Page 189 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 189

Hingga April 2019 pemerintah Indonesia melalui Menteri Kelautan dan Perikanan
                            Republik Indonesia, sejak dibentuk pada 2014  telah menenggelamkan kapal ikan
                            sebanyak 539 buah. Kapal-kapal yang ditenggelamkan dengan cara ditembak ini telah
                            memiliki ketetapan hukum tetap (inkrag) setelah melalui persidangan di Indonesia.
                            Dari 539 buah kapal yang ditenggelamkan itu sebanyak 55% adalah kapal berbendera
                            Vietnam. Dari jumlah kapal yang sudah dieksekusi tersebut, masih banyak kapal-
                            kapal penangkap ikan lainnya yang masih dalam proses persidangan.



                            F.  Isu Sensitif  di Laut Cina Selatan


                            Lembaga  Internasional  PBB  yang  mengurusi    laut (Internasional  Hydrographic
                            Organization)  menerbitkan  buku yang  berjudul  Limits  of  Ocean  (Edisi  3 tahun
                            1953). Buku itu    meperbincangkan  LCS seluas 3.5 juta km  yang menjadi sengketa
                                                                             2
                            antara negara-negara yang dibatasi oleh laut tersebut. Negara-negara itu antara lain
                            adalah Republik Rakyat Cina, Republik Cina (Taiwan), Philipina, Malaysia, Brunei
                            Darussalam, Indonesia,  Singapura,  dan Vietnam. Laut yang sangat ramai  dilalui
                            lebih dari 50.000 kapal setiap tahun ini menunjukkan betapa pentingnya peranan
                            laut tersebut terutama bagi negara-negara di Asia Tenggara. Penyebutan Laut Cina
                            Selatan diawali dari nama untuk mengidentifikasi bahwa laut tersebut dekat dengan
                            wilayah/negara tertentu. Hal itu  sudah dianggap biasa karena penamaan wilayah laut
                            ini selalu dikaitkan dengan wilayah yang berdekatan seperti Selat Malaka, Laut Jawa,
                            Selat Karimata,  dan Laut Philipina.

                            LCS demikian pentingnya karena laut ini kaya akan sumber daya alam dan sumber
                            daya hayati yang menyumbang hampir 10 persen dari kebutuhan ikan dunia.  Selain
                            itu,  laut  ini  juga  dikenal  oleh  para  pelaut sebagai  laut yang  tidak  aman  karena
                            banyaknya  perompak  yang mengganggu pelayaran    kapal-kapal  yang melewati
                            wilayah itu. Berdasarkan data dari  IMB (Internasional Maritime Bureau), rata-rata
                            lebih  dari  sebulan  sekali  terjadi  perompakan  di  laut tersebut.  Letak laut strategis
                            karena menghubungkan antara  LCS dan Selat Malaka, Laut Jawa, Laut Philipina,
                            tetapi  terdapat pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya. Bahkan, terdapat laut
                            yang dangkal yang dapat menyebabkan kecelakaan  kapal-kapal besar yang melewati
                            laut tersebut.

                            LCS menjadi perhatian dunia bukan saja karena perannya sebagai jalur transportasi
                            maritim,  atau  banyaknya  ikan  di  wilayah  itu,  melainkan    lebih  disebabkan  oleh
                            banyaknya negara yang mengklaim laut tersebut menjadi laut wilayah negaranya yang
                            memiliki pantai dari LCS tersebut, seperti Cina, Taiwan, Vietnam, Philipina, Malaysia,
                            dan Brunei Darussalam. Indonesia menjadi pihak yang mengklaim gugusan pulau
                            karang yang berada di wilayah Natuna yang juga diklaim oleh negara Republik Rakyat
                            Cina. Tidak hanya Indonesia, Vietnam juga bersengketa dengan RRC karena daerah
                            itu berdasarkan sejarah Cina merupakan  wilayah tradisional penangkapan ikan yang
                            sudah berabad-abad lamanya.


              172                                              Sejarah Wilayah Perbatasan  Kepulauan Natuna
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194