Page 44 - Final Sejarah Islam Asia Tenggara Masa Klasik
P. 44

tetapi juga dengan situasi ketika kohesi   sering juga agama dianggap sebagai                       tampil sebagai teka-teki. Pertanyaan   perpecahan–entah selintas, entah
            internal dan toleransi eksternal telah   landasan awal dari tumbuhnya ilmu                          yang dulu dirasakan tidak pernah bisa   mendalam—umat telah terjadi.
            menjadi problematik.                    pengetahuan—ilmu yang berusaha                              menemukan jawab yang final, kini telah
                                                    memberi jawaban terhadap pertanyaan                         bisa diperlakukan sebagai teka-teki.   Buku ini adalah sebuah usaha
            Ketika sikap akademis telah melihat     yang ditimbulkan oleh rahasia yang                          Sekali pertanyaan telah terjawab, maka   untuk merekam dan meninjau serta
            agama dari sudut pandangan              terletak di belakang realitas alam                          masalahnya pun selesai sudah.          mempelajari alur dan dinamika dunia
            yang berada di luar diri agama itu      semesta. Tetapi jika demikian halnya                                                               pengetahuan dan pemikiran Islam di
            sendiri—jadi tidak dari kaca mata       maka tentu saja secara teoretis dapat                       Tinjauan yang amat selintas ini        Asia Tenggara. Tetapi seketika hasrat ini
            teologis ataupun ilmu kalam–            pula dikatakan bahwa semakin tumbuh                         memperlihatkan betapa keyakinan        telah dijadikan sebagai sebuah program
            maka kecenderungan umum ialah           dan berkembangnya ilmu pengetahuan                          akan kepastian kebenaran dari          yang harus dilaksanakan maka seketika
            memperlakukan agama sebagai “milik      berarti semakin berkurang pulalah                           ajaran agama yang sahih bukan saja     itu keharuan untuk meninjau sekian
            dari ia yang percaya”. Agama, kata      wilayah kognitif yang bersifat misteri                      adalah salah sumber dari dinamika      banyak artikel dan buku, baik yang
            Tylor, salah seorang pelopor antropologi   yang disajikan agama.                                    kehidupan keagamaan tetapi adalah      ditulis ilmu asing yang beragama asing
            modern, “adalah kepercayaan pada                                                                    pula pematuk yang tak disengaja dari   pula dan juga—apalagi naskah-naskah
            Kenyataan Supernatural”. Dengan         Pandangan yang melihat proses erosi                         konflik keagamaan. Maka siapakah       hasil karya para ulama serta tinjauan
            kata lain, agama adalah sesuatu yang    dari legitimasi kehadiran agama                             yang akan membantah bahwa konflik      bibliografis dari para ilmuwan Islam dan
            praktis bercorak individualistik dan    dalam struktur kesadaran ini semakin                        bukan saja bisa menimbulkan perbedaan   asing. Meskipun semula direncanakan
            rasionalistik—kehadiran agama bertolak   mengental dengan munculnya sikap                           aliran dalam pemahaman keagamaan       untuk memusatkan perhatian pada
            dari pemahaman seseorang berdasarkan    positivistik terhadap ilmu pengetahuan.                     tetapi bahkan juga keterpecahan        dinamika pemikiran dan kebudayaan
            sistem rasionalitas yang dianutnya.     Dengan acuan pandangan seperti ini                          dalam pemahaman ajaran keagamaan.      dari ummat Islam Asia Tenggara, di
                                            5
            Maka agamapun telah dipahami            maka timbul juga anggapan bahwa                             Manakah ajaran yang sahih, otentik, dan   luar Indonesia, tetapi ternyata hal ini
            sebagai pantulan dari usaha manusia     kalau memang perkembangan ilmu                              mana pula yang telah terbawa ke dalam   terlalu sukar untuk dilakukan. Bukan
            untuk menjawab berbagai pertanyaan      pengetahuan sesungguhnya berarti                            arus yang menyesatkan. Tetapi jika     saja secara historis asal-muasal dan
            tentang berbagai gejala alam yang tidak   semakin besarnya kemampuna manusia                        dinamika sejarah bisa diikuti perdebatan   perkembangan Islam di wilayah Asia
            terjawab. Agama adalah pemberi jawab    untuk mengetahui dan memahami                               tentang kebenaran dan kabsahan ajaran   Tenggara ini saling berkaitan tetapi juga
            hakiki terhadap hal-hal yang dirasakan   masalah yang selama ini hanya                              agama dan bahkan perpecahan umat       dinamika pemikiran Islam kekinian
            sebagai misteri. Dengan begini maka     diberikan agama dengan landasan                             yang kadang-kadang diakibatkannya di   lebih menonjol di Indonesia.
            agamapun dipandang sebagai pemberi      keyakinan—sesuatu yang tidak perlu                          satu pihak bisa semakin memperdalam
            jawab yang sah terhadap pertanyaan      dibuktikan secara empiris dan rasional—                     dan memperluas pengetahuan tentang     Begitulah bab pertama dari buku ini
            yang tidak terjawab. Dengan kata lain,   wilayah kehadiran agama pun akan                           ajaran keagamaan, tetapi di pihak lain,   memaparkan tinjauan bibliografis
            agama adalah cara dan usaha manusia     semakin menyempit juga. Kalau wilayah                       bisa juga menyebabkan terjadinya aliran-  tentang dinamika pemikiran Islam
            untuk menjadikan alam semesta sebagai   penyempitan ini telah terjadi maka                          aliran dalam pemahaman keagamaan.      di Asia Tenggara sejak yang bersifat
            sesuatu yang bisa dipahami. Karena      berarti misteri pun telah pula mengalami                    Jika hal yang kedua ini yang terjadi   menyeluruh yang mencakup seluruh
            itu tidaklah mengherankan kalau         perubahan bentuk. Misteri telah semakin                     maka siapapun bisa berkata betapa      wilayah Asia Tenggara, sejak zaman



         32     Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik                                                                                           Dinamika islam Di asia tenggara: masa klasik   33
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49