Page 444 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 444

mengenai seluk beluk keagamaan          eksetoris, seperti tafsir, fikih atau syariah               orang yang ahli dalam syariah dan      Pembaruan yang digelindingkan oleh
            mereka. Dari segi ini, karya-karya ulama   pada umumnya. Mereka juga menguasai                      tasawuf. Pengecualian sementara, dapat   al -Raniri, Abd al-Ra’uf, dan Muhammad
            kita, selain mencerminkan sejarah       ilmu-ilmu yang menurut Abd al-Ra’uf                         dialamatkan kepada Ahmad Khatib        Yusuf ini menemukan kontinuitas nya
            pemikiran Islam di Dunia Melayu, juga   termasuk ke dalam “ilmu-ilmu batin”,                        aI-Mmangkabawi yang menolak tarekat    dalam diri ulama Jawi selanjutnya. Kita
            merefleksikan sejarah sosial masyarakat   yang bersifat esoteris seperti tasawuf.                   dan memberikan penekanan lebih kuat    melihat terjadinya perterje mahan—
            Islam di kawasan ini.                   Ilmu-ilmu lahir menjelaskan ketentuan-                      pada su perioritas syariah. Terlepas   tepatnya penyaduran—kitab-kitab
                                                    ketentuan dan tugas-tugas pokok                             dan pengecualian semacam ini, lebih    yang menekankan pembaruan wacana
            Akan tetapi, para ulama Jawi menulis    “lahiriah” setiap Muslim sesuai dengan                                                             pemikiran keagamaan, sebagaimana
            bukan hanya topik-topik yang            pengga risan syariah.                                       jauh lagi, dengan orientasi harmonisasi   dilakukan oleh Abd al -Shamad al-
            tampaknya “sederhana”, yang lebih                                                                   syariah dengan tarekat, ulama Jawi     Palimbani atas beberapa kitab tasawuf
            ditujukan pada masyarakat awam.         Adapun ilmu-ilmu batin mengarahkan                          hasil pendidikan Haramayn telah        karya Imam al-Ghazali.
            Sebagian mereka, seperti al-Raniri,     mereka untuk mem perkuat dan                                melakukan pembaruan yang sangat
            Abd al-Ra’uf, Muhammad Yusuf, dan       memperkaya pengalaman batiniah                              signifikan dalam kehidupan keagamaan   Signifikansi ulama Jawi dalam
            Muhammad Nafis juga menulis topik-      (esoteris) dalam mencapai keakraban                         masyarakat Muslim Nusantara.           pembaharuan Islam di Nusantara bisa
            topik yang berat, yakni menyangkut      yang lebih intens dengan Tuhan. Kedua                       Al-Raniri, Abd al -Ra’uf, dan Muhammad   dilihat bukan hanya dan aktivisme
            masalah-masalah kalam dan tasawuf       bentuk ilmu ini saling melengkapi                           Yusuf adalah para pembaru yang paling   mereka dalam penulisan kitab-kitab atau
            yang bersifat mystico-filosofis. Tulisan-   dan mengisi. Sesuai dengan istilah                      pertama dalam sejarah Islam di bagian   risalah-risalah keagamaan, melainkan
            tulisan seperti ini tampaknya ditujukan   sementara ulama Jawi sendiri, ilmu-                       dunia Muslim ini. Mereka berperan      juga dan keterlibatan mereka dalam
            untuk mereka yang menurut kategori      ilmu lahir merupakan pola bentukan,                         sebagai transmitt ers yang krusial dalam   institusi-institusi sosial keagamaan
            Imam al-Ghazali termasuk kalangan       sedangkan ilmu-ilmu batin merupakan                         mendekatkan wacana dan tradisi Islam   dan pendidikan umat. Hampir seluruh
            khas (elite intelektual). Untuk         isinya. Dalam pandangan mereka,                             di Nusantara dengan per kembangan      ulama Jawi, baik yang kembali ke
            memahami karya-karya seperti ini,       ilmu-ilmu lahir tanpa ilmu-ilmu batin                       pemikiran dan praktek Islam di         Tanah air maupun yang tidak, memiliki
            orang harus membacanya berulang kali    akan kering. Sebaliknya, ilmu-ilmu                          Haramayn khususnya. Dalam konteks      jaringan intelektual guru-murid
            sambil mengerutkan dahi.                batin tanpa ilmu- ilmu lahir membawa                        itu, misalnya, sejak paruh kedua abad   (intellectual-genealogy) yang menyebar
                                                    pada pengembaraan mistis yang dalam                                                                ke lembaga- lembaga pendidikan Islam
            Karakteristik karya ulama Jawi ini,     banyak kasus dapat berakhir dengan                          ke-17 mereka mengintro duksi pemikiran   semacam surau atau pesantren, pondok
            pada satu segi menjelaskan tentang      kesesatan.                                                  dan tradisi tasawuf “Arabia” yang lebih   dan jaringan mursyid-khalifah (mystical
            corak keilmuan dan warna religio-                                                                   setia kepada ortodoksi atau syariah    genealogy) yang melekat dalam eksistensi
            intelectual discourse yang mereka peroleh   Dengan demikian, wacana intelektual                     untuk menggeser dan menggantikan       berbagai tarekat sufi di Nusantara.
            di Haramayn. Sebagaimana telah kita     keagamaan yang mereka tempuh dan                            tasawuf yang pada masa sebelumnya
            lihat, ilmu-ilmu yang mereka dalami     kembangkan adalah wacana yang                               diwarnai kuat oleh tradisi sufisme     Pengaruh ulama Jawi melalui kedua
            dan kuasai bukan hanya ilmu-ilmu yang   bertitik berat pada harmonisasi syariah                     “India” yang cenderung eksesif, dan    bentuk jaringan ini tidak bisa diremehkan.
            dikategorisasikan oleh Abd al- Ra’uf    dengan tasawuf. Hampir seluruh ulama                        karenanya sering dituduh “heterodoks”   Melalui surau atau pesantren dan
            sebagai “ilmu-ilmu lahir”, yang bersifat   Jawi yang dapat kita lacak adalah orang-                 atau “unortodoks” atau menyimpang.     pondok, mereka mentransmisikan



         432    Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   433
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449