Page 482 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 482

dan tepat, yang dikenal dengan tarikat   manunggalnya Wujil dan Ken Sat pada                        di dunia Melayu. Aceh, sebagai pusat   al-sunnah wa al-jama‘ah dan akhirnya
            Akmaliyyah. Ajaran ini ia sebarluaskan   cerminnya. Tuhan digambarkan sebagai                       studi Islam pada akhir abad ke-16 dan   memunculkan gejolak (kontroversi).
                                                                                                                                                                                       35
            di kalangan masyarakat melalui          cermin, sementara bayangan yang ada                         abad ke 17, telah memasuki dunia Islam   Setelah kembali dari perjalanannya
            pengalaman spiritual dalam mencari      dalam cermin adalah hamba (kawulo).                         secara lebih luas yang pada akhirnya   yang panjang ini Hamzah berkarir di
            kebenaran sejati, sebagaimana yang ia   Dalam tradisi kejawen, konsep wahdatul                      menghasilkan tradisi dan pemikiran     Aceh, di mana ia mengajar dan bahkan
            alami sendiri. Dalam tarikat ini tidak   wujud ini digambarkan juga dengan                          keislaman yang dikenal sebagai a melting   terlibat dengan urusan kenegaraan dan
            dikenal istilah mursyid dalam makna     manusia masuk ke dalam diri Tuhan,                          pot, di mana berbagai etnik dan budaya   kemasyarakatan.
            jasadi (fisik), sehingga ia tidak ingin para   sebagaimana Arya Sena masuk ke                       melebur menjadi sebuah kesatuan.
                                                                                                                                              32
            pengikutnya memanggilnya dengan         dalam tubuh Dewaruci (curiga manjing                        Hal inilah yang dapat dilihat dari sosok   Bila sekitar abad ke-15 di pulau Jawa
            gelar mursyid. Mursyid setiap manusia   warangka); atau sebaliknya, yaitu konsep                    Hamzah Fansuri.                        berkembang pemikiran tasawuf falsafi
            sesungguhnya terdapat dalam dirinya     titisan Tuhan dalam pengertian bahwa                                                               kejawen yang diajarkan oleh Syekh Siti
            sendiri, yang dikenal dengan al-ruh al-  Tuhan masuk (nitis) ke dalam diri                          Hamzah berasal dari Fansur (Barus),    Jenar, maka di Aceh mazhab wahdat
            idhafi. Adalah kewajiban setiap manusia   manusia, sebagaimana Dewa Wisynu                          sebuah pelabuhan penting di pantai     al-wujud (panteisme) Ibn ‘Arabi ini,
            untuk mengaktifkan ruh ini, agar ia     nitis ke dalam diri Kresna (warangka                        Barat Sumatra pada abad ke-16 M yang   yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah,
            dapat berperan sebagai mursyid bagi     manjing curiga). Konsep titisan ini juga                    berada di bawah kekuasaan kerajaan     dipopulerkan oleh Hamzah Fansuri dan
            dirinya. Pada tahap ini, tidak diperlukan   terlihat dalam Serat Wirid Hidayat Jati.                Aceh. Tidak diketahui secara pasti     muridnya Syams al-Din al-Sumatrani.
            lagi kehadiran seorang mursyid dalam    Hanya roh manusia yang suci yang akan                       tahun kelahiran dan wafatnya tokoh     Sejak awal didirikan oleh Ibn ‘Arabi
            pengertian fisik. Dari perspektif inilah   kembali ke dalam singgasana Tuhan,                       ini. Diperkirakan ia wafat pada akhir   (wafat 1240 M), aliran ini telah memincu
            Jenar menegaskan bahwa ia hanya         sementara roh yang sesat akan nitis ke                      abad ke-16 dan bahkan awal abad ke-17,   perdebatan di kalangan ulama.
            membimbing manusia untuk mampu          dalam jin (brakasakan), binatang dan air. 31                yaitu pada masa pemerintahan ‘Ala’ al-  Demikian juga halnya dengan ajaran
                                                                                                                                         33
            mengenal dan akhirnya mengaktifkan                                                                  Din Ri‘ayat Syah (1589-1604).  Hamzah   wujudiyyah di Aceh yang memunculkan
            mursyid yang ada dalam dirinya. Oleh    Dari pemikiran Syekh Siti Jenar                             melakukan perjalanan ke beberapa pusat   perdebatan dan kontroversi. Panteisme
            karena itu, di depan para pengikutnya   dari Jawa kita menuju ke pemikiran                          kajian keislaman untuk mempelajari     Ibn ‘Arabi mengajarkan paham tentang
            Jenar memposisikan dirinya sebagai      Hamzah Fansuri di Sumatra (Aceh).                           Islam lebih dalam, termasuk ke kawasan   kesatuan wujud Allah dan alam, dan
            seorang pembimbing ruhani, bukan        Meskipun sejarah kehidupan Hamzah                           Nusantara, yaitu Malaya, Siam, dan     oleh karena itu pemikiran yang ia
            mursyid, dengan panggilan Syeikh. 30    masih banyak diselimuti oleh misteri,                       Jawa; dan ke Mekah dan Baghdad, di     kembangkan mengenai Tuhan sangat
                                                    akan tetapi karya-karyanya dapat                            mana ia mempelajari berbagai aliran    terkait denga pemikirannya tentang
            Sebagai ajaran inti dari Siti Jenar, konsep   memberikan informasi penting                          pemikiran tasawuf (mistik). Dari       alam. Ahmad Daudy menegaskan bahwa
            manunggaling kawulo-Gusti mengambil     mengenai pemikiran dan kehidupannya.                        perjalanannya ini ia akhirnya menjadi   “konsepsinya dalam masalah ketuhanan
            format yang berfariasi dalam tradisi    Sejauh ini, Fansuri dicatat sebagai ulama                   penganut aliran tarikat Qadiriyah.     telah mendominasi ajaran dan filsafat
                                                                                                                                              34
            kejawen. Salah satunya dimanifestasikan   pertama dari Aceh yang terlacak dalam                     Namun, adalah di Siam Hamzah           tasawuf di Aceh, terutama tasawuf
            dalam cerita Bimapaksa dan Dewa         sejarah pemikiran Islam di Nusantara,                       memperoleh pemikiran tasawuf falsafi,   Hamzah Fansuri dan Syamsuddin
            Ruci. Kemanunggalan manusia dengan      yang memiliki pengaruh dan peran                            yang belakangan dilihat sebagai sebuah   Sumatrani dan juga pengaruhnya
            Tuhan juga dianalogikan dengan          besar dalam diskursus tasawuf falsafi                       pemikiran yang keluar dari ajaran ahl   yang sangat terkesan pada pemikiran



         470    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   471
   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487