Page 184 - Final Sejarah Wilayah Perbatasan
P. 184

a. Persetujuan RI-Malaysia tentang Garis Batas Landas di Selat Malaka dan Laut
                      Cina Selatan ditandatangani pada 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur dan mulai
                      berlaku sejak 7 November 1969 ,

                    b. Persetujuan RI-Thailand tentang Garis Batas Landas Kontinen di Selat Malaka
                      Bagian Utara dan Laut Andaman  ditandatangani pada 17 Desember 1971 di
                      Bangkok dan mulai berlaku sejak 7 April 1972.

                    c. Persetujuan RI-Malaysia-Thailand (persetujuan Trilateral) tentang Penetapan
                      Garis Batas Landas Kontinen di Selat Malaka bagian utara  ditandatangani
                      pada 1 Desember 1971 di Bangkok dan mulai berlaku sejak 16 Juli 1973.


                    d. Persetujuan RI-Australia tentang Penetapan Garis Batas Dasar Laut Tertentu
                      (Laut Arafuru  dan  daerah  Utara  Irian  Jaya-Papua  Nugini)    ditandatangani
                      pada 18 Mei 1971 di Canberra dan mulai berlaku sejak 18 November 1973.

                    e. Persetujuan RI-Australia tentang Penetapan garis Batas Daerah-Daerah Dasar
                      Laut Tertentu (selatan Pulau Tanimbar dan Pulau Timor)  ditandatangani pada
                      9 Oktober 1971 di Jakarta dan mulai berlaku sejak 8 November 1973.

                    f.  Persetujuan RI-India tentang Garis Batas Landas Kontinen  ditandatangani
                      pada  8  Agustus  1974   di  Jakarta,    disusul  dengan  persetujuan  kedua  yang
                      ditandatangani  pada  14 Januari  di New  Delhi  dan mulai  berlaku sejak 15
                      Agustus 1977.

                    g. Persetujuan garis Batas Landas Kontinen Indonesia-Vietnam   ditandatangani
                      pada 20 Juni 2003 di Hanoi,  tetapi sampai saat ini belum berlaku karena belum
                      diratifikasi oleh  kedua negara (Hasjim Djalal, 2009, hlm. 11—12 ).

                 Di samping persetujuan mengenai garis Batas Landas Kontinen tersebut, Indonesia
                 juga  telah  mengadakan  persetujuan  mengenai  Garis  Batas  Laut Wilayah  dengan
                 negara-negara tetangga, antara lain, sebagai berikut.

                    a. Persetujuan RI-Malaysia tentang Penetapan garis Batas Laut Wilayah Kedua
                      Negara di Selat Malaka  ditandatangani pada 17 Maret 1970 dan mulai berlaku
                      sejak 16 November 1970 .

                    b. Persetujuan RI-Singapura tentang garis Batas Laut Wilayah  ditandatangani
                      pada 25 Mei 1973 di Jakarta dan mulai berlaku sejak 29 Agustus 1974,

                    c. Persetujuan  RI-PBG  tentang  Penetapan  Batas  Laut  Wilayah  kedua  negara
                      sebagai  bagian  dari  perjanjian  batas  kedua  negara  di  darat dan  di  laut
                      ditandatangani di Jakarta pada 12 Februari 1973 dan mulai berlaku sejak 26
                      November 1974 ( Djalal, 2009, hlm. 12).





                 Mutiara di Ujung Utara                                                          167
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189