Page 454 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 454

itu akan memperdalam keprihatinan,      melimpah. Pemerintah Saudi tidak                            praktek keagamaan masyarakat luas      al-Bantani sebagai khalifah Tarekat
            khususnya ketika ia dikaitkan dengan    hanya mampu memperkuat mesin                                agar sesuai dengan doktrin Wahha-      Naqshabandiyah.
            isu “kelangkaan ulama” yang menjadi     birokrasinya, tetapi juga melakukan                         biyah. Walaupun kini tidak lagi seketat
            salah satu topik pembi caraan hangat    perubahan -perubahan sosial ekonomi                         ajaran dan praktek Muhammad ibn Abd    Selain itu, daya tarik petro-dollar
            di kalangan kaum Muslimin Indonesia     yang secara signifikan mempengaruhi                         al-Wahhab, doktrin resmi Wahhabisme    Saudi juga menyebabkan terjadinya
            dalam dasawarsa terakhir.               kehi dupan intelektual keagamaan dan                        tetap tidak mampu menam pung           pergeseran motivasi kedatangan anak-
                                                                                                                                                       anak muda Jawi ke wilayah Saudi,
                                                    pendidikan—khususnya di Haramayn.                           keragaman aspirasi batiniah masyarakat
            Kontras dengan peningkatan luar biasa                                                               Haramayn yang kosmopoli tan itu.       khususnya Haramayn. Motivasi utama
            fasilitas-fasilitas fisik peribadatan di   Dalam kerangka ini, pemerintah Saudi                     Karena itu, tarekat sufi yang haram    kedatangan sebagian besar mukimin
            Mekah dan Madinah—berbarengan           mempercepat proses modernisasi dan                          menurut doktrin Wahhabisme, secara     pada masa terakhir adalah untuk
            dengan pembengkakan jumlah jamaah       sentralisasi pendidikan. Madrasah-                          diam-diam tetap dipraktekkan oleh      mencari nafkah, bukan menuntut ilmu
            haji—dalam dekade terakhir, jaringan    madrasah swasta dinegerikan,                                sebagian masyarakat tertentu di        agama atau menjadi ulama seperti
            ulama yang berpusat di kedua Kota       kurikulum distan dardisasikan, guru-                        Haramayn, khususnya di kalangan        pada masa silam. Kenyataan ini juga
            Suci kaum Muslimin justru mengalami     guru diharuskan memenuhi kualifiaksi                        ulama dan murid-murid Jawi. Ironis-    menyebabkan terjadinya perubahan-
            kemerosotan yang amat signifikan.       formal yang ditentukan, dan sebagainya.                     nya, kini tidak jarang mursyid tarekat   perubahan signifikan dalam komposisi
            Kemerosotan jaringan ulama, Tulisan     Akibatnya, madrasah-madrasah                                berada di Indonesia atau tempat lain di   komunitas Jawi di Haramayn. Dewasa
            ini merupakan usaha lanjutan dalam      tradisional yang selama ini melahirkan                      Nusantara, yang kemudian mengangkat    ini, sebagian besar mukirnin Jawi adalah
            mengung kapkan pasang-surutnya          banyak ulama, kehilangan identitas dan                                                             tenaga kerja, baik tenaga kerja Indone-
            wacana intelektual keagamaan ini,       integ rasinya. Sebaliknya, madrasah-                        khalifahnya untuk Haramayn. Hal ini,   sia (TKI)—laki-laki—maupun tenaga
                                                                                                                misalnya terjadi pada Syekh Ahmad
            khususnya pada waktu-waktu terakhir,    madrasah dan universitas negeri belum                       Damanhuri al-Bantani yang diangkat     kerja wanita (TKW); sedikit sekali yang
            dan peranan ulama Nusantara yang        mampu melahirkan ulama, dalam                                                                      bermukim khusus untuk menuntut
            terlibat dalam jaringan tersebut terhada   pengertian bagian terbesar masyarakat                    Kiai Dimyati, yang kini bermukim       ilmu. Para TKI dan TKW, sebagai mana
                                                                                                                di Banten, sebagai khalifah Tarekat
            dinamika sosial-intelektual Islam di    Dunia Melayu tentang “ulama”. Lebih                         Syadziliyah untuk wilayah Mekah.       kita ketahui, pada umumnya adalah
            Indonesia atau Dunia Melayu pada        jelasnya, lulusan universitas, seperti                                                             tenaga kerja kasar (blue-collar workers),
            umumnya.                                Ummul-Qura (Mekah) atau Universitas                         Padahal, setidaknya sampai akhir abad   yang jelas tidak mempunyai minat
                                                    Islam Madinah, jika kembali ke                              ke-19 atau awal abad ke-l0, mursyid itu   lain kecuali mengumpulkan uang.
            Kemerosotan wacana religio-intelektual   Nusantara sering lebih dipandang                           lazimnya berada di Haramayn, yang      Keadaan ini kontras sekali dengan
            ulama Jawi dapat dipastikan banyak      sebagai sarjana atau intelektual Muslim                     selanjutnya mengangkat khalifahnya     komposisi komunitas Jawi—misalnya
            disebabkan oleh perubahan-perubahan     daripada ulama.                                             untuk berbagai wilayah di Nusantara.   pada akhir abad ke-19, sebagaimana
            ekonomi, politik, dan sosial Arab Saudi                                                             Kenyataan ini dapat dilihat dan        dilukiskan Snouck Hurgronje—yang
            yang berlangsung demikian cepat         Dengan semakin kuatnya mesin                                pengalaman Abd al-Ra’uf yang diangkat   pada umumnya adalah penuntut
            dalam beberapa dasawarsa terakhir.      birokrasiya, pemerintah Saudi juga                          Ahmad al-Qushashi sebagai khalifah     ilmu. Seorang Abd al- Ra’uf atau
            Ekpsloitasi minyak secara besar-besaran   mampu melakukan kontrol lebih ketat                       Syattariyah atau Ahmad Khatib Sambas   Ahmad Khatib al-Minangkabawi yang
            telah mendatangkan petro-dollar yang    terhadap pemikiran dan praktek -                            yang mengangkat Syekh Abd al-Karim     menghabiskan belasan tahun umur



         442    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   443
   449   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459