Page 188 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 188

19 kali dengan perincian pelanggaran oleh pesawat sipil 2 kali, pesawat negara 16 kali,
                 dan 1 pesawat tidak teridentifikasi. Data terakhir yang disampaikan oleh Kepala Staf
                 Angkatan Udara adalah data 2018. Selain itu, jumlah total pelanggaran wilayah udara
                 Indonesia sebanyak 127 kasus, dengan perincian 65 pelanggaran pesawat sipil, 48
                 pesawat milik negara lain, dan 14 pesawat tidak teridentifikasi.


                            Tabel 9. Pelanggaran Wilayah Udara Republik Indonesia 2014—2018

                    Tahun         Jumlah           Pesawat         Pesawat             Tidak
                                Pelanggaran         Sipil           Negara         Teridentifikasi

                    2014            50                6                3                 41
                    2015            193              39               30                124
                    2016            49               21                5                 23

                    2017            19                2               16                 1
                    2018            127              65               48                 14


                                                   Sumber: diolah dari Kompas.com17/12/2018

                 Sementara  itu,  Angkatan  Laut Republik  Indonesia  beberapa  kali  mencegat kapal
                 perang pihak asing seperti kapal perang Australia, kapal patroli Malaysia, Singapura,
                 dan kapal induk Amerika Serikat pada 2003. Alasan  kapal induk Amerika Serikat
                 memasuki wilayah perairan Republik Indonesia adalah karena Amerika Serikat tidak
                 meratifikasi Konvensi Hukum Laut Internasional.





























                     Peta 19. Wilayah Kedaulatan dan Yurisdiksi dari 1998 hingga Sidang Sebelum
                                                                         UNCLOS 2010
                                                 Sumber: BIG. Asep Karsidi, dkk. 2013, hlm. xxi


                 Mutiara di Ujung Utara                                                          171
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193