Page 483 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 483
dan tepat, yang dikenal dengan tarikat manunggalnya Wujil dan Ken Sat pada di dunia Melayu. Aceh, sebagai pusat al-sunnah wa al-jama‘ah dan akhirnya
Akmaliyyah. Ajaran ini ia sebarluaskan cerminnya. Tuhan digambarkan sebagai studi Islam pada akhir abad ke-16 dan memunculkan gejolak (kontroversi).
35
di kalangan masyarakat melalui cermin, sementara bayangan yang ada abad ke 17, telah memasuki dunia Islam Setelah kembali dari perjalanannya
pengalaman spiritual dalam mencari dalam cermin adalah hamba (kawulo). secara lebih luas yang pada akhirnya yang panjang ini Hamzah berkarir di
kebenaran sejati, sebagaimana yang ia Dalam tradisi kejawen, konsep wahdatul menghasilkan tradisi dan pemikiran Aceh, di mana ia mengajar dan bahkan
alami sendiri. Dalam tarikat ini tidak wujud ini digambarkan juga dengan keislaman yang dikenal sebagai a melting terlibat dengan urusan kenegaraan dan
dikenal istilah mursyid dalam makna manusia masuk ke dalam diri Tuhan, pot, di mana berbagai etnik dan budaya kemasyarakatan.
jasadi (fisik), sehingga ia tidak ingin para sebagaimana Arya Sena masuk ke melebur menjadi sebuah kesatuan.
32
pengikutnya memanggilnya dengan dalam tubuh Dewaruci (curiga manjing Hal inilah yang dapat dilihat dari sosok Bila sekitar abad ke-15 di pulau Jawa
gelar mursyid. Mursyid setiap manusia warangka); atau sebaliknya, yaitu konsep Hamzah Fansuri. berkembang pemikiran tasawuf falsafi
sesungguhnya terdapat dalam dirinya titisan Tuhan dalam pengertian bahwa kejawen yang diajarkan oleh Syekh Siti
sendiri, yang dikenal dengan al-ruh al- Tuhan masuk (nitis) ke dalam diri Hamzah berasal dari Fansur (Barus), Jenar, maka di Aceh mazhab wahdat
idhafi. Adalah kewajiban setiap manusia manusia, sebagaimana Dewa Wisynu sebuah pelabuhan penting di pantai al-wujud (panteisme) Ibn ‘Arabi ini,
untuk mengaktifkan ruh ini, agar ia nitis ke dalam diri Kresna (warangka Barat Sumatra pada abad ke-16 M yang yang dikenal dengan ajaran wujudiyyah,
dapat berperan sebagai mursyid bagi manjing curiga). Konsep titisan ini juga berada di bawah kekuasaan kerajaan dipopulerkan oleh Hamzah Fansuri dan
dirinya. Pada tahap ini, tidak diperlukan terlihat dalam Serat Wirid Hidayat Jati. Aceh. Tidak diketahui secara pasti muridnya Syams al-Din al-Sumatrani.
lagi kehadiran seorang mursyid dalam Hanya roh manusia yang suci yang akan tahun kelahiran dan wafatnya tokoh Sejak awal didirikan oleh Ibn ‘Arabi
pengertian fisik. Dari perspektif inilah kembali ke dalam singgasana Tuhan, ini. Diperkirakan ia wafat pada akhir (wafat 1240 M), aliran ini telah memincu
Jenar menegaskan bahwa ia hanya sementara roh yang sesat akan nitis ke abad ke-16 dan bahkan awal abad ke-17, perdebatan di kalangan ulama.
membimbing manusia untuk mampu dalam jin (brakasakan), binatang dan air. 31 yaitu pada masa pemerintahan ‘Ala’ al- Demikian juga halnya dengan ajaran
33
mengenal dan akhirnya mengaktifkan Din Ri‘ayat Syah (1589-1604). Hamzah wujudiyyah di Aceh yang memunculkan
mursyid yang ada dalam dirinya. Oleh Dari pemikiran Syekh Siti Jenar melakukan perjalanan ke beberapa pusat perdebatan dan kontroversi. Panteisme
karena itu, di depan para pengikutnya dari Jawa kita menuju ke pemikiran kajian keislaman untuk mempelajari Ibn ‘Arabi mengajarkan paham tentang
Jenar memposisikan dirinya sebagai Hamzah Fansuri di Sumatra (Aceh). Islam lebih dalam, termasuk ke kawasan kesatuan wujud Allah dan alam, dan
seorang pembimbing ruhani, bukan Meskipun sejarah kehidupan Hamzah Nusantara, yaitu Malaya, Siam, dan oleh karena itu pemikiran yang ia
mursyid, dengan panggilan Syeikh. 30 masih banyak diselimuti oleh misteri, Jawa; dan ke Mekah dan Baghdad, di kembangkan mengenai Tuhan sangat
akan tetapi karya-karyanya dapat mana ia mempelajari berbagai aliran terkait denga pemikirannya tentang
Sebagai ajaran inti dari Siti Jenar, konsep memberikan informasi penting pemikiran tasawuf (mistik). Dari alam. Ahmad Daudy menegaskan bahwa
manunggaling kawulo-Gusti mengambil mengenai pemikiran dan kehidupannya. perjalanannya ini ia akhirnya menjadi “konsepsinya dalam masalah ketuhanan
format yang berfariasi dalam tradisi Sejauh ini, Fansuri dicatat sebagai ulama penganut aliran tarikat Qadiriyah. telah mendominasi ajaran dan filsafat
34
kejawen. Salah satunya dimanifestasikan pertama dari Aceh yang terlacak dalam Namun, adalah di Siam Hamzah tasawuf di Aceh, terutama tasawuf
dalam cerita Bimapaksa dan Dewa sejarah pemikiran Islam di Nusantara, memperoleh pemikiran tasawuf falsafi, Hamzah Fansuri dan Syamsuddin
Ruci. Kemanunggalan manusia dengan yang memiliki pengaruh dan peran yang belakangan dilihat sebagai sebuah Sumatrani dan juga pengaruhnya
Tuhan juga dianalogikan dengan besar dalam diskursus tasawuf falsafi pemikiran yang keluar dari ajaran ahl yang sangat terkesan pada pemikiran
470 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 471

