Page 428 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 428
Melayu. Karya-karya seperti ini, yang tengah bangkit di Timur Tengah, menunjukkan kenyataan lain; mereka Muangthai—kemudian Thailand yang
naskah-naskah menyebar dalam waktu sementara ulama Jawi ini, khususnya sebaliknya malah sangat prolific, dan menaklukkan wilayah Kesultanan
singkat ke berbagai tempat di Kepulauan al-Bantani dan Ahmad Khatib al- produktif banyak karya dalam berbagai Muslim Patani (1516-1902) sejak awal
Nusantara tidak ragu lagi memiliki Minangkabawi juga mengembangkan bidang kajian Islam. Dan, bahkan kajian- abad ke-20. Karena itu, para ulama
peranan penting dalam pembaruan dan sikap kritis terhadap esotorisme kajian komparatif seperti yang dilakukan Patani tidak terlibat langsung dalam
peningkatan pemahaman terhadap Islam Islam. Kritisisme mereka tertuju tidak misalnya oleh Ann Marie Schimmel dan upaya pengembangan dan penyebaran
dalam masyarakat Muslim di wilayah kepada tasawwuf as such, tetapi lebih Bukhari Lubis tentang intelektualisme pemikiran Islam Nusantara secara
ini. Karya-karya produk ulama Jawi abad kepada tarekat dengan para syaikh dan Islam di berbagai kawasan Dunia keseluruhan.
ke-17—hemat saya—telah mendorong mursyidnya yang cenderung menuntut Muslim menunjukkan, bahwa karya- Meski demikian, beberapa ulama
terjadinya gelombang pembaruan Islam taklid dan kepatuhan yang berlebih- karya ulama Jawi ini merupakan karya Patani dalam masa Kesultanan Patani
yang pertama di Kepulauan Nusantara. lebihan dari para murid anggota tarekat. intelektual bernilai tinggi dan genius. berkiprah di Nusantara. Termasuk di
Selain itu, praktek-praktek tarekat
Kecenderungan intelektualisme Islam cenderung bercampur baur dengan antara mereka misalnya Ali ibn Faqih
yang berorientasi pada tasawuf amali bid`ah, khurafat dan takhyul yang, Jaringan Ulama Patani al-Patani yang kemudian menjadi Mufti
terus terlihat dalam wacana intelektual seperti diketahui, menjadi sasaran Selain jaringan ulama yang berpusat di di Kerajaan Mempawah, Abd al-Jalil
Islam pada abad ke-18 dan 19, seperti kritikan modernisme Islam yang Kepulauan Nusantara sejak dari Aceh, al-Patani yang menetap di Kerajaan
terlihat dalam karya-karya tokoh ulama tengah tumbuh. Kritik-kritik seperti ini Palembang, Banjarmasin, dan beberapa Sambas.
seperti al-Palembani, Muhammad Arsyad hampuir bisa dipastikan mendorong tempat lain di pulau Jawa, penting pula Memang dalam masa berikutnya,
al-Banjari, Nawawi al-Bantani, Ahmad terjadi pembaharuan dan pemurnian di disinggung jaringan ulama Patani yang lebih banyak lagi ulama Patani yang
Khatib al-Minangkabawi. Sepanjang lingkungan tarekat, sehingga dapat lebih kini menjadi wilayah selatan Thailand. berkiprah di luar tanahair mereka
abad ke-18 penekanan pada tasawuf sesuai dengan tuntunan syari`ah dan Di masa kejayaan jaringan ulama, sendiri. Kesulitan-kesulitan yang
amali semakin menguat. Pada saat yang perkembangan zaman. ulama-ulama asal Patani memainkan kian meningkat di Patani mendorong
sama konsolidasi kekuasaan kolonial peran penting dalam dinamika keilmuan mereka untuk menetap dan berkiprah di
di Kepulauan Nusantara, khususnya Memandang pengalaman ulama Jawi baik di Haramayn maupun di Patani dan Semenanjung Malaya atau Sumatera atau
Belanda di Indonesia, dan Inggris di sepanjang abad ke-17 sampai akhir abad wilayah lain di Asia Tenggara. Kalimantan. Memang ada juga klaim
Semenanjung Malaya, mendorong ke-19, sementara kalangan yang tidak bahwa ulama asal Patani juga pernah
terjadinya radikalisasi tarekat, yang banyak mendalami sejarah wacana Tetapi penting ditekankan, peranan aktif di Betawi; tetapi tidak terdapat
berujung pada perlawanan jihad terhadap intelektualisme Islam di Kepulauan ulama Patani dalam dinamika Islam bukti-bukti kuat yang bisa diverifikasi
kolonialisme Eropa sepanjang abad ke-19 Nusantara menilai secara terburu- di Kepulauan Nusantara dapat untuk mensahihkan klaim tersebut.
dan awal abad ke-20. buru, bahwa intelektualisme Islam dikatakan tidak terlalu signifikan.
di kawasan ini hanya baru mampu Hal ini disebabkan kenyataan bahwa Sedangkan ulama Champa disebut-
Penting dicatat, pada akhir abad ke- menjadi “konsumen” belum “produsen”. pemikiran dan kiprah para ulama sebut turut sedikit banyak terkait
19 dan awal 20, antara lain karena Pengalaman para ulama Jawi Patani lebih terfokus pada pemeliharaan dalam perkembangan Islam Nusantara.
pengaruh “modernisme Islam” yang dengan karya-karya monumentalnya Islam dari keganasan penguasa Budhist Memang ada klaim yang tidak bisa
416 Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik 417

