Page 440 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 440

kemasyarakatan di Mekkah dan            Muhammad al-Barzanji, dan sejumlah                          Muhsin al-Palimbani; Minangkabau       Garuti (1268-1348 H./1852-1930 M.),
            Madinah karena penyamarannya dengan     ulama terkemuka lain yang tak mungkin                       (Sumatera Barat), Ismail al-Khalidi    Junayd al-Batawi, Ahmad Damanhuri
            segera diketahui penguasa Muslim di     diungkapkan di sini satu persatu. Abd                       al-Minangkabawi, Ahmad Khatib al-      al-Bantani, dan lain-lain.
            Hijaz. Karena itu, ia terpaksa menyem-  al-Ra’uf diangkat sebagai khalifah                          Minangkabawi (1276-1334 H./1816-1916
            bunyikan diri dan meninggalkan Tanah    tarekat Syattariyah oleh Ahmad al-                          M.), Muhammad Yasin al-Padani (1335-   Sebagian besar murid-murid Jawi
            Suci. Lolos dari Jeddah, ia ter tangkap   Qushashi dan kembali ke Aceh setelah                      1410 H./1917-1990 M.).                 ini kembali ke Nusantara. Namun,
            pada 1504 di Aden dan dipenjarakan      gurunya meninggal dunia. Adapun                             Sedangkan dari Kalimantan,             ada juga yang bermukim selama-
            selama 50 hari.                         Muhammad Yusuf meneruskan                                                                          lamanya di Haramayn. Meskipun
                                                    pengembaraan nya dalam menuntut                             Muhammad Arshad al-Banjari (1122-1227   demikian, kelompok terakhir ini tetap
            Perintis keterlibatan ulama “Jawi”—     ilmu ke Baghdad. Di sini ia menerima                        H./1710-1812 M.), Syekh Muhammad       mempertahankan komitmennya kepada
            Nusantara atau Dunia Melayu secara      otorisasi dari Syekh Abu Barakat—                           Nafis al-Banjari (lahir sekitar 1160   masyarakat Muslim Nusantara dengan
            keseluruhan—kelihatannya adalah         seorang alim dan sufi terkenal di Irak—                     H./1735 M.), Ahmad Khatib al-Sambasi   mendidik mukimin Jawi di Haramayn
            Nur al-Din al-Raniri (w. 1068/ 1658     sebagai khalifah tarekat Khalwatiyah,                       (akhir abad ke-19), Ahmad bin Dato     dan sekaligus menulis dan mengirimkan
            M.), Abd al-Ra’uf al-Sinkili (1024-1105   sekaligus dianugerahi gelar Tâj al-                       Imam dan `Abd al-Mokti bin Nassar      karya-karya mereka ke Dunia Melayu.
            H./1615-93 M.), Muhammad Yusuf          Khalwatî (Mahkota al-Khalwati) sebelum                      dari Brunei (akhir abad ke-19 dan awal   Suatu kajian tentang pola imigrasi ke
            al-Maqassari (1030-1111 H. / 1629-99    kembali ke Indonesia.                                       abad ke-20, keduanya memiliki jaringan   Haramayn yang diterbitkan lembaga
            M.) yang telah kita sebut-sebut di atas.                                                            dengan Ahmad Khatib Sambas), dan       penelitian haji Arab Saudi belum lama
            Kedua nama yang disebutkan terakhir     Bisa dipastikan, dan kedua ulama besar                      Abd al-Karim al-Banjari.               ini berkesim pulan bahwa mukimin Jawi
            meninggalkan Kepulauan Nusantara        inilah berasal akar-akar keterlibatan                       Dari Semenanjung Malaya antara lain    adalah komunitas yang paling kuat
            menjelang pertengahan abad ke-17 dan    murid-murid dan ulama Indonesia di                          Abd al-Halim al-Kalantani (Kelantan,   memeli hara ikatan dan komitmen batin
            mengembara sambil menuntut ilmu         dalam jaringan yang kita diskusikan.                        abad ke-18); Patani, Daud ibn Abd Allah   mereka dengan negeri asalnya.
            selama belasan tahun di kota-kota kecil   Setelah mereka, muncul, murid-murid                       al-Fatani, Ahmad bin Muhammad Zayn
            sepanjang rute perdagangan dan haji     dan ulama Indonesia lainnya yang,                           al-Patani.                             Adalah menarik untuk menganalisis
            di wilayah timur, tenggara, dan selatan   meskipun dipisahkan oleh rentangan                                                               komposisi murid-murid Jawi di
            Semenanjung Arabia sebelum akhirnya     waktu, tetap berkaitan dengan rumpun                        Sedangkan dari pulau Jawa, antara lain:   Haramayn, khususnya dilihat dari
            sampai di Mekkah dan Madinah.           religio-intellectual discourse yang sama.                   Nawawi al-Bantani (1230-1314 H./1813-  latar belakang etnik kultural mereka di
                                                    Mereka kemudiàn membentuk semacam                           1879 M.), Abd al-Karim al-Bantani (akhir   Nusantara. Kita tidak mempunyai data
            Menurut catatan- catatan mereka         “Southeast Asian Connection”—cabang                         abad ke-19), Ahmad Rifai Kalisalak (1200-  demografis, khususnya tentang jumlah
            sendiri, di Mekah, keduanya belajar     jaringan [ulama] di Asia Tenggara, atau                     1286 H./1786-1870 M.), Muhammad Saleh   dan komposisi etnis mereka dan waktu
            dan melakukan kontak keilmuan           Nusantara. Beberapa nama yang paling                        Darat al-Samarani (Semarang), Syekh    ke waktu. Namun, setidak tidaknya
            dengan berbagai ulama manca negara      menonjol setelah Abd al-Ra’uf dan                           Ahmad Nahrawi aI-Banyumasi (wafat di   dan nama-nama, tepatnya laqab—nama
            (internasional); yang paling terkemuka   Muhammad Yusuf hingga waktu paling                         Mekkah 1346 H./1928 M.), Muhammad      akhir—mereka yang pa ling menonjol
            di antara mereka adalah Ahmad           berdasarkan daerah adalah: Palembang,                       Mahfuz al-Termasi (Termas, 1285-1338   dapat ditarik kesimpulan sementara
            al-Qushashi, Ibrahim al-Kurani,         Abd al-Shamad al-Palimbani, Sayyid                          H.! 1842-1920 M.) Hasan Mustafa al-    bahwa hampir seluruh kelompok etnis



         428    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   429
   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444   445