Page 463 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 463

Jawi yang tinggal di sana. Hal ini   murid-murid Jawi yang baru datang di   Mereka menyatakan, Kairo memiliki   mahasiswa Nusantara di Kairo, yang
 mendorong Isma`il `Abd al-Mutalib,   Kairo, dan menolong mereka yang telah   berbagai bentuk dan jenis pendidikan.   terutama belajar di Universitas al-Azhar,
 syaikh riwaq Jawi untuk mengajukan   menjadi mahasiswa di Universitas al-  Mereka juga mengutip ungkapan yang   meski pada masa-masa ini juga telah
 permohonan kepada Kementerian   Azhar, tetapi mendapat kesulitan dalam   menyatakan, “orang yang belum pergi   berdiri Dar al-`Ulum, Universitas Kairo.
 Wakaf Mesir untuk menambah kamar.   pelajaran mereka. Maka organisasi   ke Kairo, maka mereka sesungguhnya   Hasilnya, riwaq Jawi kembali lebih sesak,
 Permintaan yang disampaikan juga   pelajar Jawi yang pertama kali didirikan   belum melihat dunia”. Bagi mereka,   sehingga kalangan keturunan Hadrami
 kepada Konsul Belanda di Mesir, van   di Kairo adalah Jami`ah Setia Pelajar   Kairo adalah pusat intelektual yang   mendirikan semacam asrama buat
 Lennep, mendapatkan respon negatif   yang didirikan pada 1913 dan dipimpin   sempurna (Laffan 2000:168).  mahasiswa Jawi.
 dari Belanda. Meski ada preseden,   Syaikh Isma`il. Pengurus dan sekaligus
 pemerintah kolonial Italia membangun   anggota inti organisasi ini pada awalnya   Perang Dunia I tidak ragu lagi   Seperti diungkapkan panjang lebar oleh
 riwaq di Kairo untuk murid-murid   berjumlah 12 orang. Sebagaimana   mempengaruhi pertumbuhan   Roff, mahasiswa Jawi angkatan 1920-
 Muslim yang berasal dari wilayah   juga dilaporkan al-Munir (Vol 2, No 2,   mahasiswa Jawi di Kairo. Kedatangan   an ini selain aktif dalam perkuliahan,
 jajahannya di Eretria dan Tripolitania,   9 Januari 1913), Jami`ah Setia Pelajar   mahasiswa Jawi ke Kairo berkurang   juga sangat terlibat dalam isyu-isyu
 pemerintah Belanda atas saran Snouck   juga menerbitkan majalahnya bernama   secara signifikan, sementara mereka   yang berkaitan dengan nasionalisme
 Hurgronje menolak melakukan   al-Ittihad dengan redaksi Ahmad Fauzi   yang sedang belajar di negeri ini juga   Indonesia dan Malaya. Meski gagasan-
 hal serupa. Menurut Snouck secara   Sambas dan Muhammad Fadl Allah   mengalami kesulitan keuangan, yang   gagasan tentang nasionalisme telah
 sinis adalah “aneh jika pemerintah   bin Muhammad Suhaymi Singapura.   sulit sekali dikirimkan dari tanahair.   mulai terdiseminasidan tersosialisasi
 Belanda sampai mempertimbangkan   Selain mereka, penulis lainnya adalah   Hal ini mengakibatkan para mahasiswa   di kalangan mahasiswa dalam masa
 “murid-murid Jawi yang telah menjadi   Muhammad Basyuni dan `Abd al-Wahid   di Kairo terpaksa meminta bantuan   sebelum Perang Dunia I, pada 1920-an
 sampah di tempat pengajaran abad ke-  `Abd Allah Tapanuli. Majalah al-Ittihad   kepada pemerintah Belanda, termasuk   inilah gagasan-gagasan nasionalisme
 pertengahan seperti Kairo dan Makkah.   diedarkan tidak hanya di lingkungan   untuk biaya pulang ke tanahair. Khedif,   Melayu melawan kolonialisme Eropa
 Jika pemerintah Belanda menyediakan   mahasiswa Jawi di Kairo, tetapi juga di   penguasa Mesir, yang prihatin dengan   mengalami “kematangannya” di
 asrama bagi murid-murid Jawi di Kairo,   Makkah, Malaya dan Hindia Belanda,   kesulitan mereka akhirnya membantu   lingkungan para mahasiswa Jawi.
 maka sebelumnya Belanda harus juga   sehingga dapat mendatangkan manfaat   dengan pemberian makanan roti dan   Karena itulah, mulai terjadi pergeseran
 menyediakan perumahan bagi ribuan   sebesar-besarnya bagi masyarakat   bantuan keuangan sebesar 20 piaster   orientasi di kalangan mereka; dari
 masyarakat Jawi di Makkah (dikutip   Melayu umumnya.  sebulan.  semula murni akademis-keilmuan ke
 dalam Laffan 2000:168).                            arah politis sekaligus. Hal ini jelas dari
 Membantah sinisme Snouck Hurgronje,   Berakhirnya Perang Dunia I yang diikuti   pernyataan mereka sebagaimana dikutip
 Menghadapi sikap pemerintah kolonial   majalah al-Ittihad dalam edisi   dengan “economic boom”, termasuk   Roff (1970:74); “di Makkah kita bisa hanya
 Belanda seperti itu, maka murid-  pertamanya menurunkan tulisan   di Nusantara pada 1920 mendorong   mempelajari agama, tetapi di Kairo kita
 murid Jawi tidak punya pilihan lain,   Fadl Allah dan Ahmad Fauzi yang   terjadinya eksplosi jumlah mahasiswa   juga [mempelajari] politik”.
 kecuali membentuk organisasi tolong   menyatakan, orang Eropa keliru   yang datang ke Kairo dari berbagai
 menolong di antara mereka. Organisasi   dengan meremehkan Kairo sebagai   tempat di Asia Tenggara. Pada 1925   Dalam konteks inilah kita bisa
 ini terutama bertujuan membantu   pusat belajar bagi murid-murid Jawi.   diperkirakan terdapat sekitar 150an   memahami pembentukan “Djamaah



 450  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   451
   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468