta”. Sedikitnya pembahasan tentang                     Pluralisme Wacana Kontemporer          mengkristalnya wacana tandingan yang
            Janan Thayib (pemimpin redaksi);        hal ini dapat mendorong orang untuk                         Peranan alumni Timur Tengah secara     secara sedehana dapat disebut sebagai
            sedangkan redaksi terdiri dari Ilyas    mengasumsikan, bahwa mereka tidak                           keseluruhan sejak 1960-an dan masa-    “wacana Islamis” yang cenderung ketat
            Ya`kub, Muhammad Idris al-Marbawi,      berperan banyak dalam aktivisme politik                     masa kontemporer, hemat saya,          dan tidak kompromi, yang pada tingkat
            `Abd al-Wahhab `Abd Allah dan           menjelang kemerdekaan.                                      sedikit banyak mengalami perubahan-    gerakan atau praksis diwujudkan dalam
            Mahmud Yunus. Tema pokok Seruan                                                                     perubahan tertentu. Peran mereka dalam   harakah Islamiyyah.
            Azhar tentang upaya memajukan           Sebaliknya, yang justru menonjol dalam                      bidang pendidikan dan dakwah masih
            Islam dan mencapai kesatuan kaum        kancah perjuangan politik menjelang                         tetapi penting; namun dengan semakin   Pada level politik, perubahan-
            Muslimin. Tema ini terlihat dalam       kemerdekaan adalah alumni Haramayn,                         meluas dan beragamnya sumber-sumber    perubahan yang terjadi di Timur
            pernyataan Mahmud Yunus pada            atau tepatnya Makkah. Hal ini bisa                          intelektualisme Islam Indonesia pada   Tengah juga mempengaruhi dunia
            editorial Seruan Azhar: “Seluruh rakyat   dilihat dari keterkenalan tokoh-tokoh                     gilirannya juga membuat peranan        keilmuan dan intelektual. Kajian
            kita.. apakah di Jawa, atau Sumatra, atau   alumni Makkah seperti Hasyim Asy`ari                    alumni Timur Tengah juga sedikit       Abaza (1993) menunjukkan, terdapat
            di Borneo, atau Semenanjung Malaya,     (1871-1947), Wahab Chasbullah (1888-                        banyak semakin tersaingi.              kecenderungan meningkatnya
            harus bersatu dan mempunyai tujuan      1971), As`ad Syamsul Arifin (1897-1990),                                                           “fundamentalisme” di kalangan
            bersama dan bersepakat untuk mencapai   Wahid Hasyim (1913-1953) dan sejumlah                       Sementara perkembangan-                mahasiswa di Timur Tengah
            kemajuan; mencari cara-cara terbaik     ulama alumni Makkah lainnya yang                            perkembangan di Timur Tengah sendiri   umumnya—termasuk juga di
            untuk mencapai hal ini, dan tidak       aktif tidak hanya di dalam NU, tetapi                       juga mempengaruhi kecenderungan        lingkungan mahasiswa Indonesia—
            membiarkan kita dengan alasan apapun    juga dalam pergerakan kemerdekaan                           wacana intelektual dan orientasi       sejak akhir 1970-an. Hal ini berkaitan
            terpecahbelah menjadi kelompok-         (Azra 199c:207). Memang, generasi                           gerakan alumni Timur Tengah. Pada      dengan masih berlanjutnya kekuasan-
            kelompok terpisah” (dikutip dalam       mahasiswa Kairo menjelang dan saat-                         tingkat wacana, berbagai aliran        kekuasan politik yang represif di
            Roof 1970:78; Azra 1999c:201; Cf Laffan   saat awal kemerdekaan, seperti Harun                      pemikiran dan intelektualisme juga     Timur Tengah, sementara pada
            2000:260-6).                            Nasution dan Fuad Fakhruddin ketika                         berkembang, tidak lagi didominasi      saat yang sama rejim-rejim sekuler
                                                    di Kairo juga menunjukkan aktivisme                         wacana intelektual tradisionalisme     ini gagal mewujudkan janji-janji
            Meski peran alumni Kairo cukup sentral   politik yang cukup tinggi. Tetapi                          atau modernisme Islam. Pada saat yang   modernitasnya. Kegagalan rejim-rejim
            dalam mendorong dan menyebarkan         kedua tokoh ini tidak membawa dan                           sama wacana intelektualisme yang       sekuler ini memberikan daya dorong
            gagasan-gagasan modernisme Islam        mengembangkan aktivisme politik                             diwarnai pemikiran Barat juga mulai    tambahan bagi harakah Islamiyyah
            dan nasionalisme Melayu, peran mereka   mereka ketika kembali ke tanahair.                          muncul secara signifikan, tidak hanya   untuk meningkatkan aktivisme
            yang lebih jelas dalam aktivisme        Sebaliknya, keduanya—dan saya kira                          dalam bidang filsafat yang cenderung   mereka menumbangkan rejim-rejim
            politik menjelang Perang Dunia II dan   juga banyak alumni Kairo lainnya—lebih                      antropormistik, tetapi juga wacana     tersebut dan selanjutnya menegakkan
            kemerdekaan masih perlu diteliti lebih   memusatkan perhatian dan kegiatan                          ideologis-politis yang bukan tidak sering   hakimiyyah Allah, kedaulatan Tuhan.



         452    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   453
   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469