Page 445 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 445

mengenai seluk beluk keagamaan   eksetoris, seperti tafsir, fikih atau syariah   orang yang ahli dalam syariah dan   Pembaruan yang digelindingkan oleh
 mereka. Dari segi ini, karya-karya ulama   pada umumnya. Mereka juga menguasai   tasawuf. Pengecualian sementara, dapat   al -Raniri, Abd al-Ra’uf, dan Muhammad
 kita, selain mencerminkan sejarah   ilmu-ilmu yang menurut Abd al-Ra’uf   dialamatkan kepada Ahmad Khatib   Yusuf ini menemukan kontinuitas nya
 pemikiran Islam di Dunia Melayu, juga   termasuk ke dalam “ilmu-ilmu batin”,   aI-Mmangkabawi yang menolak tarekat   dalam diri ulama Jawi selanjutnya. Kita
 merefleksikan sejarah sosial masyarakat   yang bersifat esoteris seperti tasawuf.   dan memberikan penekanan lebih kuat   melihat terjadinya perterje mahan—
 Islam di kawasan ini.  Ilmu-ilmu lahir menjelaskan ketentuan-  pada su perioritas syariah. Terlepas   tepatnya penyaduran—kitab-kitab
 ketentuan dan tugas-tugas pokok   dan pengecualian semacam ini, lebih   yang menekankan pembaruan wacana
 Akan tetapi, para ulama Jawi menulis   “lahiriah” setiap Muslim sesuai dengan   pemikiran keagamaan, sebagaimana
 bukan hanya topik-topik yang   pengga risan syariah.  jauh lagi, dengan orientasi harmonisasi   dilakukan oleh Abd al -Shamad al-
 tampaknya “sederhana”, yang lebih   syariah dengan tarekat, ulama Jawi   Palimbani atas beberapa kitab tasawuf
 ditujukan pada masyarakat awam.   Adapun ilmu-ilmu batin mengarahkan   hasil pendidikan Haramayn telah   karya Imam al-Ghazali.
 Sebagian mereka, seperti al-Raniri,   mereka untuk mem perkuat dan   melakukan pembaruan yang sangat
 Abd al-Ra’uf, Muhammad Yusuf, dan   memperkaya pengalaman batiniah   signifikan dalam kehidupan keagamaan   Signifikansi ulama Jawi dalam
 Muhammad Nafis juga menulis topik-  (esoteris) dalam mencapai keakraban   masyarakat Muslim Nusantara.  pembaharuan Islam di Nusantara bisa
 topik yang berat, yakni menyangkut   yang lebih intens dengan Tuhan. Kedua   Al-Raniri, Abd al -Ra’uf, dan Muhammad   dilihat bukan hanya dan aktivisme
 masalah-masalah kalam dan tasawuf   bentuk ilmu ini saling melengkapi   Yusuf adalah para pembaru yang paling   mereka dalam penulisan kitab-kitab atau
 yang bersifat mystico-filosofis. Tulisan-   dan mengisi. Sesuai dengan istilah   pertama dalam sejarah Islam di bagian   risalah-risalah keagamaan, melainkan
 tulisan seperti ini tampaknya ditujukan   sementara ulama Jawi sendiri, ilmu-  dunia Muslim ini. Mereka berperan   juga dan keterlibatan mereka dalam
 untuk mereka yang menurut kategori   ilmu lahir merupakan pola bentukan,   sebagai transmitt ers yang krusial dalam   institusi-institusi sosial keagamaan
 Imam al-Ghazali termasuk kalangan   sedangkan ilmu-ilmu batin merupakan   mendekatkan wacana dan tradisi Islam   dan pendidikan umat. Hampir seluruh
 khas (elite intelektual). Untuk   isinya. Dalam pandangan mereka,   di Nusantara dengan per kembangan   ulama Jawi, baik yang kembali ke
 memahami karya-karya seperti ini,   ilmu-ilmu lahir tanpa ilmu-ilmu batin   pemikiran dan praktek Islam di   Tanah air maupun yang tidak, memiliki
 orang harus membacanya berulang kali   akan kering. Sebaliknya, ilmu-ilmu   Haramayn khususnya. Dalam konteks   jaringan intelektual guru-murid
 sambil mengerutkan dahi.  batin tanpa ilmu- ilmu lahir membawa   itu, misalnya, sejak paruh kedua abad   (intellectual-genealogy) yang menyebar
 pada pengembaraan mistis yang dalam                ke lembaga- lembaga pendidikan Islam
 Karakteristik karya ulama Jawi ini,   banyak kasus dapat berakhir dengan   ke-17 mereka mengintro duksi pemikiran   semacam surau atau pesantren, pondok
 pada satu segi menjelaskan tentang   kesesatan.  dan tradisi tasawuf “Arabia” yang lebih   dan jaringan mursyid-khalifah (mystical
 corak keilmuan dan warna religio-  setia kepada ortodoksi atau syariah   genealogy) yang melekat dalam eksistensi
 intelectual discourse yang mereka peroleh   Dengan demikian, wacana intelektual   untuk menggeser dan menggantikan   berbagai tarekat sufi di Nusantara.
 di Haramayn. Sebagaimana telah kita   keagamaan yang mereka tempuh dan   tasawuf yang pada masa sebelumnya
 lihat, ilmu-ilmu yang mereka dalami   kembangkan adalah wacana yang   diwarnai kuat oleh tradisi sufisme   Pengaruh ulama Jawi melalui kedua
 dan kuasai bukan hanya ilmu-ilmu yang   bertitik berat pada harmonisasi syariah   “India” yang cenderung eksesif, dan   bentuk jaringan ini tidak bisa diremehkan.
 dikategorisasikan oleh Abd al- Ra’uf   dengan tasawuf. Hampir seluruh ulama   karenanya sering dituduh “heterodoks”   Melalui surau atau pesantren dan
 sebagai “ilmu-ilmu lahir”, yang bersifat   Jawi yang dapat kita lacak adalah orang-  atau “unortodoks” atau menyimpang.  pondok, mereka mentransmisikan



 432  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   433
   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450