Page 471 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 471

Bab VIII
                               Dinamika Pemikiran Islam





                                             Amirul Hadi




            Pendahuluan                             Pandangan yang merendahkan di
                                                    atas, tentu, bukan tanpa alasan. Ada
                  arangkali tidak sedikit para      ada dua argumentasi yang diberikan
                  sarjana yang sependapat           mengenai hal ini. Pertama adalah klaim
            Bdengan Anthony H. Johns yang           bahwa Islam yang ada di kawasan ini
            menyesalkan adanya pandangan yang       berbentuk “sinkretis”, di mana berbagai
            merendahkan keberadaan dan peran        kepercayaan dan praktik pra-Islam
            Islam di Asia Tenggara.  Sebelum Johns,   masih ditemukan. Poin kedua adalah
                                 1
            William R. Roff juga mensinyalir adanya   ditemukan konflik antara “adat” dan
            “keinginan yang luar biasa di kalangan   “hukum Islam” di tengah masyarakat.
            para pengkaji ilmu-ilmu sosial Barat    Pergulatan ini diklaim senantiasa
            untuk memperkecil, secara konseptual,   dimenangkan oleh “adat”. Pandangan
            posisi dan peran agama Islam, baik      ini juga telah menggiring para sejarawan
            sekarang maupun pada masa lampau, di    yang lain, termasuk Ira M. Lapidus,
            kalangan masyarakat Asia Tenggara.”     untuk mengklaim bahwa “budaya
                                              2
            Kecenderungan ini diperburuk oleh       pribumi pra-Islam Asia Tenggara telah
            munculnya stigma “kawasan jantung”      membentuk landasan peradaban Islam
            (heartland) dan “pinggiran” (periphery)   yang datang kemudian.” 4
            di dunia Islam. Istilah yang pertama
            mengacu kepada kawasan Timur Tengah;    Perlu ditegaskan di sini bahwa isu ini
            sementara label pinggiran diberikan     tidak sesederhana yang dibayangkan,
            kepada kepulauan Nusantara. Ada         sehingga dengan mudah seseorang
            opini yang dibangun bahwa semakin       dapat mengklaim bahwa suatu
            jauh jarak seseorang dari Mekah maka    masyarakat lebih Islami dari yang
            semakin lemah keimanannya dan           lain. Tingkat kompleksitas isu ini akan
            dengan demikian semakin kacau praktik   dirasakan ketika “seseorang berupaya
            keislamannya. Kita sesungguhnya, tegas   untuk memahami, dan mereduksi ke
            Johns, “terperangkap dalam metapora     dalam bentuk deskriptif dan analitis,
            yang kita ciptakan sendiri!” 3          berbagai fenomena yang terkait dengan




                                                   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   459
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476