Page 476 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 476

dengan keislaman patut disinggung       Tasawuf Falsafi                                             serta yang pada gilirannya tercapainya   Didasarkan pada sumber tradisional
            di sini, karena ia merupakan bagian     Bila tasawuf dipahami sebagai suatu                         “kesatuan” dengan Tuhan (ittihad).     Jawa, yaitu Babad Tanah Jawi, M.C Ricklefs
            yang tidak terpisahkan dari pemikiran   upaya mendekatkan diri (qurbah)                             Singkatnya, tasawuf falsafi memadukan   menegaskan bahwa di samping sembilan
            politik yang juga dilandasi oleh ajaran   kepada Allah SWT dengan berbagai                          visi mistik yang bathini dengan visi   wali (wali sanga) yang dikenal selama ini,
            dan pandangan dunia Islam (Islamic      cara atau metode, yang di antara paling                     filosofis yang rasional. Dengan demikian   terdapat seorang wali yang lain, yang
            worldview). Konsep “raja” dan “kerajaan”   utama adalah mensucikan hati dan                         aliran tasawuf ini sesungguhnya        kesepuluh, yang dikenal dengan Sunan
                                                                                                                                                                14
            di dunia Melayu yang tradisional akan   jiwa dari segala bentuk hiruk-pikuk                         bersifat distinctive (khas). Ia tidak dapat   Siti Jenar.  Ini menunjukkan bahwa
            disinggung, termasuk pandangan dan      kehidupan duniawi dan mengisinya                            dikatakan sebagai sebuah aliran yang   tokoh ini merupakan seorang ulama
            pemikiran politik yang dimuat dalam     dengan kecintaan (mahabbah) kepada                          murni tasawuf karena menggunakan       yang dihormati di Jawa ketika itu, yang
            sebuah teks yang terkenal, yaitu Taj al-  Khaliq, tasawuf falsafi lebih maju lagi                   pendekatan rasional; namun ia juga     disejajarkan dengan para ulama (sunan)
                                                                                                                                                       yang lain. Ia diperkirakan hidup pada
                                                                                                                tidak tepat diklaim sebagai aliran filsafat
            Salathin. Karya ini sangat penting dalam   dalam upaya memahami realitas                            yang utuh karena ia juga menggunakan   paruhan kedua abad ke-15 dan wafat
            melihat pandangan politik Islam Asia    Tuhan, alam dan manusia serta dalam                         pendekatan bathini (spiritualitas).    sekitar paruhan pertama abad ke-16
            Tenggara. Meskipun ia dianggap sebagai   kesempurnaan mencapai kedekatan dan,                       Dengan demikian, kita menyaksikan      Masehi. Pemikirannya yang dianggap
            sebuah karya sastra dan memuat ajaran   bahkan, kesatuan yang hakiki dengan                         bahwa tasawuf falsafi sesungguhnya     keluar dari ajaran ortodoksi Islam (ahl
            yang ideal dan didaktis (pengajaran/    Tuhan. Tasawuf cenderung bersifat                           merupakan hasil pemikiran tasawuf      al-sunnah wa al-jama‘ah) dituduh sebagai
            petuah)—yang dapat dikategorikan        “bathini” semata, di mana adanya                            para tokohnya yang dikemas dalam       ajaran mistik yang heretik menyebabkan
            sebagai jenis karya “Cermin Raja-Raja”   “kesadaran akan adanya komunikasi                          bahasa filosofis. Model pemikiran      ia–bersama dengan empat tokoh ajaran
            (mirrors for princes)—, namun Taj al-   dan dialog antara roh manusia dengan                        tasawuf inilah yang ditemukan di       ini lainnya—dihukum mati, sebagaimana
            Salathin juga sarat dengan pandangan    Tuhan, dengan mengasingkan diri dan                         kawasan Asian Tenggara pada masa       yang disebutkan dalam sumber-sumber
                                                                   13
            politik yang kontekstual dengan         berkontemplasi”  dalam rangka meraih                        awal kehadiran agama ini, terutama dari   teks Jawa. Mereka adalah Syekh Siti
            zamannya. Signifikansi dari karya ini   kebahagiaan yang abadi. Sementara                           abad ke-15 hingga abad ke-17 Masehi,   Jenar dan Sunan Panggung di kerajaan
            dalam menggali pemikiran politik Islam   tasawuf falsafi melakukan lompatan                         yang akhirnya menuai kontroversi.      Demak, Ki Bebeluk dari Pajang, Syekh
                                                    dari bentuk spiritualitas bathini kepada
            Asia Tenggara terlihat dari perannya    pemikiran filosofis dalam memahami                          Tokoh pemikir pertama tasawuf falsafi   Amongraga pada masa pemerintahan
            ketika ia tersebar di kawasan Nusantara   hakikat Tuhan dan alam. Dalam                             yang dapat disebut di sini adalah      Sultan Agung, dan Ki Cabolek pada awal
            dan bahkan beberapa pemikiran           hal ini, tasawuf falsafi tidak hanya                        seorang ulama (wali, sunan) dari Jawa,   abad ke-18 Masehi. Kita betul-betul tidak
            mendasar yang dikandung terus           cenderung melakukan latihan-latihan                         yaitu Syekh Siti Jenar. Meskipun kajian   tahu sejauh mana kebenaran cerita ini.
            berlanjut ke dunia Islam kontemporer.   yang berbentuk bathini atau ruhani                          mengenai tokoh ini tergolong sangat    Demikian Ricklefs menegaskan. 15
            Tidak berlebihan ketika Taufik Abdullah   dalam upaya mendekatkan diri dengan                       sulit, karena sumber-sumber yang       Secara garis besar, pemikiran Siti
            menegaskan bahwa “tidak ada satu        Tuhan, namun ia juga melakukan kajian                       tersedia sangat terbatas, namun para   Jenar dapat dicermati dalam tiga poin
            teks pun yang mampu menyaingi           terhadap hakikat Tuhan, sifat-sifat-                        sarjana terus berupaya menggali dari   besar, yaitu tentang Tuhan, alam dan
            Taj al-Salathin, baik dalam ketelitian   Nya, malaikat, manusia, ‘arsy, wahyu,                      berbagai sumber yang ada tentang       manusia; dan semuanya berpunca pada
            diskursusnya maupun pengaruh.” 12       kenabian, hakikat alam ghayb dan nyata                      sejarah kehidupan dan pemikirannya.    inti ajarannya, yaitu kesatuan manusia



         464    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   465
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481