Page 477 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 477

dengan keislaman patut disinggung   Tasawuf Falsafi  serta yang pada gilirannya tercapainya   Didasarkan pada sumber tradisional
 di sini, karena ia merupakan bagian   Bila tasawuf dipahami sebagai suatu   “kesatuan” dengan Tuhan (ittihad).   Jawa, yaitu Babad Tanah Jawi, M.C Ricklefs
 yang tidak terpisahkan dari pemikiran   upaya mendekatkan diri (qurbah)   Singkatnya, tasawuf falsafi memadukan   menegaskan bahwa di samping sembilan
 politik yang juga dilandasi oleh ajaran   kepada Allah SWT dengan berbagai   visi mistik yang bathini dengan visi   wali (wali sanga) yang dikenal selama ini,
 dan pandangan dunia Islam (Islamic   cara atau metode, yang di antara paling   filosofis yang rasional. Dengan demikian   terdapat seorang wali yang lain, yang
 worldview). Konsep “raja” dan “kerajaan”   utama adalah mensucikan hati dan   aliran tasawuf ini sesungguhnya   kesepuluh, yang dikenal dengan Sunan
                                                            14
 di dunia Melayu yang tradisional akan   jiwa dari segala bentuk hiruk-pikuk   bersifat distinctive (khas). Ia tidak dapat   Siti Jenar.  Ini menunjukkan bahwa
 disinggung, termasuk pandangan dan   kehidupan duniawi dan mengisinya   dikatakan sebagai sebuah aliran yang   tokoh ini merupakan seorang ulama
 pemikiran politik yang dimuat dalam   dengan kecintaan (mahabbah) kepada   murni tasawuf karena menggunakan   yang dihormati di Jawa ketika itu, yang
 sebuah teks yang terkenal, yaitu Taj al-  Khaliq, tasawuf falsafi lebih maju lagi   pendekatan rasional; namun ia juga   disejajarkan dengan para ulama (sunan)
                                                    yang lain. Ia diperkirakan hidup pada
            tidak tepat diklaim sebagai aliran filsafat
 Salathin. Karya ini sangat penting dalam   dalam upaya memahami realitas   yang utuh karena ia juga menggunakan   paruhan kedua abad ke-15 dan wafat
 melihat pandangan politik Islam Asia   Tuhan, alam dan manusia serta dalam   pendekatan bathini (spiritualitas).   sekitar paruhan pertama abad ke-16
 Tenggara. Meskipun ia dianggap sebagai   kesempurnaan mencapai kedekatan dan,   Dengan demikian, kita menyaksikan   Masehi. Pemikirannya yang dianggap
 sebuah karya sastra dan memuat ajaran   bahkan, kesatuan yang hakiki dengan   bahwa tasawuf falsafi sesungguhnya   keluar dari ajaran ortodoksi Islam (ahl
 yang ideal dan didaktis (pengajaran/  Tuhan. Tasawuf cenderung bersifat   merupakan hasil pemikiran tasawuf   al-sunnah wa al-jama‘ah) dituduh sebagai
 petuah)—yang dapat dikategorikan   “bathini” semata, di mana adanya   para tokohnya yang dikemas dalam   ajaran mistik yang heretik menyebabkan
 sebagai jenis karya “Cermin Raja-Raja”   “kesadaran akan adanya komunikasi   bahasa filosofis. Model pemikiran   ia–bersama dengan empat tokoh ajaran
 (mirrors for princes)—, namun Taj al-  dan dialog antara roh manusia dengan   tasawuf inilah yang ditemukan di   ini lainnya—dihukum mati, sebagaimana
 Salathin juga sarat dengan pandangan   Tuhan, dengan mengasingkan diri dan   kawasan Asian Tenggara pada masa   yang disebutkan dalam sumber-sumber
 13
 politik yang kontekstual dengan   berkontemplasi”  dalam rangka meraih   awal kehadiran agama ini, terutama dari   teks Jawa. Mereka adalah Syekh Siti
 zamannya. Signifikansi dari karya ini   kebahagiaan yang abadi. Sementara   abad ke-15 hingga abad ke-17 Masehi,   Jenar dan Sunan Panggung di kerajaan
 dalam menggali pemikiran politik Islam   tasawuf falsafi melakukan lompatan   yang akhirnya menuai kontroversi.  Demak, Ki Bebeluk dari Pajang, Syekh
 dari bentuk spiritualitas bathini kepada
 Asia Tenggara terlihat dari perannya   pemikiran filosofis dalam memahami   Tokoh pemikir pertama tasawuf falsafi   Amongraga pada masa pemerintahan
 ketika ia tersebar di kawasan Nusantara   hakikat Tuhan dan alam. Dalam   yang dapat disebut di sini adalah   Sultan Agung, dan Ki Cabolek pada awal
 dan bahkan beberapa pemikiran   hal ini, tasawuf falsafi tidak hanya   seorang ulama (wali, sunan) dari Jawa,   abad ke-18 Masehi. Kita betul-betul tidak
 mendasar yang dikandung terus   cenderung melakukan latihan-latihan   yaitu Syekh Siti Jenar. Meskipun kajian   tahu sejauh mana kebenaran cerita ini.
 berlanjut ke dunia Islam kontemporer.   yang berbentuk bathini atau ruhani   mengenai tokoh ini tergolong sangat   Demikian Ricklefs menegaskan. 15
 Tidak berlebihan ketika Taufik Abdullah   dalam upaya mendekatkan diri dengan   sulit, karena sumber-sumber yang   Secara garis besar, pemikiran Siti
 menegaskan bahwa “tidak ada satu   Tuhan, namun ia juga melakukan kajian   tersedia sangat terbatas, namun para   Jenar dapat dicermati dalam tiga poin
 teks pun yang mampu menyaingi   terhadap hakikat Tuhan, sifat-sifat-  sarjana terus berupaya menggali dari   besar, yaitu tentang Tuhan, alam dan
 Taj al-Salathin, baik dalam ketelitian   Nya, malaikat, manusia, ‘arsy, wahyu,   berbagai sumber yang ada tentang   manusia; dan semuanya berpunca pada
 diskursusnya maupun pengaruh.” 12  kenabian, hakikat alam ghayb dan nyata   sejarah kehidupan dan pemikirannya.   inti ajarannya, yaitu kesatuan manusia



 464  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   465
   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482