Page 439 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 439

Seorang murid penganut mazhab Syafi’i   hanya dan segi nama, melainkan bisa   Tokoh-tokoh ini, beserta murid-  Jaringan Ulama dan Wacana
 boleh saja belajar kepada syekh mazhab   jadi juga dari segi doktrin dan tradisi   muridnya, pada umumnya menekan-  Intelektual-Keagamaan
 Hanafi dan lain-lain. Perbedaan persepsi   ketasawufan masing-masing. Dengan   kan pembaruan yang lebih bersifat
 dan pemahaman keagamaan tidak   begitu, kita menyaksikan se orang Abd   evolusioner. Dengan karakteristik   Keterlibatan ulama Nusantara dalam
 dijadikan sebagai kotak-kotak sempit   al-Ra’uf adalah khalîfah (wakil otoritatif)   dis course yang disinggung di atas, bagi   jaringan ulama yang berpusat di
 yang dapat mematikan suasana dialog   Tarekat Syattariyah dan Qadiriyah   mereka pembaruan lebih merupakan   Haramayn, sejauh penelitian yang saya
 dan discourse. Ahmad al-Qushashi,   dalam waktu yang bersamaan; atau   proses dialektika intelektual yang tidak   lakukan, sedikitnya bermula sejak paruh
 seperti dikutip Ibrahim al-Kurani—  Syekh Yusuf yang menjadi khalîfah   dapat dipaksakan. Meskipun demikian,   kedua abad ke-17. Mulai periode inilah
 keduanya termasuk guru Abd al-Ra’uf   Tarekat Naqshabandiyah, Qadiriyah   jelas tidak semua yang terlibat dalam   kita memiliki sumber- sumber yang dapat
 al-Sinkili dan Syekh Yusuf al-Maqassari   dan Khalwatiyah secara berbarengan.   jaringan ulama ini me nempuh cara-cara   dipercaya tentang keikutsertaan mereka
 (dari Makassar)—dalam manuskrip   Tekanan tampaknya lebih diberikan   dalam wacana intelektual keagamaan
 berjudul Sharh fî Tuhfah al-Mursalah   pada integrasi daripada memperbesar   damai dalam pembaruannya. Sebagian   jaringan ulama. Memang, setidaknya
 ilâ Rûh al-Nabî yang ditulisnya pada   perbedaan di antara berbagai tarekat.  kecil, yang tidak sabar dengan proses   seabad sebelumnya, Muslimin dan
 pertengahan abad ke-17, menyatakan   evolusioner menempuh cara-cara yang   “Lesser India” (Kepulauan India Kecil--
 bahwa seorang syekh tidak dapat   Dari wacana intelektual keagamaan   lebih radikal. Radikalisme paling   Nusantara) telah ditemukan di Mekkah.
 menjamin murid-muridnya masuk   semacam itulah lahir banyak pembaru,   menonjol, misalnya, diperlihatkan   Ludivico Varthema, pengembara terkenal
 surga dengan mengikut mazhabnya.   yang pada gilirannya mendorong   Muhammad ibn Abd al-Wahhab—tokoh   dari Roma, dengan menyamar sebagai
 Karena itu, ia tidak boleh memaksa   bermacam-macam manifestasi   Wahhabi yang pernah menjadi murid   Muslim, adalah orang Eropa pertama
 murid-muridnya mengikuti pandangan   pembaruan di kalangan masyarakat   Muhammad Hayyah al-Sindi—atau   yang berhasil memasuki Haramayn
 keagamaan atau mazhabnya. Syekh   Muslim di berbagai penjuru dunia.   Syekh Uthman dan Fodio—murid Syekh   tahun 1502. Ia juga diklaim sebagai
 hanya bertugas membuka kalbu murid   Generasi pertama jaringan ulama ini   Ahmad Jibril—yang memaklumkan   orang Eropa yang pertama menyebut
 terhadap ilmu; pandangan mana   (abad ke-17 sampai pertengahan abad   gerakan jihad memerangi sebagian   “Kepulauan Rempah-Rempah” dengan
 yang akan dia anut terserah pada   ke-18) mencakup nama-nama besar   Muslimin lain di Semenanjung   “Jawah”. Varthema mencatat tentang
 pertimbangan dan keputusannya   seperti Syekh Sibghat Allah, Ahmad   Arabia dan Afrika Barat yang mereka   kehadiran orang-orang Melayu di
 sendiri.  al- Qushashi, Ibrahim al-Kurani, Shah   pandang tidak menjalankan ajaran   Tanah Suci yang, selain melakukan
                                                    ibadah haji, juga berdagang secara kecil-
 Begitu juga dalam kepengikutan   Wali Allah, Ahmad Sirhindi, Muham-  Islam sebenarnya. Radikalisme dalam   kecilan. Ia tidak menjelaskan apakah
 kepada tasawuf. Seorang syekh dan   mad Hayyah al-Sindi, Muhammad   tingkat yang jauh lebih rendah juga   di antara orang-orang Melayu ini ada
 muridnya bisa mengikuti tarekat sufi   al-Barzanji, Abu Tahir al-Kurani, dan   diperlihatkan Syekh Ahmad Khatib   yang menuntut ilmu dari ulama yang
 yang berbeda. Bahkan, kepengikutan   Muhammad ibn Abd al-Wahhab. Mereka   al- Minangkabawi dengan sikapnya   bermukim di Hara mayn. Ia juga tidak
 tasawuf tidak terbatas pada satu tarekat   disusul oleh generasi ulama berikutnya   yang cenderung antitarekat. Bagi nama-  merinci berapa besar komunitas “Jawi”
 tertentu. Hampir setiap mereka yang   seperti Muhammad Abd al-Karim al-  nama ini, pendulum pembaharuan dan   di Haramayn pada waktu itu. Ia memang
 terlibat dalam jaringan ulama mengikuti   Sammani, Murtada al -Zabidi, Ahmad   pemurnian tasawuf dan tarekat kembali   tidak mempunyai banyak kesempatan
 beberapa tarekat; yang ber beda bukan   Damanhuri al-Masri, dan Ahmad Jibril.  bergerak lebih kencang kepada syariah.  untuk mencatat secara detil kehidupan



 426  Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   427
   434   435   436   437   438   439   440   441   442   443   444