Page 451 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 451

cukup signifikan sepeninggal Syekh   karyanya Islamischer Inter nationalirnus, im   Pengalaman Madrasah Dar al-Ulum   Benua India. Karena itu, sebe narnya
 Yasin.  20. Jahrhundert, 1990.  al-Diniyah dan Madrasah Indo-  mereka lebih mempunyai kemampuan
            nesiya al-Makkiyah sedikit banyak       finansial untuk mendukung dan
 Selain Madrasah al-Ulum al-Diniyah,   Peresmian Madrasah Indonesiyya al-  mengungkapkan dilema-dilema yang   mempertahankan eksistensi madrasah-
 komunitas Jawi di Haramayn juga   Makkiyah dilakukan di rumah Syekh   dihadapi ulama dan murid-murid   madrasah komunitas Jawi tersebut.
 memiliki Madrasah lndonesiya al-  Muhammad Nur Salim al-Khalidi di   Jawi di Haramayn di masa moderen.   Tampaknya, kesan beberapa pengembara
 Makkiyah. Madrasah ini didirikan   kawasan Qararah, Mekah, dengan tujuan   Madrasah Saulatiyah memang masih   Barat tadi benar bahwa jamaah haji
 Syekh Janan Muhammad Taib. Seperti   mengembangkan ilmu dan kebudayaan   dapat memelihara independensinya   Melayu mempunyai kecenderungan
 dicatat al-Aqawi, Syekh Janan lahir di   Islam, khususnya di kalangan murid-  dari campur tangan pemerintah Saudi,   kuat menghabiskan uang yang mereka
 Indonesia. Ia tidak mengemukakan   murid mukimin Indonesia dan Ma-  yang biasanya dilakukan mula-mula   bawa untuk “oleh-oleh” ke Tanah Suci
 di mana dan tahun berapa. Penelitian   laysia. Karena itu, madrasah mi, selain   melalui subsidi keuangan. Madrasah   daripada mendu kung institusi-institusi
 saya menunjukkan, bahwa ia adalah   mengajarkan bahasa Arab dan ilmu -ilmu   ini didukung oleh harta wakaf, infak,   pendidikan Jawi di Haramayn.
 putra Minangkabau. Setelah belajar   Islam, juga memberikan pengajaran   dan sedekah yang cukup memadai
 di Minangkabau, ia melanjutkan   bahasa Melayu. Pelajaran dilang sungkan   dari penguasa Muslim dan jamaah haji
 pendidikan ke Universitas al-Azhar,   pagi dan sore hari. Madrasah Indonesiya   Anak Benua India, khususnya. Adapun   Kemerosotan Jaringan Ulama
 Kairo, sampai memperoleh ijazah untuk   al-Makkiyah dipimpin oleh Syekh Janan   kedua madrasah Indonesia di atas   Haramayn
 mengajar pencarian ilinu ke Haramayn;   sampai ia wafat pada tahun 1365 H./1946   sulit melakukan hal demikian, karena
 ia menjadi orang Indonesia pertama   M. Kepemim pinan selanjutnya dipegang   kurangnya dukungan keuangan, baik   Kemunduran eksistensi madrasah-
 yang memperoleh gelar akademis dari   ulama Jawi lainnya sampai madrasah   dari mukimin maupun jamaah haji   madrasah Jawi jelas ikut bertangggung
 Universitas al-Azhar. Kemudian ia   ini ter paksa ditutup menjelang tahun   untuk menjamin kelangsungannya.  jawab terhadap penciutan jumlah murid
 pindah ke Mekkah dan mendirikan   1390 H./1970 M. Meskipun Rabitah   dan ulama Jawi khususnya di Mekah
 Madrasah Indonesiya al-Makkiyah pada   al-Ala al-Islami pernah memberikan   Akhir riwayat kedua madrasah ini   dewasa ini. Kini, jumlah murid-murid
 tahun 1342 H./1923 M. Syekh Janan   bantuan keuangan, eksistensi madrasah   bisa diduga; mereka tidak mampu   Jawi jauh berkurang dibandingkan masa-
 jelas termasuk ulama Jawi. Sebagai   ini tidak dapat diselamatkan lagi,   menghindarkan diri daripada   masa sebelum nya. Bahkan, ulama Jawi
 pemuka komunitas Jawi, ia menjadi   karena ada faktor-faktor penting lain   menerima subsidi pemerintah, yang   yang menonjol bisa dihitung dengan
 salah seorang anggota delegasi Indone-  yang mempengaruhinya. Seperti   pada gilirannya turut menentukan   jari. Sekarang nama-nama yang paling
 sia dengan anggota-anggota lainnya   dikemukakan al-Aqawi, penyebab utama   kebijaksanaan pendidikan di madrasah-  sering disebut adalah Syekh Abd al-Karim
 seperti Umar Said Cokroaminoto, Haji   ditu tupnya madrasah ini adalah semakin   mad rasah ini secara keseluruhan.   al-Banjari, Syekh Ahmad Damanhuri
 Mas Mansur, Muhammad Bakir, S. Umar   tajamnya persaingan dengan madrasah-  Padahal, secara tradisional—seperti   al -Bantani, Syekh Fatah Rawa, dan Syekh
 Naji, dan Muhammad Talib—untuk   madrasah negeri, selain kian ketatnya   dicatat beberapa pengembara Barat yang   Muhammad Badr al-Din Abd al-Qadir
 menghadiri Muslim World Congress   kebijaksanaan sentralisasi pendidikan   menyelundup masuk Haramayn sejak   al-Mandili. Dalam penilaian seluruh
 yang diselenggarakan di Mekah, pada   yang diberlakukan pemerintah Saudi   pertengahan abad ke-19—jemaah haji   narasumber kita, tingkat keilmuan mereka
 7 Juni hingga 5 Juli 1926, sebagaimana   terhadap madrasah -madrasah swasta   Melayu terkenal lebih “kaya” dan lebih   ini belum setara dengan ulama Jawi
 dicatat Reinhard Schulze dalam   semacam ini.  mampu dibanding jemaah haji Anak   terdahulu seperti Syekh Yasin al-Padani.



 438  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   439
   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455   456