Page 452 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 452

Selain itu, interaksi keilmuan murid-   Di luar itu, ia mengantarkan kajiannya                      Ma laysia atau Patani, apalagi kalangan   dan kemasyhuran yang melebihi ulama
            murid dan ulama Jawi dengan ulama       dalam bahasa Arab, dengan anggota                           Anak Benua India atau Arab, yang       Saudi asli.
            non-Jawi juga kelihatan semakin         halaqah tetap. Penciutan keterlibatan                       pada masa lampau sering mengikuti
            menciut. Akibatnya, jaringan ulama yang   ulama Jawi dalam halaqah-halaqah di                       dan mengembangkan ilmu melalui         Masih berkaitan dengan hal di atas,
            berjaya pada masa-masa lampau kini      al-Masjid al-Haram ini jelas kontras                        halaqah-halaqah yang diselenggarakan   sekarang sangat sulit di Haramayn
            ikut memudar. Guru-guru utama murid-    sekali dengan kenyataan pada masa-                          ulama Jawi. Dengan demikian, interaksi   memperoleh kitab-kitab ulama Jawi
            murid Jawi dan kalangan non-Jawi, kini   masa sebelumnya. Menjelang pergantian                      keilmuan pada tingkat murid juga       yang sudah diterbitkan. Memang kitab
            tinggal Syekh Ismail al-Yamani, Syekh   abad XIX ke abad XX, misalnya, Abu                          menciut ke ambang minimal.             Marah Labîd Tafsîr al-Nûr karya Syekh
            Muhammad Alwi al-Maliki, dan Syekh      Bakr, dalam naskah Tarâjim al’Ulamâ’                                                               Nawawi al-Bantani masih dijual di
            Ahmad Nurshef. Sekitar satu dasawarsa   al-Jawâh bi Makkah al-Mukarramah—                           Penciutan ruang gerak aktivitas dan    toko buku tertentu, tetapi orang bisa
            lampau, mereka bersama dengan guru-     yang dipersiapkannya untuk Snouck                           spektrum interaksi keilmuan ini lebih   frustrasi rnencari kitab-kitab ulama
            guru lain seperti Syekh Abd al-Yamani   Hurgronje—mengemukakan bahwa                                parah lagi diikuti dengan semakin      Jawi Iainnya. Karena itu, tidak aneh
            (almarhum) dan Syekh Ali al-Sabuni      dari 13 ulama Jawi yang dicatatnya,                         sulitnya penerbitan dan peredaran kitab-  jika Abdurrahman Wahid pernah
            (sebelum “diusir” secara halus oleh     sebagian besar memiliki halaqah di al-                      kitab karya ulama Jawi di Haramayn.    menyatakan kepada saya di Mekkah,
            pemerintah Saudi) memiliki halaqah      Masjidal-Haram, selain mengajar dan                         Pada masa lampau, ketika percetakan    bahwa kitab-kitab beredar secara
            di Masjid al-Haram. Namun, setelah      menyelenggarakan kuttab di rumahnya                         huruf Arab masih langka di Haramayn,   underground. Hanya melalui informan
            “peristiwa Juhaimah” (1979), izin mereka   masing-masing.                                           bisa dipahami kalau karya-karya ulama   dan jalur khusus, kita mendapatkan
            mengajar di mesjid ini dicabut. Karena                                                              Jawi dicetak di Kairo atau Istanbul.   karya-karya mereka di pasar.
            itu, mereka terpaksa memindahkan        Selain itu, banyak pula ulama dan                           Namun, pada masa-masa lebih akhir,     Perubahan-perubahan sosial, politik, dan
            halaqah-nya ke rumah masing-masing.     guru Jawi dalam waktu-waktu bela-                           ketika percetakan sudah tidak lagi sulit
                                                    kangan ini terpaksa melepaskan                              ditemukan di Haramayn, sulit dipahami   ekonomi Arab Saudi sangat meningkat
            Pengetatan perizinan untuk mengajar     pekerjaan mereka mengajar di berbagai                       mengapa kitab-kitab ulama Jawi tetap   sejak dasawarsa 1980. Kebangkitan
            di Masjid al-Haram juga menimbulkan     madrasah, khususnya karena dinilai                          hampir tidak ada yang diterbitkan di   Arab Saudi sebagai nation state modern,
            korban di kalangan ulama Jawi. Dalam    pemerintah tidak memiliki kualifikasi                       kawasari ini; karya mereka umumnya     khususnya setelah eksploitasi minyak
            dekade 1970-an, beberapa ulama Jawi,    untuk mengajar. Akibatnya, ruang gerak                      dikeluarkan penerbit Kairo atau Beirut.   secara besar-besaran, telah mendorong
            termasuk Syekh Yasin, mengajar          hampir seluruh ulama Jawi sekarang                          Bahkan, menurut berbagai narasumber,   penguatan mesin birokrasi negara ini,
            di al-Masjid al-Haram. Kini, satu-      ini terbatas pada halaqah-halaqah yang                      kecil kemungkinan naskah-naskah        yang pada gilirannya mempengaruhi
            satunya ulama yang memiliki halaqah     diselenggarakan di ru mah-rumah.                            Syekh Yasin dapat diterbitkan di Arab   perkembangan dan dinamika religio-
            dan mengajar di mesjid ini tinggal      Kenyataan ini, selain mengakibatkan                         Saudi. Persoalannya, menurut dugaan    intellectual discourse di Haramayn.
            Syekh Abd al-Karim al-Banjiri. Pada     penciutan kuantitas pe serta halaqah, lebih                 beberapa narasumber, terletak pada     Dampak kemerosotan jaringan ulama
            musim haji, ia memberikan pengajian     parah lagi ikut mempengaruhi kualitas                       adanya semacam kecenderungan           ini terhadap perkembangan Islam
            dalam bahasa Indonesia, karena yang     halaqah. Peserta halaqah kini terbatas                      pemerintah Saudi untuk tidak lagi      di Asia Tenggara, atau khususnya
            mengikuti halaqah-nya pada kesempatan   pada munid-murid Indonesia. Sedikit                         membiarkan ulama keturunan mukimin     Indonesia, memerlukan pengkajian
            itu umumnya jemaah haji dari Indonesia.   sekali peserta halaqah yang berasal dari                  berkiprah mencapai tingkat kepakaran   tersendiri. Tetapi yang jelas, kenyataan



         440    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   441
   447   448   449   450   451   452   453   454   455   456   457